Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 29


__ADS_3

Adrian yang melihat itu, segera menghampiri gadis itu dan menepuk bahunya.


"loe tuh kelewat jail tau nggak Na," ucap Adrian seraya menepuk bahunya.


membuat Sheina, menoleh dan menyapa Adrian yang telah berdiri di sampingnya. sebenarnya dirinya merasa heran, karena laki laki itu, memanggil dirinya dengan sebutan Na. tapi Sheina bisa menutupi rasa terkejutnya.


"loe ngapain disini,?" pertanyaan konyol yang keluar dari mulutnya. membuat Adrian mengerutkan keningnya.


"ini kan tempat umum," ucapnya merasa heran. dengan segera, Sheina memukul mulutnya sendiri karena merasa konyol.


"eh sory salah ngomong," ucapnya seraya menundukan kepala karena malu.


Adrian yang melihat tingkah lucu Sheina, hanya bisa terkekeh kecil. kemudian, twngannya terangkat dan mengelus kepala gadis itu.


Anggun dan Kevin, yang melihat itu, hanya bisa saling berpandangan dan tersenyum simpul.


"mereka sepertinya cocok, kita dekatkan saja mereka," ucap Kevin berbisik.


"boleh, tuh nanti sepulang sekolah kita ke toko buku gimana,?" tanya Anggun menawarkan.


"boleh tuh, udah lama gue nggak ke toko buku," ucap Kevin.


membuat Anggun tertawa geli karena mendengar ucapan laki laki itu.


"loe serius hobi baca,?" tanya Anggun yang merasa tak percaya.


sontak saja perkataan Anggun, membuat Kevin mendegus kesal.


"gini gini gue juga anak teladan tau,?" ucapnya menatap tajam.


Anggun hanya menganggukan kepala dan kembali mengobrol dengan laki laki itu.


sementara itu, Sheina dan Adrian juga tengah berbincang dan sesekali tertawa renyah membuat siapapun, juga ikut tertawa.


"loe ternyata juga asyik ya," ucap Adrian saat mereka duduk di meja kantin.


"iyalah, Sheina kan memang syantik," ucapnya seraya mengibaskan rambutnya.


membuat Kevin dan Anggun, yang berada di belakang Sheina dan Adrian, memutar bola mata malas, karena kenarsisan sahabatnya itu.


"pede gila," ucap Kevin mencibir. membuat Sheina, menatap tajam kearah dua temanya itu.


"syirik aja loe," ucapnya seraya mendegus kesal.


"dia memang, cantik kok," ucap Adrian seraya menatap lekat wajah gadis itu.


blushh

__ADS_1


ucapan Adrian yang baru saja keluar dari mulut nya, membuat Sheina menjadi salah tingkah dan menyembunyikan wajahya yang memerah, akibat merasa malu.


membuat Kevin dan Anggun, melihat itu, tersenyum penuh arti.


lalu, mereka menuju kelas tanpa menyadari, jika ada beberapa pasang mata yang menatap tajam kearah Sheina.


walaupun tatapan tajam itu terlihat berbeda. jika Rian menatap tajam karena cemburu, tidak halnya, dengan tiga orang yang menatap Sheina juga dengan tajam.


siapa lagi, jika bukan Shandy, Indra dan Rifky. ketiga manusia itu, menatap dengan penuh kebencian. entah apa masalah ketiga orabg itu pada Sheina.


sehingga menumbuhkan rasa benci yqng begitu mendalam. dan mendarah daging.


"gue mau rencana itu, segera di laksanakan," ucap Shandy pada kedua lelaki itu.


"siap, kita pastikan semua akan berjalan dengan lancar," ucap Rifky seraya tersenyum misterius.


mereka bertiga, segera berlalu meninggalkan ara kantin.


bel pulang, berbunyi membuat semua siswa, berhambur keluar dari kelas. begitupun, dengan Sheina dan Kevin yang keluar dari kelas seraya saling merangkul.


mereka bercanda di sepanjang koridor sekolah. tanoa menyadari, jika Rian memandangi Sheina.


sesampainya di parkiran, Sheina dan Kevin segera melepaskan rangkulanya.


"kita ke toko buku dulu yuk," ucap Anggun seraya masuk kedalam mobil.


namun, saat Sheina sedang membuka pintu mobil, Adrian datang mengampiri mereka.


