Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter60


__ADS_3

"loe kenapa Vin,?" tanya Sheina dengan menatap wajah sahabatnya itu.


bukannya menjawab, Kevin malah tersenyum dan menggelengkan kepala. membuat Sheina yang melihatnya, swmakin merasa takut di buatnya.


"Vin, loe nggak lagi kesambet kan,?" tanya Sheina kawatir.


membuat Kevin, yang tadinya tersenyum, langsung mendegus kesal karena ucapan sahabatnya itu.


"enak aja gue masih normal tau," degus Kevin dengan membuang muka kearah lain.


"ya abisnya, masak loe senyum senyum sendiri, kan gue jadi takut," ucap Sheina.


"memang, kenapa sih, loe ada masalah apa sama Anggun,?" pertanyaan dari Sheina itu, mampu membuat Kevin seketika menoleh.


"hehe, sepeetinya gue akan mengubur dalam dalam rasa ini, karena terlalu dalanm jurang pemisah di antara kita," ucap Kevin.


Sheina yang mendengar ucapan dari aahabatnya itu, menjadi mengerti apa yang mereka alami. Sheina hanya bisa menepuk pudak sahabatnya untuk menguatkan laki laki itu.


"loe yang sabar ya, tapi loe akan tetap jadi sahabat kita kan,?" tanya Sheina. mengingat mereka sebelumnya adalah sahabat.


Sheina hanya tidak ingin, jika apa yang mereka alami, akan menjadi jurang pemisah di antara persahabatan mereka.


"loe tenang aja kali Sheina, gue akan tetap menjadi aahabat kalian selamanya," ucapnya tersenyum tipis.


tak lama, lelajaran di mulai dan mereka swmua belajar swperti biasa.


skip istirahat.


mereka bertiga, kini berada di salah satu meja kantin yang berada di sana.


dan sedari tadi, Sheina hanya melihat Kevin terdiam tak swperti biasanya.


"loe kenapa Vin,?" tanya Anggun yang memang,berada di sebelah laki laki itu.


Kevin yang sedari tadi diam, menoleh dan menatap gadis di sampingnya dengan tatapan lekat.


"gue mau ngomong sesuatu sama loe Nggun," bukannya menjawab, laki laki itu malah mengutarakan niatnya.


"mungkin memang, sebaiknya, kita mengakhiri semua sandiwara ini Nggun," ucap Kevin tersenyum getir.


Anggun yang mendengarnya, semakin bingung dengan oerkataan Kevin.


"loe ngomong apa sih Vin,?' tanya Anggun yang memang masih tidak mengerti.


"hehmm gue mau kita akhiri hubungan yang sia sia ini, karena gue tau, sampai kapanpun, semua tak akan pernah berubah," ucap Kevin yang beranjak pergi dari sana.


"enggak gue nggqk mau pisah dari loe," ucap Anggun lantang. hingga membuat sebagian orang, menatap kearah mereka dengan tanda tanya.

__ADS_1


namun, itu hanya berlangsung singkat. karena Anggun, langsung membawa Kevin pergi dari sana. meninggalkan semua orang yang madih tampak bingung.


"mereka kenapa,?" tanya Adrian yang baru saja kembali dengan membawa pesanannya.


"lagi ada masalah, eh mana pesanan aku,?" tanya Sheina. saat menyadari jika kekasihnya telah kembali.


"tuh di bawain sama mbak Siti," ucap laki laki itu seraya menunjuk dengan dagunya.


Sheina yang melihat itu, tersenyum dengan penuh kelembutan.


"emm makasih Ian," akhirnya, mereka makan dengan lahap di temani dengan penuh canda tawa.


...****************...


sementara itu, di belakang sekolah, Anggun danKevin sedang duduk di bangku taman dengwn masih sama sama terdiam.


seakan, mereka tenggelam dalam lamunannya masing masing.


hingga Kevin, menoleh pada gadis di sampingnya. " apa ada yang loe mau katakan sama gue,? kalau nggak ada gue balik fulu," seledai mengatakan hal itu, Kevin segera beranjak dari duduknya dan mulai mengayunkan kakinya menjauh dari sana.


namun sebelum semakin menjauh, tubuh laki laki itu berhenti bergerak. saat di rasa ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


"plis jangan pergi, gue udah mulai membuka hati buat loe," ucap Anggun seraya terisak di balik punggung laki laki itu.


seketika mendengar hal itu, jantung Kevin, swrasa berhenti berdetak. dirinya nerasa ini hanya mimpi semata.


dengan perlahan, Kevin membalikan badanya dan membuat posisi mereka, kini saling berhadapan


"loe tadi bilang apa,?" tanya Kevin seraya memegang kedua pundak gadus di depanya dengan erat.


