Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 48


__ADS_3

Sementara itu, di tempat lain, Kevin tampak sedang gelisah di tempat duduknya.


bahkan, laki laki itu, berkali kali menghela nafas seraya melirik gadis yang ada di depannya.


"bismillah," ucap Kevin seraya membulatkan tekatnya. untuk mengatakan semua perasaanya pada Anggun.


"Nggun, ada yang ingin gue katakan," ucap Kevin seraya mendongakkan kepala. berusaha menatap gadis cantik itu.


"loe mau ngomong apa sih kok gue perhatiin dari tadi, gelisah terus,?" tanya Anggun yang memqng, melihwt gelagat aneh dwri laki laki di hadapannya itu.


"gue suka sama loe," ucap Kevin seraya menatap wajah Anggun dengan serius.


membuat Anggun, tak langsung mempercayai omongan laki laki itu.


"loe mabuk ya Vin, atau salah makan,?"tanya Wnggun seraya menampilkan raut wajah kawatirnya.


"gue nggak sakit, gue serius suka sama loe dan bahkan sudah berubah menjadi cinta untuk saat ini," ucap Kevin drngan tatapan tulusnya.


Deg


ucapan yang baru saja keluar dari mulut Kevin itu, sukses membuat jantung Anggun seakan berhenti berkerja.


"a-apa maksud loe,?" tanya Anggun tergagap. seakan lidahnya kelu untuk mengatakan sesuatu. setelah menerima kqbar yang baginya, mendadak itu.


"gue sayang sama loe, loe maukan jadi pacar gue,?" tanyaKevin seraya meraih dan menggenggam tangan gadis itu


sontak saja, ucapan Kevin yang baru saja terlontar dari mulutnya, membuat Anggun tertegun sesaat.


"Vin, loe tau kan kita itu sahabatan, gue nggak mungkin, suka atau sayang sama sahabat gue sendiri, gue..." ucapan Anggun trrhenti, tatkala mendengar suara bariton dari belakang.


membuat sepasang anak muda itu, seketika menoleh ke belakang. di mana, disana terdapat sosok laki laki yang mereka kenal. bahkan, sangat Anggun hindari untuk beberapa waktu kedepan


"gue mau jadi pacar loe Vin," ucap Anggun cepat. kemudian, menggandeng tqngan laki laki itu, dan sedikit memeluknya.


membuat Kevin terkejut sekaligus senang. karena dirinya berfikiran, jika Anggun benar benar mencintainya.


" kamu beneran terima aku,?" tanya Kevin berbinar penuh kwbahagiaan.


membuat Anggun, menganggukan kepala dan tersenyum kearah laki laki di depanya itu.


"maafin gue Vin, tapi, gue memang belum menganggap loe sebagai pacar, gue hanya nganggep loe swbagai seorang sahabat aja nggak lebih," gumam Anggun.


kemudian, berjalan meninggalkan tempat itu, seraya menggandeng mesra Kevin..


membuat laki laki itu, semakin bahagia di buatnya. " aku janji, mulai saat ini, kamu akan menjadi wanita yang sangat spesial di hati aku," ucapnya seraya berbisik di telinga Anggun.


membuat Anggun, tersenyum tipis dsn terlihat, mencubit pnggang laki laki itu, seraya berjalan bergandengan.


membuat seseorang yang berada di sana, dan sedari tadi melihat kearah sana, hanya bisa terpaku di tempatnya.


seakan masih tak menyangka . gadis yang beberapa hari lalu dirinya lamar, sekarwng sudah menjadi milik orang lain.

__ADS_1


siapa lagi jila bukan Kenzo. laki laki itu, merasa sendi lututnya kemas seketika, saat mendengar jika gadis yang ia sayang dan ia impikan, kini sudah menjadi milik orang lain.


dengan perasaan campur aduk, karena baru saja, mendapatkan sebuah kenyataan yang baginya. sangat mengejutkan.


"semoga, loe bisa bahagia," ucap Kenzo lirih dan sesaat, dirinya melihat ada seperti sebuah panggung kecil dan ada piano di tengah tengahnya.


dengan perlahan, Kenzo menaiki oanggung itu, dan mulai mengeluarkan suaranya.


