Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 37


__ADS_3

hal itulah yang membuat Shandy akan mendapatkan apa yang dirinya mau. terlebih lagi, dirinya terbiasa di turuti semua keinginanya. hal itu semakin membuat Shandy sangat ambisius.


sesekali, Rian menatap kebelakang, memastikan jika Sheina aman. dan di sana masih ada Kevin yang mengikuti dari belakang.


sesampainya di ruang guru, Sheina meletakan lembaran ulanga di atas meja. dan dirinya hendak berbalik dan keluar dari ruangan Rian.


tapi dengan cepat Rian menarik tangan gadis itu. membuat Sheina hampir teriak. namun, di detik berikutnya, Sheina tertegun karena Rian menariknya dan mendudukan di Sofa.


setelah itu, mengambil obat P3K di laci meja guru dan membukanya. lalu mengolesi kapas dengan obat merah. dan menempelkan di siku dan lutut Sheina.


membuat gadis cantik itu, semakin tercengang. kenapa semua irabg hari ini, terlihat begitu aneh,?" tanya dalam hati.


"selesai," ucap Rian seraya tersenyum kearah Sheina. ia mencoba meluluhkan hati gadis itu.


namun sayang, Sheina tak menyadari senyuman manis itu. gadis itu, masih berkelana dengan fikiranya sediri.


hingga tepukan lembut, menyadarkannya. " kamu kenapa melamun,?"tanya Rian.


namun, Sheina hanya meresponnya, dengan diam. membua Rian, menghela nafas panjang. setelah itu gadi cantik itu, berdiri dan hendak melangkah ke luar pintu.


namun, langkahnya tertahan karena Rian telah terlebih dulu, menarik tanganya


membuat Sheina, menoleh ke belakang dan langsung menepis tangan itu dengan kasar.


"jangan lagi menyentuh saya," ucapnya berbalik badan dan hendak berlalu keluar dari ruang guru.


kemudian, Sheina berhenti sesaat, berbalik arah menatap Rian dengan tatapan misterius. ' kalau bapak mendekati saya dengan cara seperti ini, bapak salah besar. karena saya tak tertarik sedikitpun."


Sheina membuka pintu, dan mendapati Kevin telah berdiri di depan pintu.


membuat Sheina terlomjak kaget. " astaghfirullah, loe ngagetin aja," ucapnya seraya mengurut dadanya kareba kaget.


Kevin hanya terswnyum manis. kemudian, segera menggandeng Sheina dan meninggalkan ruang guru.


" loe nggak di apa apain kan,?" tanya Kevin saat mereka melewati koridor sekolah.


"ya nggak lah, gue cuma di obatin tadi," ucap Sheina. membuat Kevin menganggukan kepala. tanda mengerti.


tanpa mereka sadari, jika Rian sedari tadi, menatap mereka dengan tatapan menbara.


ingin rasanya, Rian membawa Sheina ketempat yang jauh. yang tak bisa di jwngkau oleh siapapun.

__ADS_1


sesaat kemudian, Sheina dan Kevin telah sampai di kantin. dan dengan cepat, Adrian menghampiri gadis itu dan memapahnya.


Kevin dengan senang hati, menyerahkan tangan Sheina pada Adrian. sepertinya, laki laki itu, lebih senang jika Sheina bersama Adrian.daripada bersama Rian.


Sheina sempat ingin menolak. namun urung ia lakukan karena memang kakinya masih sakit.


sontak saja, pemandangan itu, membuat beberapa siswa berdecak iri dan kagum pada Sheina.


gadis yang dulu mereka hina, kini berubah menjadi seorang putri yang di kelilingi oleh para pangeran tampan.


"duh, iri banget gue sama Sheina, andai saja dulu gue nggak ngebuly dia. pasti sekarang, gue udah bisa berdekatan sama para cogan," ucap salah satu siswa.


"iya duh iri banget gue," ucap temanya menimpali.


sementara itu, Sheina mendudukan dirinya di meja kantin yang telah di pesan oleh Anggun dan Adrian.


"eh, kak Adrian kok beberapa kali kesini, emang nggak bareng sama teman teman yang lain,?" tanya Sheina. yang baru menyadari jika Adrian, beberapa hari ini, bergabung dengan mereka.


