
"kok nggak di suruh masuk,?" tanya Bu Ranti pada anaknya.
"dia buru buru Bu," ucap Sheina. membuat kedua orang tuanya, saling berpandangan karena kalimat "Dia" yang di ucspkan Sheina.
"dia siapa,?" tanya Bu Rianti mencoba mengulik informasi dari sang anak. karena serau mereka, Sheina tidak mempunyai teman yang lain, kecuali Anggun dan Kevin.
"temen baru Sheina bu," ucapnya seraya tersenyum malu malu.
membuat kedua orang tuanya, menjadi mengerti karena sikap malu malu Sheina itu.
"kita makan sekarang yuk, Bapak udah laper mau makan sama anak bapak yang cantik ini," ucap Pak Rayn.
Sheina yqng sebenarnya sudah makan, mau tidak mau ikut makan lagi bersama kedua orang tuanya.
mereka menyantap makan siang yang begitu sederhana. hanya ada sambel trasi dan ayam panggang.
makanan mereka memang sangat sederhana, tapi kehangatan di keluarga ini yang membuat Sheina bahagia.
walaupun keluarganya sudah hidup berkecukupan, tapi Sheina bersyukur karena kedua orang tuanya, masih menunjukan kesederhanaan.
...****************...
sementara itu, di kediaman Lesmana, Anggun keluar dari mobil saat dirinya sudah sampai di depan rumahnya.
ia mengernyitkan dahi saat mendepati mobil laun di area pekarangan rumahnya.
"assalamu'alaikum," ucap Anggun saat langkahnya, memasuki ruang tamu.
"wa'alaikum salam," ucap semua orang yang menoleh ke arah gadis itu berada.
Deg
jantung Anggun berdebar kencang, saat dirinya menyadari jika Kenzo juga berada di sana.
"sini sayang, sslim dulu sama Om Reno dan Kenzo," ucap bu Daisy pada putrinya.
dengan langkah gontai, Anggun menghampiri semua orang yang berada di ruang tamu.
semua menatap kearah Anggun. terutama Kenzo. laki laki berusia dua puluh lebih itu, tak berkedip saat memwndangi wajah Anggun. yang menurutnya, begitu menpesona.
"apa kabar om,?" tanya Anggun. seraya menyalami pria paruh baya itu.
__ADS_1
"baik Sheina, kamu sendiri gimana kabarnya,?" tanya Pak Reno.
"alhamdulillah, saya juga baik om," ucapnya seraya tersenyum tipis pada laki laki oaruh baya itu.
membuat seseorang yang berada di sana, mendadak memasang wajah cemberutnya. membuat Pak Reno dan kedua orang tua Anggun, tersenyum geli karena tingkah Kenzo.
sementara itu, Anggun yang memang tak memperhatikan dan memperdulikan, hanya bisa mengedikan bahu.
"om, semuanya, Anggun pamit ya, mau bersih bersih belum sholat Dzuhur," ucap Anggun berlalu pergi. menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"sayang, nanti setelah selesai, turun kebawah ya, ada hal yang ingin mama sampaikan," ucap Bu Daisy pada Putrinya. membuat langkah Anggun, terhenti dan membalikan badan.
kemudian,menganggukan krpala. dan kembali melangkahkan kaki menaiki anak tangga menuju kamar.
sesampainya di kamar, Anggun menghela nafas berat. karena bertemu kembali dengan Kenzo. padahal, sudah sekuat tenaga dirinya menghindar. tapi, tetap saja bertemu dengan laki laki itu.
iapun, segera mandi, dan menunaikan kewajibanya. setelah selesai semuanya, Anggun turun kebawah menemui kedua orang tuanya.
sebenarnya, Anggun merasa sangat malas untuk kembali kebawah. apalagi, bertemu dengan Kenzo. benar benar membuatnya malas.
sesampainya di lantai satu, Anggun segera duduk di antara Mama dan Papanya.
sementara Kenzo, berada di sofa seberang dan berhadapan langsung dengan Anggun.
bahkan laki laki itu, sesekali terswnyum. dan semakin membuat Anggun mendadak ketakutan.
Anggun sempat berfikir, jika posisi seperti ini, adalah Posisi seperti orang yang sedang mengadakan lamaran.
