Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 109


__ADS_3

"kamu harus berhati hati Na, ada orang yang mau nyelakain kamu," terdengar nada suara Adrian sangat serius.


hal itu membuat Sheina seketika menegang. tiba tiba, firasat buruk seperti menghantuinya. apalagi, di tambah dengan mimpi buruk akhir akhir ini.


membuat gadis itu semakin takut saja di buatnya. Rian yang mendengarnya, segera merebut ponsel itu dari tangan Sheina.


"heh, kamu jangan nakut nakutin istri saya ya," Rian tampak berkata dengan nada tidak sukanya. Adrian yang mendengarnya, terdengar hanya tersenyum kecil.


" saya nggak bercanda Pak Rian, sayaserius kalau amda tidak bisa menjaga Sheina, biar saya saja yang menjaganya," Adrian berkata dengan nada lugasnyq.


seolah kata kata yamg di ucapkanya, tidak berpotensi menyamiti orang lain.


"jangan mimpi!!" sentak Rian. seraya mematikan panggilanya.


setelahnya, mobil segera melaju dengan ritme sedang. Rian sesekali menoleh pada sang istri yang tampak terdiam sedari tadi.


wajahmya tampak begitu bersedih. tangan Rian terulur mengelus pumdak istri kecilnya itu. " tenanglah semua akan baik baik saja," tangannya memgusap pundak gadis itu.


Sheina menoleh dan memganggukan kepalanya. gadis itu seperti memiliki firasat buruk.yang begitu pekat.


tak lama berselang, mobil yang mereka tumpangi, telah sampai di area perumahan Rian. setelah sampai, Rian segera turun dan membuka pintu untuk sang istri.


mereka segera masuk ke dalam rumah, dan langsung meuju ke kamarnya.


"kamu nggak usah terlalu banyak fikiran sayang, semua itu hanya mimpi," Rian tampak menggenggam tangan istri kecilnya itu.


sementara Sheina yang mendengarnya, hanya menganggukan kepalanya saja. mereka akhirnya memutuskan untuk beristirahat.


******


pagi harinya, mereka akan berangkat ke sekolah bersama. karena Sheina sudah memutuskan, akan memberitaukan, tentang hubungannya dengan Rian pada semua orang.


baru saja gadis itu akan membuka pintu mobil dan masuk, tiba tiba ponselnya berdering menandakan ada oesan masuk.


...jangan coba coba lakukan hal itu atau kamu ingin bernasib sial...


begitulah isi pesan dari nomor yang tidak di kenal. hal itu membuat Sheina sedikit syok di buatnya. namun. dengan cepat, gadis itu kenepis perasaan aneh yang ada di dalam hatinya.


gadis itu segera masuk ke dalam mobil dan tak lama, Rian juga masuk ke dalam mobil. mereka ssgera berangkat.


selama dalam perjalanan, suasana tampak sangat hening..terlebih Sheina tak rnenguarkan sepatah katapun.

__ADS_1


hal itu membuat Rian semakin merasa aneh di buatnyq. " kenapa sayang,?"tanya laki laki itu dengan menyentuh pundak sang istri secara perlahan.


Sheina yang sedari tadi hanya melamun saja, terperanjat kaget karena mendapat sentuhan secara tiba tiba.


"eh, Mas ngagetin aja sih," gerutunya seraya mengelus dada karena merasa kaget.


Rian yang melihat reaksi istri kecilnya itu, hanya bisa tersenyum geli di buatnya.


tak berapa lama, mereka telah sampai di gerbang sekolah. Sheina dan Rian, segera turun dari mobilnya.


mereka tampak bergandengan tangan saat melewati koridor sekolah. dan hal itu tak luput dari tatapan para siswa.


mereka semua tampak sedikit terkejut karena para siswa berfikiran jika Sheina masih menjadi kekasih dari Adrian. tapi mengapa sekarang Sheina menjalin hubungan dengan guru mereka,? berbagai pertanyaan muncul di dalam benar mereka.