"enggak papa, pengen aja suasana baru, bosen sama seangkatan," ucap Adrian sedikit ber alibi.


smembuat Anggun dan Kevin yang mendengarnya, menahan tawa karena merasa konyol dengan jawaban kakak kelasnya itu.


sementara Sheina, gadis itu hanya menganggukan kepala. mengerti. karena nemang,Sheina masih polos.


"eh, gue kan belum pesen makanan kok udah dateng,?" tanya Sheina yang merasa keheranan.


"gak usah heran gitu, tuh ayang loe yang pesenin," ucap Kevin seraya menunjuk Adrian dengan dagunya.


sontak saja, mendengar ucapan Kevin, Sheina langsung menatap Adrian. dan di balas senyuman oleh laki laki itu.


"makanya pelan pelan dan jangan makan banyak sambal, nggak baik untuk kesehatan kamu," ucap Adrian seraya menatap Sheina dengan senyuman.


sontak saja, ucapan Adrian membuat Kevin semakin gencar menggoda Sheina.


"cie yang di perhatiin ayang," ucap Kevin seraya melirik Sheina dengan trrkikik geli.


"diem gak loe," ucap Sheina seraya melempar tisu seraya wajahnya sudah memanas karena merasa malu.


"eh kenapa tuh muka loe,?" tanya Kevin seraya rersenyum geli.


"Kevin!!," ucapnya seraya menyembinyikan wajahnya.

__ADS_1


"udah lah Vin, loe tuh suka banget sih godain Sheina," ucap Adrian mencoba menengahi kedua temen somplak.


"cie cie yang di belain ayang," ucapnya yang semakin menjadi.


membuat mereka , semakin riuh karena Sheina dan Kevin masih saling ledek. hingga suasana menjadi tambah riuh, dengan kedatangan para Guru Idaman.


"wah gila sih, itu berasa cuci mata nih gue," ucap sorang siswi.


Sementara, Sheina dan teman temanya tak perduli dan masih menikmati bercandaan mereka.


Shandy yang melihat itu, segera melangkahkan kaki hendak menyenggol Sheina. agar Sheina menumpahkan minumanya pada Rian.


namun sialnya, Kevin yang melihat itu, segera menjulurkan kakinya. sontak saja Shandy yang menyenggol kaki Kevin, tersungkur di lantai.


sontak saja, kejadian itu membuat semua orang tertawa. apalagi, melihat wajah Shandy yan basah karena jus dan baju seragamnya yang terkena noda sambal.


dengan menahan malu, Shandy lari dan meninggalkan area kantin.


sementara Kevin, masih saja tertawa terbahak bahak," hahaha, gue sakit perut sumpah," ucap Kevin seraya memegangi perutnya.


"loe keterlaluan tau nggak," ucap Sheina secara tiba tiba. membuat Kevin, menghentikan tawanya.


"kenapa,? loe mau belain dia, ingat Sheina. dia adalah salah satu pelaku buli," ucap Kevin berusaha mengingatkan.


"iya gue tau Vin, tapi gue ngerasa kasihan aja," ucsp Sheina menundukan kepala.


sontak saja, ucapan Sheina membuat semua orqng merasa takjub pada gadis di depan mereka itu.


apalagi dua laki laki, yang mendengar ucapan Sheina. membuat mereka semakin terpikat.


"begitu halus perasaan loe Na," ucap Adrian dalam hati seraya pandanganya tak lepas dari sosok Sheina.


"kamu memang wanita hebat Sheina, maafkan aku dulu pernah menghina dan menyakiti hatimu," sesal Rian seraya mengusap ujung matanya karena merasa keluar air mata.


dan tak sengaja, Sheina yang sedang menoleh, melihat kearah Rian dan melihat itu semua. membuat jantung Sheina, tiba tiba berdegup kencang.


"hais, ngapain juga gue liatin dia, ini juga kenapa dengan jantung gue," ucapnya seraya memegang dadanya.


"loe nggak papa Na,?" tanya Adrian yang melihat tingkah Sheina.


sontak saja, Sheina menggelengkan kepala dan membalas senyumanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2