
selesai acara ijab qobul, Anggun di tuntun oleh sang Mama dan juga Sheina. mereka berdua menjadi pusat perhatian.
walaupun, disana hanya ada kedua keluarga besar Anggun dan Kenzo saja. namun, para sepupu Anggun yang memang baru pertama kali melihat Sheina, samgat terpesona.
dan itu tak luput dari pengamatan Rian sebagai suaminya.
Anggun dan Sheina, turun dari tangga dan segera di sambut oleh suami masing masing. dan dengan posesif, Rian mengamit pinggang sang istri.
seakan memberitahukan pada para remaja yang ada di sana, jika Sheina adalah miliknya. hal itu membuat sebagian srpupu Anggun, berdecak kecewa.
karena gadis yang merela pikir masih kecil dan masih muda itu ternyata sudah ada pasangannya.
dan kini, tibalah di sesi foto foto dan semua sepupu Qnggun, merapat ke pelaminan.
"widih, sepupu gue udah nikah aja ini, padahal masih sekolah,? kenapa Bu, udah nggak sabar ya mau ngerasain anu," celetuk salah satu dari mereka.
plak
satu gamparan, mendarat mulus di punggung laki laki yang tadi. membuat laki laki itu meringis kesakitan.
"gila, galak banget," ucapnya seraya mengusap punggungnya yang terasa panas skibat geplakan tadi. " omong omong, kenalin gue dong sama cewek cantik di sebelah loe," laki laki yang bernama Rendy itu menunjuk ke arah Sheina.
"loe mau kenalan sama temen gue Ren,?" tanya Anggun.
Rendy hanya menganggukan kepalanya dan mulai mengedipkan sebelah matanya seperti om om genit
"boleh, asal loe bisa ngelawan laki laki yang ada di sampimg sahabat gue," Anggun berkata dengan menunjuk Rian yang ada di sebelahmyq.
Rendy yang mendengarnya, mencoba menyanggah ucapan sepupunya. " halah, paling itu abangnya atau kalau nggak omnya," Rendy berkata dengan entengnya.
hal itu membuat Rian hampir saja tersulut emosi jika tidak di tahan oleh sang istri " sabar, iniasih acara. malu sama Anggun kalau sampai bertengkar," bisik Sheina mencoba menenangkan.
"Nggun, nih gue kasih sesuatu yang pasti loe suka,",Sheina berjalan mendekati sang sahanat
"apa ini,?" tanyanya seraya menerima kotak hadiah itu.
"rahasia, loe buka aja nanti setelah di kamar olkr," Sheina berkata dengan menyatukan ibu jari dan jari telunjuknya. " oh iya, gue sama Suami gue mau balik dulu ya," Sheina menekankan kata kata suami agar sepupu Anggun mengetahuinya.
__ADS_1
setelah berbicara seperti itu, mereka segera keluar dari dalam rumah Anggun dan segera menuju mobilnya.
Rian yang memangasih merasa kesalpun, menggerutu sendiri. hingga mereka berada di dalam mobil.
"huh enak saja kamu mau di goda, mas nggak terima," gerutunya seraya memukul stir mobil.
Sheina yang memang beradadi sampingnya, tersenyum tipis. " lucu juga kalau cemburu." ucapnya tersenyum tipis.
Rian melajukan mobilnya, menuju ke rumah orang tuanya. yang sebenarnya masij satu limgkungan dengan tumah Sheina.
setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit, mobil mereka masuk ke dalam perkarangan rumah orang tua Rian.
"assalamu'alaikum," sapa mereka berdua setelah turun dari mobil dan mendapati dua orang paruh baya tengah duduk di teras rumahnya.
"wa'alikum salam," balas mereka seraya beranjak dari duduknya. dan seketika mata Bu Selvy berbinar saat melihat siapa yang datang.
"Ya Allah Nak, kalian datang," seru Bu Selvy seraya langsung merengkuh tubuh mungil Sheina. " kalian apa kabar, kenapa kalian baru kesini,?" rentetan pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari mulut Bu Selvy.
hal itu membuat Sheina hanya tersenyum kebingungan seraya melirik sang suami yang berada di belakang.
