Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 49


__ADS_3

tak lama setelah hampir lima belas menit, Kevin dan Anggun, sudah sampai di depan rumah Anggun.


Kevin melirik kearah samping. dan benar ternyata jika gadis itu, masih melamun hingga sekarang.


"Nggun, kita sudah sampai," ucap Kevin seraya menyentuh bahunya pelan. dan benar saja, gadis itu langsung tersentak kaget begitu mendapat tepukan di bahunya.


"eh, iya Vin udah sampai ya,?" tanya Anggun melihat sekitaran.


Kevin hanya menganggukan kepala saat Anggun berbicara. dan setelah itu, Anggun keluar dari mobilnya dan masuk kedalam rumah.


namun, sesaat dirinya berhenti, tepat di depan pintu saat gadis cantik itu, menyadari sesuatu.


"eh, iya Vin loe pulangnya gimana,?" tanya Anggun saat sadar bahwa Kevin tak membawa kendaraan.


"eh, iya itu mah gampang, nanti gue naik ojek aja," ucapnya srraya menyunggingkan senyum lebarnya.


"emm soal omongan gue yang tadi, loe..." ucapan Anggun terhenti, saat mendebgar suara dari Kevin.


"udahlah, gue tau loe nggak sirius an sama omongan loe, lagipula, gue juga nggak masalah," ucapnya tersenyum manis. walaupun hati tentu masih sangat sakit.


"nggak Vin, gue bukan tipe orang seperti itu, gue adalah salah satu, orang yang pantang menarik kata kata gue, jadi gue harap loe mau bantu gue untuk bisa ngelupain dia," ucapnya lirih.


mendengarhal itu, wajah Kevin yang tadinya sendu, langsung berseri bahagia. " pasti, pasti gue akan bisa buat loe lupa aama dia," ucapnya seraya menggenggam tangan Anggun.


sementara gadis itu, hanya bisa menganggukan kepala dan tersenyum kecut.


"semoga memang bisa seperti itu," ucapnya dalam hati. seraya beberapa kali, menghela nafas dengan panjang.


"yaudah loe istirahat gih, terimakasih karena loe, udah mau nerima gue," ucap Kevin tersenyum tipis.


"bukan loe yang seharusnya bilang makasih sama gue, tapi seharusnya, gue yang berterimakasih sama loe," ucap Anggun tersenyum tulus.


"iya deh, sekarang loe masuk aja ya, udah mau malem soalnya," ucap Kevin saat melihat langit.


Anggun hanya menganggukan kepala dan segera masuk kedalam rumah. namun, langkahnya terhenti di ambang pintu. dan berbalik arah menatap Kevin.


"loe juga ya, hati hati pulangnya," ucap Anggun seraya melqmbaikan tangan.


Kevin hanya menganggukan kepala dan mulai memesan ojek onlin di ponselnya.

__ADS_1


tak lama, seseorang datang, dan menghampiri Kevin.


" dengan mas Kevin ya,?" tanya laki laki itu.


"iya mas benar, sesuai aplikasi ya,?" ucapnya memastikan.


dan tak lama setelah itu, Kwvin segera berlalu pergi dari rumah Anggun dengan ojek online.


"semoga saja, gue beneran bisa membuka hati buat loe Vin, karena memang kak Kenzo, sudah ada calon," ucapnya seraya menutup tirai di jendela


gadis itu, segera masuk kedalam kamarnya. karena memang, kedua orang tuanya belum pulang dari bekerja.


sesampainya di kamar, Anggun segera membersihkan diri. setelah itu, menunaikanya sebagai umat muslim.


"Ya Allah, jika memang, dia bukan jodohku, maka hapuskan lah, rasa ini dari hatiku, agar aku bisa mengidi nama orang lain disini," ucap Anggun seraya menangis sesenggukan di atas sajadahnya.


Anggun, memang hanya menceritakan semua kegundahanya, pada sang pencipta, jika hal itu, menyangkut hatinya.


bahkan kedua orqng tuanya pun, hanya melihat, jika dirinya adalah sosok gadis yang sangat kuat. karena memang, Anggun tak pernah membagi kisahnya, dengan orang lain.


