
bel pulang sekolah pun berbunyi. semua siswa/siswi keluar kelas dengan perasaan bahagia. termasuk juga Sheina dan teman temanya.
walaupun hari ini free, alias tidak ada pelajaran. namun, jadwal pulangnya masih seperti biasa. itu sengaja di buat peraturan seperti itu, agar semua siswa bisa disiplin.
setelah semua berkumpul di parkiran, mereka berempat segera berangkat menuju mall yang paling dekat dengan sekolahan.
tak lama setelah lima belas menit berkendara, mereka semua telah sampai di depan sebuah mall yang cukup besar di kota itu.
mereka segera turun dari kendaraan masing masing. dan langsung bergandengan tangan dengan pasangan maaing masing.
eh, ralat Anggun dan Kevin, belum menjadi pasangan ding. mereka masih dalam masa masa pendekata.
Sheina dan Adrian masuk kedalam toko baju dan segera, memilih gaun yang akan di perlukan nanti saat pesta dansa.
"eh, ini bagus nggak Ian,?" tanya Sheina pada sang kekasih.
"kalau kamu yang memakainya, semua akan terlihat bagus kok sayang," ucap Adrian rerswnyum tipis.
"dih, gombal aja terus, orang aku nanya betulan juga," ucap Sheina mengferutu kesal.
"bener sayang, kamu itu pakai apa aja bagus kok, serius aku nggak bohong," ucap Adrian, menatap wajah sang kekasih dengan mata yang memancarkan, kesungguhan hati.
"emm yaudah deh aku beli yang ini aja," ucap Sheina. akhirnya memilih apa yang di pilihkan oleh kekasihnya.
tanpa mereka sadari, dua orang manusia telah berada di sana, dengan memasang wajah yang berbeda satu dengan yang lain.
"kalian udah selesai,?" tanya dua orang itu. membuat Adrian dan Sheina yang sedang saling menikmati kemesraan, menoleh kearah sumber suara.
sontak saja, ucapan dari belakang itu, membuat Sheina terkejut. negitupun dengan Adrian. tapi, dengan cepat, laki laki itu bisa mengontrol ekspresi wajahnya.
Sheina hanya bisa menjawab pertanyaan Kevin, dengan cengiran saja. sementara Adrian, laki laki itu seperti biasa. hanya memasang wajah datar.
"e-eh, kalian udah selesai ya,?" tanya Sheina seraya bersikap tenang.
oh, ayolah Sheina, mereka hanya teman temanmu bukan suami atau kedua orang tuamu. lagipula, mereka pas5i akan merasa bahagia saat melihatmu bahagia.
"udah ayo kita makan siang, atau nyemil kentang goreng, mumpung kita masih ada di mall," ucap Adrian memberikan topik baru. agar sang kekasih tak terlalu merasa malu. akibat kepergok barusan.
"wah boleh tuh, aku mau kentang goreng sama es cream deh," ucap Sheina dan Anggun secara bersamaan.
__ADS_1
membuat dua laki laki di belakang, tersenyum heli seraya mengfelwngkan kepala. melihat tingkah kedua gadis cantik yang ada di depanya itu
kemudian, mereka berempat segera memasuki restaurant yang berada di mall tersebut.
"wah, ramai juga ya, kalau begitu kita duduk di sana saja," ucap Sheina seraya menatik tangan Adrian. membua5 laki laki itu, hanya menurut saja.
sementara Kevin dan Anggun, mereka berdua juga hanya bisa menurut saja kemauan Sheina.
di sepanjang jalan tadi, mereka hanya terdiam berbeda dengan keseharian mereka ywng begitu berisik dan pecicilan.
Sheina yang melihat iru, menjadi tidak nyaman dan memilih mengajak sang kekadih untuk memesan makanan.
"eh, Ian kita pesen makanan yuk," ucap Sheina dengan masih menarik tangan kekasinya itu.
sontak saja, ucapan Sheina yang baru saja trrlontar dsriulutnya, membuat Anggun mendongakkan kepala.
"loe mau kemana,?" tanya Anggun.
"emm gue mu pesen sendiri aja, sialnya alau nunggu pelayan suka lama," ucap Sheina.
