Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 28


__ADS_3

Sheina sangat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh gurunya itu. dan dengan cepat, Sheina segera bangkit dari tubuh gurunya itu.


dengan jantung yang sedikit deg degan, Sheina metapikan baju dan rok sekolahnya.


"gak sopan!!" ucap Sheina seraya berlalu pergi dari ruangan itu. meninggalkan Rian yang hanya terdiam di tempatnya.


dan setelah Sheina menghilang di balik tembok, Rian baru tersadar dengan apa yang telah di lakukanya.


"aargggh apa yang baru saja gue lakuin,?" tanya Rian pada dirinya sendiri seraya menjambak rambutnya.


ia yakin, setelah kejadian ini, Sheina akan semakin membencinya. sungguh, demi apapun, Rian tak bermaksud melakukanya.


ia hanya terbakar api cemburu karena kedekatan Sheina dan Kevin yang sepertinya, semakin akrab saja.


ditambah, dengan kebersamaan Sheina dan Adrian tadi pagi yang membuat dirinya, semakin emosi saja.


lah loe sapa ngatur ngatur asheina,?" mode mamak mamak judes. wkwkwk


"apa yang harus gue lakuin, untuk bisa meluluhkan dia,?" tanya Riqn serays menyandarkan kepalanya, di sandaran kursi.


"mungkin memang takdir gue yang harus merasakan sakit berkepanjangan," gumamnya lirih. ia merasa sangat frustasi dengan keadaan ini.


mungkin juga, ini adalah karma karena dulu dirinya, sering memandang orang, dengan melihat luarnya saja. tanpa mengetahui dalam atau isinya.


ia kemudian, kembali ke komputer, untuk mengecek hasil ulangan onlen para siswanya. sekaligus, memfokuskan diri, agar tidak terlalu memikirkan Sheina.


...****************...


sementara itu, di kantin, Sheina yang baru datang, langsung menghempaskan tubuhnya di kursi kantin. membuat Kevin dan Anggun yang sedang menyantap makananya, menjadi kaget. dan spontan, mengeluarkan kata kata lucu.


"eh, anak kodok loncat" ucap Kevin hingga beberapa kali. dan hal itu, sukses membuat Sheina dan Anggun tertawa terbahak.


"hahaha Ya Allah, gue nggak nyangka kalau ternyata, loe latah juga," ucap Sheina seraya masih memegangi perutnya yang terasa sakit akibat tertawa.


hal itu, membuat Kevin mendegus kesal dan memukul lengan Sheina dengan pelan " ya loe dateng dateng ngagetin," ucap Kevin.


"hehe sory sengaja," ucapnya nyengir kuda.


mrmbuat Anggun yang melihat kedua sahabatnya itu, hanya bisa menggelengkan kepala.


"eh iya Sheina, tadi loe kenaoa minta tolong,?" tanya Anggun. yang teringat akan pesan sahabatnya itu.

__ADS_1


membuat Sheina yang tertawa, mendadak memasang wajah kesal karena teringat akan tingkah Rian.


"huh, nanti gue ceritain, sekarang gue laper mau makan, " ucapnya seraya memalingkan wajahnya. pertanda, tak ingin, membahas soal yang baru saja terjadi.


Anggun hanya menganggukan kepala seraya teesenyum tipis.


"nih, tadi udah gue pesenin, tapi udah agak dingin. loe sih kelanaan di ruabg guru," ucap Kevin seraya menyodorkan semangkok bakso rawit beserta es teh.


"makasih Kevin sayong," ucap Sheina seraya menggeret mangkuk dan segera memakanya.


membuat Anggun dan Kevin yang melihat itu, hanya bisa menggelengkan kepala karena tingkah sahabat mereka itu.


"jangan keseringan manggil sayang, nanti kalau loe baper, gimana,? gue nggak mau tanggung jawab," ucap Kevin.


membuat Sheina yang mendengar ucapan sahabatnya itu, reflek menghentikan kegiatan makananya.


"enggak akan pernah!!," sahut Sheina seraya melanjuykan makannya.


"iya, lagian gue kan punya ayang di bandung," ucap Kevin seraya tersenyum senang.


"cih, kayak ayang loe setia aja di sana," ucap Sheina mencibir. membuat Kevin, yang tadinya tersenyum, mendadak cenberut karena ucapan gadis itu.