"Sheina, gue anter pulang yuk," ucap Adrian membuat Sheina menoleh kearah Adrian.


"emn tapi kita mau ke toko buku sebentar," ucap Sheina.


"nggak papa, gue anterin," ucap Adrian seraya menyerahkan helm oada Sheina.


dengan tersenyum manis.Sheina menerima helm tersebut. lalu naik di belakqng Adrian seraya memegang pinggang laki laki itu.


membuat Adrian, tersenyum tipis di balik helm. dan dengan segera melajukan motornya mrninggalkan area sekolah.


membuat seseorang, yang berada di ruang guru, menjadi uring uringan tidak jelas.


"aarrghh," Rian mengeram dan meredam amarahnya karena halyqng baru saja dirinya saksikan.


ruang guru itu, terlihat berbeda dengan sekolah lainya.


di mana, pemilik sekolahan mendisain ruang guru senyaman mungkin dengan fasilitas satu orangsatu ruangan.


"gue harus cepat bertandang kerumah Sheina dan melamarnya, gue nggak bisa gini terus bisa gila," ucap Rian seraya beberapa kali, menghela nafas berat.

__ADS_1


lalu, dirinya memutuskan untuk segera pulang, dan mempersiapkan semuanya. malah ini juga, dirinya harus melamar gadis itu. bila perlu, akan langsung menikahi Sheina besok paginya.


toh Pak Reno tak mempermasalahkan jika muridnya, menikah di usia sekolah, yang penting tak mengganggu kegiatan belajar siswa tersebut.


...****************...


sementera itu, di toko buku, Sheina dan Adrian menunggu kedatangan Anggun dan Kevin.


karena mereka berdua, menggunakan motor yang memang lebih cepat sampai.


"loe kenapa dulu nggak mau ngelawan sih waktu di buli,?" tanya Adrian membuka percakapan.


membuat Sheina yang tengah duduk, segera menoleh kearah laki laki itu. lalu, menghembuskan nafasnya kasat.


"mana mungkin, gue ngalawan, bisa mati gue di keroyok sama mereka," ucap Sheina tersenyum tipis ia sangat bersyukur sekarang, Allah, telah mengangkat derajatnya.


"maaf," ucap Adrianmenundukan kepala. membuat Sheina hanya menganggukan kepala.


"engak papa yang penting, sekarang, gue udah bahagia," ucapnya lagi lagi tersenyum tipis. membuat Adrian semakin salah tingkah karena mendapatkan senyuman dari Sheina.


tak lama, Anggun dan Kevin datang menghampiri Adrian dan Sheina yang sedang berbincang bincang.


"lama ya,?" tanya Kevin saatsampai di depan Sheina. membuat gadis itu, yang awalnya ceria menjadi cemberut.


"iya iya gue minta maaf deh," ucap Kevin seraya mendegus kesal. membuat Sheina yang melihatnya, terkikik geli. karena berhasil menggoda temanya itu.


membuat Adrian dan Anggun yang melihatnya, hanya bisa tersenyum tipis menanggapi kekonyolan mereka.


mereka memutuskan, memasuki toko buku, dan segera membeli buku novel yang mereka inginkan.


saat mereka sedang sibuk mencari buku yang bagus, diam diam adrian memasukam buku di dalam jaketnya.


bukan berniat untuk mencuri, tapi laki laki itu, hanya merasa malu jika harus tertangkap basah membeli buku itu.


tapi naas, sepertinya semesta tak mendukunh keinginanya. karena buku itu terjatuh di depan Sheina. saat gadis itu, tak sengaja menyenggol Adrian.


"eh, Adrian, maaf gue nggak sengaja," ucap Sheina seraya mengambil buku yang terjatuh itu.


"eh, nggak papa," ucapnya hendak meraih buku itu. sebelum ketahuan dengan yang lain.


tapi, lagi lagi, sepertinya alam tak bersahabat dengannya, karena Sheina terlebih dulu mengambil buku terswbut dan membacanya.


sesaat Sheina tertegun atas apa yang dirinya baca. lalu, menatap Adrian dengan wajah tak percaya.


"loe beli buku ini,? tanya Sheina.


sedangkan Adrian, laki laki itu, hanya tersenyum tipis seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2