Anggun yang merasa malu, memutuskan untuk menundukan kepala. dan berniat untuk melarikan diri.


"eh, Vin gue lupa kalau ada tugas dari gue gue pergi,-" ucapan Anggun terhenti, saat Kevin menarik tanganya.


membuat Anggun, sekektika jatuh di pelukan Kevin. " loe udah buat gue penasaran, jadi jangan harap loe bisa kabur," ucap Kevin seraya berbisik.


Anggun yang mendapat perlakuan itu, hanya bisa terdiam dan pasrah saat Kevin membawanya untuk duduk di bangku taman.


Anggun yang sedari tadi menunduk, tak menyadari jika laki laki di depanya, sudah memeluknya dengan erat.


"makasih makasih karena loe, udah mau buka hati loe sedikit aja buat gue," ucapnya seraya mengeratkan pelukannya.


Anggun yang awalnya semlat terkejut, memilih untuk membiarkan Kevin memeluknya.


baru setelah beberapa detik kemudian, gadis itu membalas pelukan dari Kevin.


"jadi, mulai sekarang, kita resmi jadian?" tanya Kevin tersenyum ke arqh Anggun.

__ADS_1


"emm mungkin bisa di bilang seperti itu," ucap Anggun malu malu.


grep


Kevi. yang merasa sangat bahagia, memeluk tubuh kekasihnya itu dengan kuat.


membuat Anggun yang melihat hal itu, me.ukul dada kekasihnya dengan gerakan cepat. kemudian mencubit perut Kevin.


m3mbuat Kevin seketika mengaduh kesakitan. " aduh, sakit Nggun," ucap Kevin yang pura pura merajuk.


"biarin, salah siapa peluk peluk anak orang tanpa izin," ucap Anggun mencebikan bibirnya.


"oh, oke, kalau begitu, nanti hari minggu, gue akan kerumah loe untuk ngelamar loe," ucap Kevin dengan bersungguh sungguh.


"cih, kayakberani aja nglamar gue," ucap Anggun mencibir.


Kevin tak lagi menjawab. laki laki itu, malah fokus mencubit pipi sabg Kekasih debgan gemas.


"ih, genes banget sih sana pacar gue yang satu ini," ucapKevin.


"cie elah yang baru jadian, mesra amat Pak Bu," ucap Sheina menggoda kedua sahabatnya. seraya berjalan menghampiri mereka.


dengan cepat, Anggun langsung memeluk dan swdikit melompat lompat kearah Sheina.


membuat Adrian dan Kevin, saling berpandangan. karena melihat tingkah para kekasihnya itu.


"selamat ya bro, semoga loe aama Anggun bisa langgeng," ucap Adrian menepuk pundak Kevin.


"makasih , swmoga loe sama Sheina juga langgeng," ucap Kevin dan menghampiri kedua gadis itu.


mereka kini duduk berjejer dengan resmi bersama pasangan masing masing.


"nggak nyangka ya, ternyata loe bisa juga naklukin hati Anggun," ucap Sheina seraya tersenyum tipis.


"iya dan hampir aja gie menyerah," ucap Kevin pelan.


"yah loe sih terlalu cemen, masak baru jatuh sekali aja langsung mundur,?" tanya Sheina mengejek.


Kevin yang mendengar hal itu, hendak membalas perkataaan gadis itu.


enak saja dirinya di sebut cemen, berjuang dengan orang yang hatinya terpaut dengan cinta lain itu nggak mudah you know, enak saja, pikir Kevin.


bukanya mereda, Sheina justru semakin menggoda Kevin dengan mengeluarkan ejekan yang lain.


"nanti, kalau loe ada di posisi gue nangis," ucap Kevin kesal.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2