"hais jangan gitu dong Do'anya, nanti kalau beneran gimana,?" tanya Kevin.


"heleh, loe bisa ngomong gitu, karena loe belum ngerasain yang namanya jatuh cinta, coba aja loe jatuh cinta, pasti juga bakalan bucin," ucap Kevin balik mencibir.


membuat Sheina seketika memukul lengan laki laki itu.


"nggak pernah dan nggak akan pernah," ucapny dengan penuh semangat.


"hah jangan berkeyakinan penuh, siapa tau orang yang loe benci saat ini, bisa jadi orang yang loe bucinin suatu saat nanti," ucap Anggun mengingatkan.


membuat Sheina, seketika menghentikan aktivitas makannya.


"loe kenapa Sheina,?" tanya Kevin yang melihat sahabatnya itu mendadak diam.


"kata kata Anggun persis seperti kata kata ibu beberapa hari yang lalu," ucap Sheina seraya mengingat ingat ucapan ibunya.


"ya memang,kali ini, gue berkata jujur dan memang benar, makanya loe jadi orang, jangan takabur, karena hanya Allah yang bisa membolak balikan hati manusia," ucap Kevin meninpali.


"enggeh pak ustadz bu Ustadzah," ucap Sheina seraya tersenyum manis.

__ADS_1


"yee nih anak bukanya makasih karena udah di jasih tau, malah ngeledek," ucap Kevin melempar saouu tangan kearah Sheina


"Kevin!!," teriak Sheina. karena gadis itu tau jika sapu tangan itu, bekas Kevin.


membuat Kevin tertawa terbahak di ikuti oleh Anggun dan beberapa siswa lain. termasuk juga Adrian. laki laki itu, bahkan sudah berada di kantin dari semenjak, bel istirahat berbunyi.


dirinya, ingin nelihat keseruan yang di ciptakan oleh Sheina cs. dan kebukti, sekarang mereka semua merasa terhibur dengan tingkah Sheina dan teman temanya itu.


mereka merasa jika geng persahabatan Sheina cs, lebih menyenangkan. sehingga, mereka berniat untuk bergabungkedalam geng tersebut.


"awas loe," ucapnya seraya mencoba menarik baju seragam Kevin. membuat laki laki itu, reflek menghindar.


"wlee nggak kena," ucap Kevin seraya menjulurkan lidahnya.


tiba tiba, Sheuna mempunyai rencana liciknya. ia reringat akan ucapan Pak Diki, Ayah Kevin, jika Kevin mempunyai ketakutan pada ranbutan.


walaupun, phobianya hanya bersifat ringan dan bertahan lima menit, tapi mungkin cukup lah untuk memberikan sedikit pelajaran.


bluk


Sheina melempar dua buah rambutan ke tubuh Kevin. membuat laki laki itu, seketika langsung menjerit dan naik keatas kursi.


"eh, kadal bunting," ucap Kevin spontan seraya manaiki atas meja kantin yang kosong.


hahahaha


membuat semua orang tertawa renyah karena kekakuan trio bon cabe itu.


yap mulai sekarang, Sheina dan teman temanya, di juluki Trio Boncabe oleh para teman temanya. dan mengganti nama sapaanya yang sebelumnya di sematkan.


Bu Winda dan para guru yang lain, yang kebetula makan di sana, hsnya bisa menggelengkan kepala seraya tersenyum manis.


ia merasa Sheina sedikit banyak berubah, semenjak berteman dengan Anggun dan Kevin.


"ada ada aja mereka ini," ucap Bu Winda seraya menggelengkan kepala melihat tingkah anak didiknya itu.


sementara itu, di tempat yang sama, ada sepasang mata yang menatap tingkah Sheina dan Kevin, dengan tatapan tajamnya.


siapa lagi, jika bukan Rian. laki laki itu, menyusul Sheina saat sudah membereskan pekerjaanya.


"sabar Pak, jangan terlalu cemburu," bisik pak Andi seraya menepuk punggung Rian.

__ADS_1


Rian hanya menoleh dan menganggukan kepala. walaupun, hatinya bertolak belakang dengan ekspresi wajahnya saat ini.


BERSAMBUNG......


__ADS_2