"sore semuanya, saat ini, izinkan saya, untuk menyanyikan sebuah kagu. lagu ini, saya persembahkan untuk seseorang, yang tampaknya, sudah mendapatkan kebahagiaannya. " ucapnya tersenyum manis seraya sesekali, melirik kearah Anggun. yang masih terpaku di sana.


" inilah persembahan dari saya satu... dua... tiga...


Kuhampiri engkau meski kau jauh


Sendiri ku tempuh


Hanya tuk bertemu denganmu


Kuhampiri engkau meski kau jauh


Namun hatimu tlah runtuh


Dan buatku terjatuh


Kau tak pernah tau


Betapa hati yakin untukmu, oo


Kau tak pernah tau


Betapa aku merindukanmu, uu


Intuisiku s'lalu mengarah kepadamu, oo


Intuisiku s'lalu mengarah kepadamu, oo


Tapi tak jua kau hiraukan aku


Mungkin ku tak bisa buatmu luluh


Namun kau harus tahu


Bahwa diriku sungguh-sungguh


Kau tak pernah tau


Betapa hati yakin untukmu, oo


Kau tak pernah tau


Betapa aku merindukanmu, uu

__ADS_1


Intuisiku s'lalu mengarah kepadamu, oo


Intuisiku s'lalu mengarah kepadamu, oo


Tapi tak jua kau hiraukan aku


Tapi tak jua kau hiraukan aku, uu-huu


Huu-uu, huu-uu, hu-uu


Intuisiku slalu mengarah kepadamu, oo


Tapi tak jua kau hiraukan aku


Tapi tak jua kau hiraukan aku


Sumber: Musixmatch


setelah menyanyikan lagu itu, Kenzo turun dari panggung dan mendapatkan begitu banyak respon positif dari seluruh pengunjung restaurant.


"masnya bagus banget suaranya, kenapa mggak jadi penyanyi aja,?" tanya seseorang, yang sangat terpukau dengan oenampilan laki laki itu.


"waktunya nggak ada mbak, kalau begitu. saya permisi," ucapnya sreaya berlalu pergi.


sementara itu, di tempat yang sama,dua orang gadis, tengah rertegun dengan perasaan yang berbeda.


siapa lagi jika bukan Sheina dan Anggun. kedua gadis cantik itu, bahkan tak berkedip menyaksikan performa. seseorang di atas panggung tadi.


"kasihan banget sih kamu kak, tapi maaf, aku nggak bisa lihat sahabatku, selalu bersedih." gumam Sheina dalam hati.


lalu, Sheina keluar dari dalam mall dengan masih setia mengfandeng Adrian. sang kekasih.


sementara itu, Anggun yang masih tertegun, karena penampilan Kenzo, tersadar saat Kevin menggenggam tanganya lembut.


kemudian, Kevin mengajak kekasihnya untuk pulang kerumah. karena memang, waktu sudah menunjukan pukul tiga sore.


Kevin tau jika Anggun, masih sangat menyayangi Kenzo. dirinyapun, sadar diri. tak akan pernah sebanding dengan seorang Kenzo Adiguna. pewaris kekayaan dari Adiguna Corp.


dengan perlahan, Kevin menyalakan mesin mobil Anggun. dirinya berencana akan mengantarkan gadis itu pulang ke rumahnya.


sementara itu, motor kesayanganya, ia titipkan di depan Mall. dan besok akan ia ambil saat berangkat sekolah.


beberapa kali, Kevin melirik Anggun yang masih terdiam di sampingnya.


membuat laki laki itu, terswnyum getir saat mengetahui sebuah fakta, jika dirinya hanya sebuah pelampiasan semata.


"gue janji sama loe, gue akan berusaha, agar bisa masuk dalam hati loe, dan mengganti nama laki laki itu di hati loe," ucapnya seraya tersenyum miris pada dirinya sendiri.


rasanya, lebih menyakitkan mencintai orang, yang tak pernah melihat kita, dan selalu menganggap kita sahabat, daripada kehilangan orang itu secara langsung.


Kevin masih melirik ke arah samping kemudinya, memastikan keadaan Anggun baik baik saja.

__ADS_1


dan tak terasa, mata Kevin berair dan dengan cepat, laki laki itu menghapusnya.


BERSAMBUNG......


__ADS_2