
sementara itu, di kediaman Rian, Sheina masih belum sadarkan diri dan suaminya itu, masih juga melakukannya, walaupun hari sudah menunjukan pukul lima sore.
akan tetapi, Rian seperti tidak ada puasnya. setelah mengalami oenyelesaian panjang, laki laki itu ambruk di samping tubuh Sheina.
ia menoleh dan matap dalam wajah gadis yang saat ini sudah menjadi istrinya itu, dengan tatapan sendu.
"apa aku salah, mengambil hakmu dengan cara seperti ini,?" tanya laki laki itu, entah pada siapa. kemudian Rian membawa tubuh istrinya, ke dalam pelukannyq.
di sunggarnya rambut panjang yang menutupi sebagian wajah cantik istrinya itu. wajah yang awal mula bertemu membuat dia jijik dan menghina habis habisan.
dan kemudian, karma menghampirinya. hingga dirinya, menikahi dan melakukan kewajibanya, dengan cara seperti ini.
cara yang mungkin, menurut semua orang, adalah cara ilegal. tapi apa mau di kata, Rian seakan menulikan pendengaranya.
"apapun yang terjadi, kamu akan selalu menjadi milikku," gumamnya seraya ******* pelan bibir merah semerah delima itu.
kemudian, Rian membawa pujaan hatinya itu, kedalam pelukannya.
"semoga, kamu cepat tumbuh di sini, dan menjadi penghalang niat Mamimu, untuk berpisah dari Papi," ucapnya seraya mengelus lembut perut tanpa benang itu.
setelah puas bermain seharian dan memandangi lekat wajah istrinya, Rian tertidur dengan memeluk tubuh istrinya itu dengan erat.
seakan tidak ingin lepas dari genggamanya. dan tak berapa lama, mereka terlelap.
pagi harinya,..
sinar matahari, telah menampakan diri menyinari bumi tanpa malu malu.
hal itu, membuat Sepasang suami istri yang sedang terlelap, menjadi terusik. dan membuat salah satu dari mereka, mengerjapkan mata karena merasa silau.
siapa lagi orangnya, jika bukan Sheina dan Rian mereka masih nyaman dalam balutan dunia mimpi. hingga salah satu dari mereka, terbangun.
"hoam, ya Allah ini jam berapa,?" gumam Sheina karena melihat dan merasakan tubuhnya seakan luluh lantak seperti habis di pukuli orang sekampung.
tiba tiba, matanya membulat saat mrnyadari sesuatu. dan bayangan sebelum dirinya tertidur lebih tepatnya, sebelum dirinya tak sadarkan diri.
sedetik kemudian, Sheina menoleh kearah samping karena merasakan ada seseorang yang tertidur di sampingnya.
tak lama, Sheina memekik keras dan segera melompat dari tempat tidur saat sadar bahwa, dirinya kini sedang tidur bersama seorang pria.
dan Sheina semakin terkejut saat mendapati dirinya, polos tanpa benang.
"aakkhh apa yang sudah terjadi, ?" Sheina menjerit histeris dan membangunkan Rian yang masih terlelap.
__ADS_1
"sayang, kamu kenapa teriak teriak,?" tanya Rian dalam mode mengumpulkan nyawanya.
plak
tiba tiba, untuk ke sekian kalinya, Sheina menampar wajah Rian. hal 8tu, sukses membuat raga Rian yang belum terkumpul sempurna, menjadi sadar sepenuhnya.
"apa yang anda lakukan pada saya,?" tanya Sheina seraya berteriak histeris.
"tenangkan fikiranmu, memang, ada yang salah seorang suami menyentuh istrinya,?" tanya Rian tanoa rasa bersalah.
walaupun dalam hatinya, ia mengetahui, jika apa yang di lakukannya, adalah sebuah kesalahan.
"jangan pura pura bod*h!!" hardik gadis itu penuh emosi.
dengan tenang, Rian bangkit dari tempat tidur dan berjalan mendekati sang istri.
dan dengan cepat, Sheina segera mendorong Rian. hingga laki laki itu yang memang belum sepenuhnya kembali kesadaranya, terjengkang kebelakang.