Sheina dan Rian yang sebenarnya tau akan bisikan bisikan itu, memilih untuk mengabaikamnya saja. dan terlebih lagi Rian. laki laki itu akan memberitahukan yang sebenarnya.


sesampainya di kelas yang menjadi tempat belajar sang istri, Rian segera pamit. " masuk sana, nanti keburu ada orang yang lihat," Rian betkata seperti itu, sebenarnya hanya menggoda saja.


namun, sepertinya Mood Ibu hamil itu sedang tidak baik baik saja. terbukti dengan tatapan tajamnya. " ya udah sana," ucapnya ketus.


kemudian, berlalu pergi dari sana dan masuk kedalam kelas.


namun, hal itu urung di lakukan lantaran semua siswa berbondong bondong datang dan masuk kekelas masing masing.


"ah nanti saja lah," gumamnya dan berlalu pergi.


di dalam kelas, seperti biasanya, Sheina mendapati gadis yang bernama Shandy itu menatapnya demgan tatapam yamg berbeda.


namun, Sheina berusaha tak menghiraukanya. dan tak lama, Anggun datang menghampirinya dengan wajah lelah akan tetapi, seperti sedang bahagia.


"cie, pengantin baru," goda Sheina saat Anggum telah duduk di sebelahnya.


Anggun yang mendengarnya, hanya tersipu malu dan memilih untuk membuka buku pelajaran.


dan tanpa mereka ketahui. ada seseorang yang tersenyum Devil. siapa lagi orangnya jika bukan Shandy.


" kak si Anggun ternyata udah nikah," isi pesan chat yang di kirimkan oleh Shandy pada Hanum.


"kita juga akan bermain main dengan mereka juga, tunggu empat bulan lagi," jawab Hanum .


Shandy kemudian meletakan ponselnya ke dalam tas dan mengikuti pelaran seperti biasnya.

__ADS_1


skip istirahat.


bel istirahat telah berbunyi sekitar lima belas menit yang lalu


namun, Anggun dan Sheina sepertinya enggan untuk keluar kelas. entah mengapa, gadis merasakan hal yang tidak enak.


namun, tidak berlaku pada Anggun. gadis itu sangat bersemangat untuk pergi ke kantin. karena memang, tadi pagi dirinya belum sempat sarapan sehingga cacing di perutnya ingin segera di isi.


dengan malas, Sheina menurut saja saat sahabatnya itu menarik tanganya. dan mereka segera keluar dari kelas. dsn tiba tiba,..


"aakkh," hampir saja Sheina terjatuh jika tidak di tolong oleh Adrian.


"kamu nggak papa Na,?" tanya Adrian saat mereka telah sama sama melepaskan diri.


"eh, aku nggak papa Ian," Sheina berkata dengan sedikit canggung. lalu, Anggun dan Sheina memutuskan untuk pergi ke kantin.


dan aktivitas itu, tak luput dari pantauan seseorang yang telah memotretnya.


"hasil yang memuaskan," gumamnya seraya berlalu pergi.


Sheina dan Anggun, kini telah berada di kantin dan tengah menikmati sesuatu. Anggun yang melihat sahabatnya sangat lahap menkati sosis bakarnya, tersenyum tipis.


"enak ya, tadi aja bilang nggak mau. sekarang udah habis satu porsi," ledeknya seraya terkrkeh geli.


Sheina yang mendengarnya, memdelik tajam. " ya karena loe lah, coba ajaoe nggak nawarin gue, pasti nggak akan makan nih gue," ucapnya membela diri.


Anggun yang mendengarnya, hanya terkekeh kecil. " dasar bumil aneh," Anggun berucap pelan.


namun, sepertinya sahabatnya itu mendengar ucapanya. " nantioe juga akan jadi bumil," ucap Sheina mrndengus kesal.


tak lama, mereka saling menggerutu dan krmudian, terrawa bersamaan.


****


sementara itu di ruanganya, Rian tampak meradang. setelah di hadapanya ada gambar yang membuat laki laki itu cemburu berat.


"b3r3n9s3k si4lan!!" makinya entah pada siapa. nafasnya terlihat naik turun. selaras dengan emosinya.


kemudian, laki laki itu kembali terduduk dan meraup wajahnya dengan kedua tanganya


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2