Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 61


__ADS_3

Sheina yang mendengar sumpahan dari sahabatnya itu, membulatkan matanya dengan sempurna.


"ish loe jangan ngomong gitu lah Vin, jahat banget loe," ucap Sheina mendegus kesal.


Kevin yang melihat tingkah sahabatnya itu, menggelengkan kepala. karena merasa pusing dengan tingkah gadis itu.


dirinya yang mengatai, tapi dirinya juga yang merasa kesal. dasar wanita memang selalu benar dan tidak mau mengalah.


"eh, tapi itu nggak akan terjadi, karena Adrian itu sayang banget sama gue," ucap Sheina tersenyum bangga


"dih pede banget Bu," ucap Adrian menyela perkataan meteka.


membuat Sheina seketika membulatkan matanya. " maksudnya, kamu nggak sayang aku,?" tanya Sheina setengah berteriak.


semua orang yang berada di sana, merasa terkejut dengan nada tinggi gadis itu.


"eh, sayang aku hanya bercanda tau, kok kamu reaksinya seperti ini,?" tanya Adrian yang merasa penasaran.


" ish kamu mah, jahat banget sih, untung aku nggak nanggapin serius, gimana kalau aku serius tadi, bisa bu..- " belum sempat Sheina melanjutkan kata katanya, Adrian sudah terlebih dulu memeluknya.


"maaf," ucapnya seraya mengelus kepala kekasihnya itu.


Sheina mendongak dan sedikit melonggarkan pelukannya. Adrian menghapus air mata yang jatuh membasahi pipinya.


"udah ah, nggak usah nangis lagi, gimana,? kalau hari ini, gue traktir. ," ucap Kevin. yang langsung,membuat semua orang menoleh kearahnya.


"dalam rangka apa loe baik sama kita,?" tanya Sheina. yang kini, sudah menampilkan wajah seperti biasa.


"eh, enak aja, gue selalu baik ya," protes Kevin. yang langsung, membuat Sheina tergelak.


Adrian dan Anggun yang melihat itu, hanya biaa menggelengkan kepala. " kumat lagi nih berdua," ucap mereka kompak.


"tapi gue nggak bisa kayaknya Vin," ucap Sheina terlihat murung.


Kevin yang melihat itu, mengerutkan keningnya. kemudian, menatap Anggun dan Adrian secara bergantian.


seakan meminta penjelasan pada kedua manusia yang ada di sana.


" dia ada pemotretan sore ini di Butik Melati ," ucap Adrian tersenyum kearah sang kekasih.


"Butik Melati, itu kan butik punya tante Selvy kan,?" tanya Anggun menebak.


Adrian dan Sheina menganggukan kepala. dan di sana, Sheina tampak murung.


"terus loe kenapa murung gitu,?" tanya Anggun yang melihat sahabatnya itu, terlihat murung tak bersemangat.

__ADS_1


"karena sebenarnya, gue belum mau untuk melakukan pemotretan itu," ucap Sheina tertunduk lesu.


"ya kalau loe belum siap ya jangan di terima, kalau loe merasa nggak enak, biar gue aja yang ngomong," ucap Anggun.


Sheina yang mendengarnya, langsung menggelengkan kepala ." nggak usah lah Nggun, lagian, ini hanya dua jam kok," ucap Sheina.


mereka bertiga, hanya menganggukan kepala saja. " loe mau kita temenin,?" tanya Anggun.


Sheina kembali menggelengkan kepala dan kembali melamun. sepertinya, gadis itu sangat tertekan mendapatkan tawaran itu.


"oke, sudah di putuskan, jika nanti sore setelah loe dari pemotretan, kita ke kedai seblak," ucap Kevin. yang embuat Sheina seketika sumringah.


"ayo gue mau," seru Sheina tanpa dosa. membuat Adrian dan Kevin yang melihatnya, langsung memasang wajah keheranan.


"bisa gitu ya, tadi aja murung, giliran dapat seblak, langsung sumringah," ucap Kevin seakan masih tak percaya.


"nggak usah heran sih Vin, wanita itu paling gampang di buat bahagia," ucap Anggun yang mendapat anggukan dari kedua laki laki itu.


...****************...


sementara itu, di ruanganya, Rian seperti sedang menelpon seseorang.