"jangan pernah anda berani menyentuh saya, atau anda akan saya laporkan ke kantor polisi, atas tuduhan peme***n," ancamnya.
hal itu, membuat Rian tercengang. karena dirinya baru menyadari, jika kemarahan gadis itu, sangat besar.
menandakan, jika Sheina sangat marah dan murka. dan dengan cepat, gadis itu masuk kedalam kamar mandi, dengan membanting pintu. hingga membuat Rian terlonjak kaget.
di dalam kamar mandi, Sheina menangis sesenggukan.
"aarrgh kenapa, nasibku seperti ini, apa salahku, hingga aku di pertemukan dengan manusia, seperti dia," teriak Sheina dengan kemarahan meledak ledak dan berapi api.
hal itu, cukup membuat Rian merasa terganggu. bukan terganggu kareba suaranya, yang lantang, tapi karena ucapan gadis itu yang mengatakan dirinya, seperti kutukan.
tak lama, Sheina keluar dari kqmar mandi, dengan wajah sembab. sangat kentara sekali, jika Sheina memang habis menangis.
dan dengan cepat, Sheina berjalan menuju kamar ganti. dan benar saja dugaanya, jika semua pakaiannya, berada di sana.
tak lama kemudian, Sheina keluar dari ruang ganti. dan mendapti, Rian masih mematung di sana. dan tanpa basa basi, gadis itu, segera mengayunkan kakinya, meninggalkan kamar itu.
namun, baru dua langkah Sheina berjalan, tangan gadis itu, sudah di tarik oleh tangan besar Rian.
"mau kemana kamu,?" tanya laki laki itu, dengan nada lembut, tapi dengam tatapan tajam menembus jantung.
"bukan urusanmu!!" sentak Sheina. lalu melangkah pergi.
"aku ini suamimu," ucapnya seraya menrkankan semua kata katanya.
__ADS_1
"hah suami macem apa, yang menyentuh istrinya, dengan cara sembunyi sembunyi, seperti seorang maling!!" hardik Sheina seraya tersenyum sinis..
hal itu, berhasil membuat Rian terdiam dan menundukan kepala.
"oh iya saya lupa. kalau kamu, bukan memperistri aku, tapi, hanya memperbudak aku, dalam hal urusan ranjangkan," Sheina berteriak histeris.
"kamu itu, adalah pujaan hatiku, percaya sama aku," Rian berusaha, meraih tangan Sheina.
tapi dengan cepat, gadis itu memepis tangan kekar itu. dan mendorong tangan Rian.
"jangan pernah sentuh aku lagi, aku jijik di sentuh sama kamu!!"teriak Sheina histeris. seperti sedang melihat hantu.
"aku mohon, maafkan aku sayang," Rian berucap seraya mengatupkan kedua tanganya, di depan dada.
dan dengan perlahan, laki laki itu, menatap dengan lomangan air mata.
jika kalian berfikir, Sheina luluh dengan air mata yang menggenang, kalian salah besar. Sheina sama sekali tidak menggubrisnya.
"jangan pernah keluarkan airmata buayamu itu!" sentak Sheina seperti meludah.
"aku mohon, jangan seperti ini," Rian memohon dengan sangat.
"ceraikan aku sekarang!!" teriak Sheina menggema di dalam kamar. untung saja, ruangan kamar itu menggunakan alat peredam suara.
jadi teriakan Sheina, tak akan terdengar dari luar.
"sampai kapanpun, saya tidak akan pernah menceraikan kamu, karena buat aku pernikahan, bukan untuk permainan," Rian menggelengkan kepala kuat.
"egois kamu!!" teriak Sheina dengan berlinang air mata.
tubuh gadis itu, perlahan merosot ke lantai dan dan histeris seraya memegangi lututnya.
"pergi kamu jika tidak, aku akan melakukan ini," Sheina mengambil sepotong kaca, dan berniat menusuk ke urat nadinyq swndiri.
"pergi!!" teriak Sheina histeris. dan dengan perlahan, laki laki itu, beeingsut mundur.
"oke, aku akan pergi, tapi aku mohon, jangan sakiti diri kamu," Rian bergegas meninggalkan kamar.
BERSAMBUNG....
NB:mampir yuk di karya author kece neng Syantik
__ADS_1