Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 95


__ADS_3

setelah acara pengenalan wali kelas, mereka semua, krluar dari kelas. karena, kegiatan belajar mengajar, akan di laksanakan esok hari.


"eh, Sheina kita ke kantin yuk, gue laper," Anggun menarik tangan sahabatnya itu.


mereka segera menyusuri koridor sekolah, hendak menuju ke kantin.


hingga mata Sheina, tak sengaja, melihat sesuatu, yang membuat hatinya bagai terhimpit batu besar itu.


"udah, nggak usah di lihat kita ke kanrin aja," Anggun kembali menarik tangan Sheina.


sementara Adrian yang sedang merangkul gadis di samoingnya itu segera melepasnya.


"kalau masih cinta, ya kejar dong, cemen amat mainin perasaan cewek," gadis itu segera mencibir Adrian yang masih terduduk.


"andai masalahnya nggak serumit itu, pasti gue udah lakuin dari dulu," gumamnya. kemudian, memejamkan matanya.


sementara itu, di kantin, Shina duduk di meja kantin swperti biasanya. dan tiba tiba, Anggun teringat akan sosok Kevin.


Anggun segera mengusap air mata yang telah jatuh itu.


"sudahlah, nggak usah di tangisi terus, gue punya pesan dari Kevin," Sheina mengusap bahu sahabatnya itu.


Nggun yang mendengarnya, mendongak dan menatap kearah Sheina.


"apa pesannya,?" tanyagadis itu dengan wajah penasaran.


"dia mau, loe bahagia sama Kak Kenzo," jawab Sheina seraya tersenyum tipis.


Anggun yang mendengarnya, menjadi semakin bingung. " kenapa harus sama kak Kenzo,?" tanya Anggun menautkan alisnya.


"karena aku, yang memang tulus mencintaimu sayang," bukan Sheina yang .enjawab.melainkan suara dari arah belakang.


membuat kedua gadis cantik itu, menoleh ke sumber suara. dan mendapati, Kenzo telah berdiri di pintu kantin.


untung saja, hari ini, kantin sangat sepi jadi tidak membuat gadis itu malu. perlahan tapi pasti, Kenzo melangkahkan kakinya, menuju meja permata hatinya itu.


"boleh aku duduk,?" tanya Kenzo sembari menatap lekat ke arah Anggun.


"boleh silahkan aja kak," Sheina akhirnya membuka suara.


Kenzo tersenyum tipis dan tatapannya, masih tak lekang dan masih menatap A ggun dengan diam.


"Nggun, minggu depan, aku berniat akan melamarmu dan dua hari setelahnya, aku akan menikahimu," ucap Kenzo dengan nada bersungguh sungguh.


Deg

__ADS_1


jantung gadis itu, serasa ingin lepas dari tempatnya saat mendengarkan ucapan dari laki laki itu.


"a-apa maksudnya kak,?" tanya gadis itu menatap tajam Kenzo. sementara, laki laki itu hanya tersenyum tipis.


"ini permintaan dari Kevin," Kenzo berkata dengan senyuman mengembangnya.


Sheina dan Anggun yang mendengatnya, memasang wajah yang berbeda.


jika Anggun memasang wajah terkejut, beda dengan Sheina. gadis itu, memasang wajah yang sabgat bahagia.


karena ternyata, bukan hanya dirinya yang di berikan amanat itu. melainkan juga Kenzo.


dengan gamblang, Kenzo menceritakan semuanya pada Anggun dan membuatnya sedikit terkejut dan sedikit merasa kesal.


kenapa, Kevin tak pernah mendatangi dirinya dalam mimpi,? gerutunya dalam hati.


"bagaimana, apa kamu setuju,?"tanya Kenzo seraya menepuk pundak gadis itu.


"terserah kak Kenzo saja," gadis itu tampak pasrah. hal itu, membuat laki laki itu sangat bahagia. dan segera menggenggam tangan Anggun dengan erat.


"terimakasih sayang," ucapnya seraya mengecup jemari gadis itu.


"ehem," Deheman Sheina, membuat kedua pasangan itu, menoleh. " di sini masih ada orang lho," Sheina sengaja mengeraskan suaranya.


keduanya malah menertawakan Sheina si bumil muda itu bersama sana. membuat Sheina, semakin mendegus kesal.