"hais, mikirin apa sih aku," ucap Anggun dalam hati seraya mengibaskan tanganya ke udara. tentunya tanpa di ketahui oleh semua orang yang berada di sana.
lama mereka terdiam, suara deheman dari Kenzo, membuat semua orang menoleh kearahnya. termasuk juga Anggun. bahkan, gadis itu menatao Kenzo, dengan tatapan heran.
"ehem, siang semuanya, sebelum memulai acara ini, izinkan saya untuk mengatakan sesuatu pada Anggun," ucapnya seraya menatap gadis itu lekat lekat.
Anggun merasa tidak enak dengan perkataan yang baru saja, Kenzo ucapkan. ia merasa was was dengan kalimat selanjutnya.
"Anggun Pradista Lesmana, aku Kenzo Adiguna, melamarmu untuk menjadi pendamping hidupku," ucapnya seraya berlutut di hadapan Anggun.
membuat Anggun bukan hanya merasa terkejut, tapi juga sudah tidak bisa berkata apapun.
Anggun mencoba tersadar dari rasa keterkejutanya. ia mendongak menatap mata Kenzo yang memancarkan keseriusan.
__ADS_1
"ini maksudnya apa,?" tanya Anggun yang masih juga tak mengerti.
"aku melamarmu," ucspnya seraya menggenggam tangan gadis itu.
Deg
jantungnya, berdegup kencang mendengar kata kata yang begitu ia dambakan selama ini. walaupun dulu, dirinya masih kelas satu SMP, tapi ia sudah mendamba pesta pernikahan.
dan saat moment itu tiba, entah mengapa Anggun merasa menyesali angan anganya dulu. karena mungkin, dengan bertambahnya usia. Anggun menjadi Faham apa itu hubungan orang dewasa.
"apakah kami boleh, berbicara hanya berdua,?" tanya Anggun seraya menatap ketiga orang dewasa. di belakangnya.
Anggun melangkah menuju taman belakang dan duduk di bangku yang berada di tengah tengah taman bunga.
"kenapa Kak Kenzo melamarku,?" tanya Anggun saat mereka telah duduk di bangku itu.
membuat Kenzo, menautkan alisnya karena tak mengerti dengan apa yang si maksud dengan gadis di depanya.
"apa maksudmu,?" tanya Kenzo yang memang sama sekali tak mengerti.
"huh, " Anggun mencoba mengatue nafasnya yang terasa berat. mungkin rasa cintanya pada laki laki di sampingnya ini sudah sedikit memudar. sehingga, ada rasa malas yang menyelinap masuk kedalam hatinya.
"apa maksud kakak, melamar aku secara mendadak,?" tanya Anggun memperjelas. pertanyaanya.
"karena aku mencintaimu," ucao Kenzo dengan raut wajah sungguh sungguh.
membuat Anggun tertawa terbahak dan sesekali, menyeka air matanya. akibat terlalu keras tertawa.
"haha sejak kapan kak Kenzo memiliki peraaaan padaku, bukanya kita hanya sebatas adik kakak dan rekan bisnis,?" tanya Anggun menyindir.
membuat Kenzo menggelengkan kepalanya kuat. " tolong, jangan berbicara seperti itu aku mohon," ucap Kenzo seraya mencoba meraih jemari gadis itu.
namun dengan cepat, Anggun menepisnya dan menjauhkan tubuhnya dari laki laki itu.
"dulu memang aku menyukaimu kak Kenzo, tapi akhirnya aku sadar atas apa yang aku lakukan. terlebih lagi, kakak juga sudah memiliki kekasih. jadi, sepertinya aku tidak bisa masuk kedalam hatimu terlalu dalam," ucapnya seraya bangkit dari duduknya. dan mengayunkan kakinya memasiki rumah.
"tunggu, aku mohon jangan swperti ini," ucap Kenzo seraya mengejar Anggun.
Anggun menghentikan langkah kakinya. dan berbalik menatap laki laki yang dulu pernah ada di hatinya.
ya mungkin sekarang sudah menghilang di bawa angin.
__ADS_1
"dan satu lagi, aku menyesal pernah menyukaimu dan pernah meminta oada Tuhan, untuk menjodohkan kita, karena jika kita berjodoh akan ada seseorang yang tersakiti," ucapnya seraya berlalu pergi.
BERSAMBUNG.....