...****************...


siapa lagi, jika bukan Sheina. bahkan sedari tadi, gads itu sudah menghubungi Kevin berkal kqali tap, tak pernah di angkat.


tak lama, terdengar suarq ponsel miliknya berdering. dan dengan segera, gadis itu menyambar beda pipih itu dan mengangkatnya saat dirinya tau, jika Kevin yang menghubunginya.


"halo Vin, loe sama Anggun, baik baik aja kan,?" tanya Sheina tanpa basa basi.


"weh tenang dulu napa, orqng baru ngangkat telpon, bukanya ngucapin salam, malah di tanyayang aneh aneh," gerutu Kevin. seraya mendegus kesal.


sontak saja, mendengar ucapan dari Kevin,membuat Sheina nyengir kuda.


"hehe, maaf lupa," ucapnya tersenyum lebar.


"huh, dasar, loe kenapa telponin gue daei tadi,? lihat nih sampai banyak banget panggilan dari loe,?" tanya Kevin seraya menunjukan beberapa panggilan masuk dari Sheina, yang sengaja Kevin kirim kan lewat oesan singkat.


"hehehe, maafin gue lah Vin, namanya juga orang panik, " ucapnya trrdengar nada suara yang menghawatirkan.


"hmm gue nggak papa, eh tapi, thanks lo ya, loe udah menghawatirkan keadaan gue," ucap Kevin tersenyum lembut.

__ADS_1


"ralat, bukan keadaan loe. tapi, keadaan kalian terutama sahabat gue Anggun," ucapnya terkekeh pelan. karena Sheina yakin, setelah ini, dirinya akan segera di maki maki oleh laki laki itu.


"heh loe tuh ya bener bener jadi temen nggak ada aklak," ucap Kevin memaki gadis itu.


membuat Sheina, hanya bisa terkikik geli membayangkan ekspresi wajah Kevin saat memaki maki.


pasti, sangat lucu dan menggemaskan. bahkan, saking menggemaskannya, mungkin Sheina berniay akan mencekiknya.


"hehe loe lucu tau kalau lagi marah gini, imut banget sampai oengen nyekek," ucapnya terbahak.


"kurang ajar! dasar memang sahabat nggak ada akhlak," ucapnya seraya mendegus kesal.


dan justru karena hal itu, membuat mereka semakin berwarna dalam berteman.


"bte, makasih ya, loe udah perhatian sama gue, ya walaupun terpaksa," ucap Kevin berpura pura kesal. padahal, di dalam hatinya, sangat senang saat mendapatkan perhatian dari sahabatnya.


ia merasa beruntung, bisa di pertemukan dengan keluarga yang sangat baik bak malaikat sepwrti keluarga Atmanegara itu.


orang orqngnya, tak pernah merasa dirinya berada di atas, walaupun dari kalangan pengusaha. ya walaupun, keluarga Sheina pernah berada di titik terendah, tapi itu hanya bertahan beberapa saat.


karena memang, kenyataanya, keluarga Sheina adalah keluarga yang sangat baik. jadi Allah, hanya menguji tentqng, ekonomi, hanya sesaat pula.


dan kini, perkebunanya, semakin luas dan berjaya dan tak di pungkiri, jika hal itu, membuat keluarga Kevin, juga ilut kebagian berkah rezekinya.


lama mereka saling terdiam, menyelami pikirqn masing masing, akhirnya Kevin memutuskan untuk membuka percakapanya kembali dengan Sheina.


"eh iya, besok kan libur yq Sheina,?" tanya Kevin.


"iya, terus,?" tanya Sheina yang masih tidak mengerti arah pembicaraan laki laki itu.


"gimana kalau kota bikin rujak buah sana eskrim di rumah loe,?" ucap Kevin memberikan usul.


Sheina tak langsung menjawab. gadis itu, menimang nimang perkataan Kevin.


dan setelah sekian lama, akhirnya Sheina mengangguk setuju.


"oke, besok kita buat rujak buah dan cemilan di rumah gue, lagipula, besok Bapak sama Ibu, nggak ada di rumah," ucap Sheina pada akhirnya.


membuat Kevin tersenyum lebar.

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2