
tak lwma setelah itu, ada dua orang gadis yang menghampiri Sheina dan teman temanya.
"hai boleh ikut gabung nggak,?" tanya mereka.
membuat Sheina dan teman temanya, mendongak dan mendapati dua gadis cantik, yang sedang menatapnya, dengan tatapan penuh harap.
"boleh silahkan aja," ucap Sheina tersenyum tipis. membuat Anggun dan yang.lainya, melongo dengan reaksi Sheina.
"loe serius mau nerima mereka,?" tanyaAnggun seraya melirik tajam kearah dua gadis itu.
membua mereka berdua, menundukan kepala karena merasa qkut dengn tatapan Anggun.
"nggk msalah, lagipula kita semuait teman, dan gue udah maafn mereka," ucap Sheina tersenyum tulus. mmuat Adrian semakin terpana saja di buatnya.
"nggak salah gue milih loe Na," gumamnya dalam hati.
"kalian boleh aja duduk di sini, tapi kalau untuk menjadi teman kita, jangan dulu, karena gue udah ada anggota baru yang masuk," ucap Kevin seraya menatap Adrian.
membuat kedua gadis itu, menganggukan kepala dan memilih memakan makananya.
mereka sangat mengerti dengan sakit hati yang di alami oleh Sheina. dan mereka tidak akan memaksa, jjka memang, Sheina dan teman temanya, belum bisa memaafkanya.
...****************...
sementara itu, di toilet sekolah, Shandy sedang berteriak histeris di dalam sana.
"ber3n9s3k kian semua, awas saja, gue nggak akan pernah melupakqn kejadian ini, dan gue pastikan, akan membalas perbuatan kalian semua," ucapnya berapi api.
tak lama, kedua teman laki lakinya, datang menghampiri Shandy yang masih sangat marah dengan guratan tajam di wajah gadis itu.
"apa kita lakuin sekarang saja,?" tanya Rifky pada Shandy.
tiba tiba, Shandy menatap lurus kedepan. dengan tatapan menyerigai yang begitu menakutkan. hingga membuat Rifky dan Indra, bergidik ketakutan. karena mengira jika teman mereka sedang mengalami kerasukan.
"loe nggak lagi kerasukan kan,?" tanya Indra yang melihat tatapan Shandy.
sontak saja,perkataan Indra, membuat gadis itu, menatapnya tajam. membuat Indra nyengir kuda.
"hehe pis," ucapnya, mengacungkan fua jari membentuk huruf V.
"loe berdua tenang aja, rencana kita, tetap berjalan dengan semestinya.tapi kita juga harus membuat kejadian ini, semurni mungkin agar semua orang, tidak menaruh curiga," ucap Shandy menatap penuh amarah dan tersenyum menyerigai.
"mereka harus tau, dengan siapa mereka berhadapan," lanjutnya. dan mereka bertiga, keluar dari ruangan itu. dan menyisuri koridor sekolah dengan santainya.
__ADS_1
bahkan gadis itu, twk memperdulikan pakaianya, yang basah karena air. membuat Shandy, menjadi pusat perhatian oleh satu sekolah.
percis seperti waktu dulu, Sheina masih menjadi gadia abnormal.
namun sekarang, justru malah dirinya, yang menjadi pusat perhatian.
memang benar Tuhan sangat adil pada setiap hambanya. dulu Sheina menjadi bahan olok olokan, sekarang giliran si pembuli yang merasakan olok olokan itu. adil bikan,?
tak sengaja, saat Shandy melewati ruang guru bersama Indra dan Rifky, dirinya berpapasan dengan Sheina dan Kevin.
membuat Shandy, seketika menatap gadis itu, dengan tatapan membunuhnya. namun, Sheina yang melihatnya, bukan malah takut, tapi malah menampilkan senyuman manisnya.
membuat Shandy, semakin geram saja di buatnya. " awas loe, dasar pembawa sial, anak kutukan," ucap Shandy seraya menabrakan tubuhnya, di tubug Sheina.
membuat Sheina dan Kevin, yang melihat itu, hanya tersenyum tipis. seraya menggelengkan kepala karena tingkah Shandy.
bel pulang sekolahpun berbunyi. membuat semua para siswa, berhambur keluar kelas seperti anak ayam yang di lepas dari kandangnya.
termasuk juga Kevin dan Sheina. mereka keluar dari kelas dan mendapati Adrian sudah berdiri di pintu depan.