Kenzo yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis. kemudianengelus kepala gadis kesayanganya itu. " kamu tenang saja, aku sama Adei, itu nggak ada apa apa sekarang," senyuman laki laki tampak tulus.


dan hal itu, membuat Anggun percaya. dan mereka, segera memesan makanan. awalnya, Sheina ingin memakan makanan yang pedas.


namun, dengan tegas Anggun melarangnya. dsn mengancam, akan memberitahukan, keadaan yang sebenarnya, jika Sheina terus membantah.


dan denganemdegus, Sheina hanya memesan batagor goreng dan jus kelapa.


*****


sementara itu, Rian kini telah sampai di kediaman sang mertua. laki laki itu, memiliki firasat yang mengatakan, jika Sheina sedang menyembunyikan sesuatu.


setelah sampai di depan pintu rumah Pak Rayn, Rian segera mengetuk pintu dan tak lama, seorang wanita paruh baya, membuka pintu..


"maaf, mau cari siapa,?" tanya wanita paruh baya itu setelah membuka pintu.


"saya mau cari Pemilik rumah ini," ucapnya dengan nada datarnya. Art itu, segera menganggukan kepala dan menyuruh laki laki itu, untuk masuk kedalam.


tak lama, Pak Rayn dan Bu Rianti segera datang dan menghampiri laki laki, yang kini telah menjadi menantunya itu.

__ADS_1


"Nak Rian, ada apa kesini,?" tanya laki laki paruh baya itu. kemudian mereka berdua, duduk saling berhadapan.


"Pak, Bu, kenapa kalian tidak beritahu saya, kalau Sheina telah krmbali,?" tanya Rian dengan nada datar, tapi begitu menakutkan.


kedua manusia paruh baya itu, saling memandang satu sama lain, sebelum akhirnya berkata.


"kamisudah beejanji pada Sheina, untuk tidak memberitahukan ini pada siapapun, termasuk kepadamu," Bu Rianti berucap debgan nada lembutnya.


Rian yang mendengarnya, hanya bisa menghela nafas berat. laki laki itu, telah hafal dengan tabiat istrinya itu.


"kalau begitu, Rian minta izin, untuk masuk ke kamar Sheina boleh,?" tanya laki laki itu.


Oak Rayn dan Bu Rianti, sesaat saling memandang dan akhirnya menganggukan kepala.


******


sementara itu, Sheina yang baru keluar dari gerbang sekolah, mwrasa aneh. karena sepertinya ada yang terlupa.


tapi apa,? Sheina mengedikan bahu dan segera melajukan motornya.


hingga, gadis itu terkejut karena mendapati, seorang gadus meneriaki namanya. " kak Sheina," gadis itu aegera menolwh ke sumber suara.


dan beberapa saay, membuat Sheina terdian. dan detik berikutnya, gadis itu tertawa terbahak saat menyadari kekonyolanya.


"hahaha," Sheinasampaiengeluarkan air matanya saking kerasnya tertawa.


"kak Sheina kenapa ketawa sendiri,?" Neneng menghampiri dan tampak kebingungan.


"maaf Ya Neng, aku ketawa karena menyadari ke konyolanku, bisa. bisanya aku lupa sama kamu," tawa Sheina masih terdengar.


"ih, tega banget ninggalin aku, gimana nanti kalau aku di tinggal di sini, aku kan nggak tau arah jalan menuju ke rumah.' Neneng tampak cemberut.


"hehehe maaf ya Neng, namanya juga lupa," cengir Sheina.


kemudian, mereka segera meninggalkan area sekolah menunju ke rumah.


dan di tengah jalan, tiba tiba Sheina melihat ada abang abang tukang cilok yang sepertinya sangatenggiurkan.


"eh, kenapa kak,?" tanya Neneng yang merasa kebingungqn karena Sheina berhenti mendadak.


"aku pengen makan itu deh," tunjuk Sheina pada Neneng.


seketika, mata Neneng oun, juga ikut berbinar dan meneguk salivanya. karena, sudah lama dirinya ingin makan yang seperti itu.


karena di desanya, tidakada yang berjualan. "kakakmau,?" tanya Neneng. Sheina hanya menganggukan kepalanya.

__ADS_1


dengan segera, gadis polos itu turun dari jok belakang.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2