Anggun yang mendengarnya, hendak melakukan protes. tapi dengan cepat, di selak oleh Sheina.
pergi dengan mengembangkan senyum pada Kevin. yang tentunya hanya bisa di saksikan oleh Kevin dan Sheina saja.
"loe bener bener temen ter the best Sheina," ucap Kevin dalam hati seraya tersenyum dan melirik kearah Anggun.
dulu, ia bersikukuh tidak akan pernah jatuh cinta, pada gadis lain, selain kekasihnya. namun, kata kata itu, harus dirinya tarik kembali saat mendapatkan sesuatu yang tidak pernah ia harapkan sebelumnya.
sementara itu, Sheina sedang tersenyum penuh arti. hingga memnuat Adrian, merasa hetan dengan kelakuan kekasihnya itu.
"kamu kenapa sayang, kok dari tadi senyum senyum sendiri,?" tanya Adrian.
"eh, nggak papa kok Ian," ucapnya seraya menarik tangan Adrian untuk menuju pesanan. tak lama setelah itu, terdengar ponsel Sheina berdering.
"sayang. ponselmu bunyi tuh," ucap Adrin seraya menepuk bahu kekasihnya.
karena, sedari tadi, gadis itu hanya melamun seraya tersenyum sendiri.
sontak saja, ucapan dari kekasihnya itu, membuat Sheina tersadar dari lamunanya. dan degan segera, Sheina mengambil ponsel yang brrada di tas ransel miliknya dan terlihat nama Kenzo di sana.
__ADS_1
" assalamu'alaikum halo kak Kenzo, ada apa,?" tanya Sheina. merasa heran karena tumbenan, laki laki itu, menghubunginya.
"wa'alaikum salam kalian ada di mana,?" tanya Kenzodari seberang sana.
"oh, kita lagi ada di mall Xx "ucap Sheina.
"ya udah kak Kenzo susul ya," ucapnya.
"eh, ggak usah kak kita juga mau pulang kok, kita kemari hanya membeli baju untuk acara aniv sekolah," ucap Sheina.
"enggak papa, pokoknya, Kak Kenzo jemput sekarang ya, assalamu'alaikum" ucapnya seraya menutup panggilan itu.
"eh, wa'alaikum salam," ucapnya seraya memasang wajah lesu. "duh, gimana ini,?" tanya Sheina pada dirinya sendiri.
"sayang, " ucsp Adrian seraya menepuk bahu kekasihnya dengan pelan. membuat Sheina, seketila terlonjak kaget. hampir saja, dirinya terjengkang ke belakang jika Adrian tak menarik tangan gadis itu.
"kamu itu kenapa sih, kok, kayak orang ketakutan gitu,?" tanya Adrian merasa keheranan.
"eh, nggak papa kok, tadi kamu ngomong apa,?" tanya Sheina.
membuat Adrian seketika menghela nafas panjang. " itu tadi siapa yang telpon kamu,?" tanya Adrian.
"oh, ini kak Kenzo," ucap Sheina. membuat Adrian semakin penasaran. jarena setahu dirinya, kekasihnya itu, tak pernah memiliki teman laki laki kecuali Kevin.
"siapa dia,?" tanya Adrian dengannada di buat senatural mungkin agar Sheina tak curiga.juks dirinya sedang Kepo.
namun, percayalah jika kecerdikan seorang wanita itu lebih tinggi dari oada laki laki. wanita bahkan memiliki unsting yang sangat kuat.
jadi, bisa mengetes laki laki itu, cemburu atau tidak.
"kamu cemburu ya Ian,?" pertanyaan yang keluar dari mulut Sheina, sontak saja memnuat Adrian tertegun sesaat.
"bagaimana bisa, dia tau kalau aku sedang cemburu,?" tanya Adrian dalam hati.
kediaman Adrian yang seperti itu, membuat Sheina semakin yakin, jika kekasihnya itu, sedang cemburu. dan diam diam, Sheina mengulum senyum dengan tingkah kekasihnya itu
"enggak aku nggak cemburu,' ucap Adrian. mengelak dengan cepat.
membuat Sheina menganggukan kepala dan kembali berjalan untuk membeli kentang goreng.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....