"apa Sheina telah menerima pernikahan kalian," tanya Pak Gibran.
Bu Selvy yang mendengarnya, tersenyum bahagia. tangannya terulur mengelus perut sang menantu. " semoga secepatnya di sini akan segera tumbuh," wanita itu tersenyum tipis.
Rian tersenyum tipis dan segera mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya. kemudian meletakannya di atas meja.
"ini apa Nak,?" tanya Bu Selvy seraya melihat ke arah anak dan menantunya.
"Mama buka aja ya, nanti juga tau," Rian tetsenyum menatap sang Mama.
Bu Selvy dengan perlahan mengwmbil dan membukanya. mata wanita paruh baya itu membulat sempurna.
"kamu hamil sayang,?" tanyanya seraya brrkaca kaca. Sheina hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
"ya Allah, terimakasih," Bu Selvy langsung memeluk menantu kesayangannya itu. " terimakasih atas apa yang telah kamu kasih," Bu Selvy berkata dengan mata berkaca kaca.
Sheina yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis dan membalas senyuman sang mertua.
__ADS_1
sore harinya, mereka berdua memutuskan untuk pulang kerumah.
"kenapa kalian nggak mau nginep aja di rumah Mama,?" tanya Bu Selvy dengan wajah sedihnya.
Sheina segera mengusap pundak sang Mertua dengan sayang. "kapan kapan, kami kemari lagi Mah," gadis itu tersenyum tipis.
Bu Selvy hanya mengangguk dan tersenyum tipis kemudian masuk ke dalam mobil. dan dengan segera, Rian melajukan mobilnya.
di tengah perjalanan, ponsel Sheina berdering. sehingga membuat gadis itu segera mengambilnya dan melihhat siapa yang mdnghubunginya.
dan ternyata yang menghubungunya adalah Adrian. dan dengan perlahan, Sheina menoleh pada sang suami.
Rian yang merasa di perhatikan, segera menoleh." ada apa sayang," tanynya pada sang istri.
"Adrian nelpon," jawabnya pelan. gadis itu merasa takut jika sang suami akan merasa tidak nyaman.
Rian yang mendengar nama laki laki lain di sebut, memalingkan wajahnya ke arah lain. hatinya masih tidak rela jika ada yang lain selain dirimya.
apalagi, gadis itu sangat mencintai mantan pacarnya. mrmbuat Rian semakin tidak rela saja.
"angkat aja, Mas nggak papa," Rian berusaha tersenyum. walaupun dalam hatinya, tengah bergemuruh. dan Rian meminta agar di loadspeker agar bisa terdengar olehnya.
Sheina mengangguk dan perlahan mengangkat panggilan itu. " halo, asalamu'alaikum," sapa Sheina pada Adrian di seberang sana.
"wa'alaikum salam, ada hal penting yang aku mau katakan sama kamu Na," terdengar suara Adrian yang sangst lembut.
hal itu membuat Rian yang mendengarnya, menjadi tidak nyaman. namun, sebisa mungkin dia akan menahanya.
laki laki itu tidak ingin sang istri menjadi takut akan dirinya.
"ada apa Ian,?" tanya Sheina tanpa sadar memanggil laki laki itu dengan sapaan spesial mereka.
hal itu membuat Rian menjadi menduga duga. apakah sang istri masih mencintai mantan pacarnya,? apakah yang selama ini di katakan hanya bualan semata,? pertanyaan demi pertanyaan muncul di dalam otaknya.
namun, Rian menoleh saat dirasakan tanganya di grnggam oleh tangan mungil istrinya. " Mas tidak perlu khawatir," ucapnya pelan.
seakan tau jika sang suami tengah cemburu pada mantan kekasihnya. " ada apa Adrian,?" tanya Sheina yang sekarang menggunakan nama 'Adrian' bukan 'Ian'
__ADS_1
Bersambung......