"loe udah di sini aja ," ucap Kevin. membuat Adrian yang mendengarnya, hanya menganggukan kepala.
"yaudah gue balik dulu ya, inget tuh masih anak orang, jadi harus di balikin segera," ucap Kevin tertawa. kemudian melangkahkan kakinya, meninggalkan Adrian dan Sheina.
"loe ikut gue ya," ucap Adrian seraya menarik tangan Sheina.
"kemana,!" tanya Sheina bingung.
"udahlah ikut gue aja, gue nggak akan macem macem kok, gue janji bakal balikinoe dengan keadaan utuh," ucap Adrian.
"ish Kevin somplak loe dengerin," gerutu Sheina seraya memanyunkan bibirnya. membuat Adrian yang melihatnya, tersenyum geli.
mereka berjqlanenyusuri koridor sskolah dengan masih bergandengan tanga. membuat sebagian siswa yang melihatnya, berasumsi jika Adrian dan Sheina telah berpacaran.
termasuk juga Rian laki laki itu, menatap pandangan itu, dengan tqtapan sendu.
ia merasa kalah karena sudah keduluan Adrian dalam mendapatkan Sheina. tak lama kemudian, senyumnya terbit. membuat dirinya seperti orang gila.
karena kadang sedih kadang senang. hingga membuat Bu Winda yang kebetulan lewat, menepuk bahu Rian dengan sedikit keras.
"bapak nggak apa apa,?" tanya Bu Winda. membuat Rian seketika menghentikan senyumanya.
"tidak apa apa Bu Winda," ucapnya memasang wajah datar.
__ADS_1
membuat Bu Winda yang mendengarnya, merasa sedikit lega.
"syukurlah saya fiir, pak Rian sedang kerasukan karena tadi saya lihat Bapak sedih lalu, tersenyum sendiri ," ucapnya mengelus dada karena merasa lega.
"iya Bu, saya tidak apa apa," ucap Rian tersenyum kecil.
dalam hatinya, ia menggerutu kesal mendengar ucapan rejan sesama gurunya itu. bisa bisanya, dirinya di katakan gila. padahalkan, dirinya hanya Stres. xixixi. canda ya babang Rian.
lalu, setelah merasa aman, Bu Winda memutuskan untuk keluar dari Ruangan Rian dsn kembali keruangannya. yang terletak berhadapan dengan ruangan Rian.
sementara itu, Rian kembsli di sibukan dengan rangkuman nilai ulangqn para siswa.
...****************...
sementara itu di paekiran, Sheina tengah menjadi pusat perhatian karena mendapatkan perlakuan spesial dari salah satu idola sekolah.
membuat para siswi yang melihatnya, menjerit iri pada Sheina. yang di perlakukan begitu sempurna.
"duh gue mau dong jadi Sheina sebentar aja, " ucap salah satu gadis itu.
"kalau gitu, gue juga mau lah," timpal yang lain.
sementara Kevin dan Anggun yang masih berada di sana, menatap kearah depan, drngan tatapan bahagia, dan senyum bahagia pula.
"awas Sheina, pegangan yang kenceng, nanti kalau di bawa kabur sama Adrian, kabari gue ya," ucap Kevin tersenyum jahil.
membuat Sheina seketika menoleh dan mendapati kedua temqnya itu tersenyum.
"emang Adrian mau bawa gue kemana,? orang kita cuma jalan jalan aja," ucap Sheina mencebikan bibirnya.
"ya siapa tau kan mau di bawa kabur," ucap Kevin lagi.
"kemana,?" tanya Sheina bingung.
"kepelaminan,"ucap Kevin tergelak. sontak saja, Sheina yang mendengarnya langsung membulatkan mata.
"ish resek loe" ucap Sheina mencebikan bibirnya membuat Kevin dan Anggun tersenyum geli. sementara Adrian, laki laki itu, tetap tersenyum tipis.
"udahlah ayo kita pergi," ucap Adrian seraya memakaikan helm pada Sheina.
membuat wajah gadis itu, bersemu mwrah karena menahan rasa di dadanya
BERSAMBUNG.........
__ADS_1