"halo, gimana, kamu sudah dapat foto dia,?" tanya Rian.


"sudah bos, semua sudah beres," ucap laki laki itu.


"maafkan aku Sheina tapi, hanya ini yang bisa aku lakukan. semoga, nanti kamu bisa mengerti," ucap Rian. entah apa yang di fikirkan laki laki itu.


setelah itu, Rian kembali mengerjakan tugas tugasnya. mengisi nilai para siswanya.


sore harinya,....


setelah dari sekolah, Sheina segera mandi dan bersiap siap untuk mengadakan pemotretanya. di lantai bawah, tampak Rian sudah bersiap siap dengan mengenakan jas berwarna putih.


kemudian, Sheina keluar dari kamarnya, dan menuruni anak tangga dengan memakai dres warna hitam.


sesaat kemudian, Rian tampak terpana dengan penampilan gadis itu.


"benar benar sempurna," ucap Rian tanpa berkedip.


Sheina yang telah sampai di lantai bawah, sesaat tertegun. dengan kehadirqn laki laki itu.


Sheina, kamu sekarang berangkat ya," ucap Bu Rianti pada sang putri.


"iya Bu, Sheina pesan taksi online sebentar," ucap Sheina hendak mengrluarkan ponsel dari tasnya.

__ADS_1


"enggak usah sayang, kan ada nak Rian yang menjemputmu," ucap Bu Rianti mencegah.


membuat Sheina, mengurungkan niatnya. dan memasukan ponselnya kedalam tas kembali.


"ada apa fengan Ibu, kenapa tiba tiba menyuruhku seperti ini,?" tanya Sheina dalam hati.


"kalau begitu, kami pamit dulu ya Bu," ucap Rian seraya meraih tangan Bu Rianti.


"iya, kalian hati hati ya," ucap Bu Rianti melambaikan tangan pada Sheina.


sesaat Sheina menoleh ke belakang. menatap pada sang Ibu. Bu Rianti yang tau, maksud dari sang Putri, hanya menganggukan kepala seraya tersenyum.


di dalam mobil, suasana tampal sangat hening sekali dan sesekali, Rian melirik pada gadis di sebelahnya.


ingin rasanya, laki laki itu, mengajaknya berbicara. tapi selalu merasa canggung karena Sheina selalu memandangi ponselnya dengan serius.


sesakali Sheina tersenyum membaca pesan dari sang kekasih yang begitu menggelitik baginya.


lalu, tanpa sadar, Sheina mengirimkan voice note pada kekasihnya itu.


"iya sayang, nanti aku kabari kalau sudah selesai," ucap Sheina.


twnpa gadis itu sadari, Rian yang berada di sebelahnya, mulai mengetatkan rahangnya. melihat dan mendengar keromantisan orang yang dia cinta.


hingga Rian tak sadar, menghentikan mobilnya secara mendadak. dan membuat Sheina terhantuk ke pintu mobil.


Sheina hanya menoleh sesaat dan kembali fokus dalam dunianya bersama sang kekasih. gadis itu, sama sekali tak menghiraukan seseorang di sampingnya.


"saya terganggu dengan suara kamu," ucapan yang keluar dari mulut Rian, membuat Sheina sesaat tertegun.


"untuk apa mrnjemput kalau terganggu dengan suaraku,?" ucap Sheina dalam hati.


kemudian, tanpa basa basi, Sheina membuka pintu dan menyetop taksi yang kebetulan lewat.


"Sheina tunggu," ucap Rian yang berusaha menghentikan gadis itu. tapi tidak terwujud karena Sheina, sudah berlalu pergi.


"arrgghh, bukan begitu swbenarnya maksudku," ucap Rian memukul stir mobil dan mengacak acak rwmbutnya frustasi.


setelah beberapa saat, Sheina dan Rian datang di tempat di adakannya foto Shoot. dan sesaat, Sheina tampak terpana dengan pemandangan di sana.


"wah, bagus banget tante, " ucap Sheina tampak terkagum kagum dengan pemandangan di depanya.


"iya, ini juga permintaan klien tante, karena katanya, mereka akan menikah di sini," ucap Bu Selvy tersenyum hangat.


Sheina yang mendengarnya, hanya menganggukan kepala. karena memang, tempat ini sangat cocok jika di gunakan untuk acara besar.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2