
seelah berbicra sepwrti itu, Sheina menaiki anak tangga, menuju kamarnya.
sementara kedua orang tuanya, merasa geli dengan tingkah putri mereka.
"dasar anak itu, " ucap Bu Rianti seraya terkekwh kecil. kembali duduk di sebelah sang suami.
"semoga saja, setelah ini, akqn ada kebahagiaan untuk Sheina ya Pak," ucap Bu Rianti seraya menoleh menatap sang Suami.
"aamiin," lalu, mereka berdua kembali menyalakan Tv dan menonton acara kesukaan mereka.
...****************...
sementara itu, di dalam kamar, Sheina tersenyum sendiri karena .etasa sangat bahagia.
dari dulu,emang Sheina tak oernah mendapatkan kebahagiaan. dari lingkunganya.
ia baru mendapatkan kebahagiaan, saat dirinya sudah berubah menjadi gadis cantik. mungkin kalau belum, ia akan memjadi bahan buliying dari teman temanya.
bahkan, mungkin sampai saat ini, dirinya .asih jadi bahan buliying.
Sheina tersenyum getir jika mengingat semuanya. mengapa semua manusia, menilai manusia hanya dari Cover luarnya saja, mereka tak melihat sedikitpun dari kebaikan atau hati orang itu.
lama memikirkan semua itu, hingga Sheina tqk menyadari jika ponselnya berdering sedari tadi, setelah tersadar dari lamunannya, Sheina segera mengambil ponselnya.
di sana, terdapat nama sang kekasih. dan dengan cepat, Sheina segera mengangkatnya.
"halo Ian, ada apa,?" tanya Sheina saat panggilan video call itu, telah terhubung.
"loh kok kenapa sih kan kita pacaran, wajar kalau kita telfonan, " ucap Adrian.
"lah, kita kan memang pcaran Ian, maksud aku tuh, kenapa kamu ngubungi aku lag, kan tadi kita baru aja ketemu," ucap Sheina meper jelas pertanyaanya.
"emang kamu nggak kangen sama pcar kamu ini," ucap Adrian seraya menaik turunkan alisnya.
membuat Sheina, seketika mwndegus kesal. " ish genit amat pak,?" tanya Sheina seraya mencebikan bibirnya.
"hehe nggak masalah, yang penting sama pacar sendiri, dan mungkin sebentar lagi, akan menjadi istri," ucap Adrian tersenyum lebar.
"eh, percaya diri sekali anda Pak," ucap Sheina terkekeh pelan.
"harus, pokoknya, kamu harus jadi jodoh aku," ucap Adrian dengan wajah di seriusin. namun dirinya hanya menggida sang kekasih.
karena Adrian tahu, jika jodoh itu, tak pernah bisa di paksa. jika memang, nanti Sheina bukan jodohnya, dirinya akan mencova melepaskan. asalkan Sheina bahagia.
"lah, kok maksa," ucap Sheina.
"iyalah karena hanya aku yang mampu bahagiain kamu, setelah kedua orang tuamu," ucap Adrian tersenyum tipis.
"uuh kata katanya, soo sweet banget sih, kaya buaya," ucap Sheina seraya tertawa renyah.
membuat Adrian yang berada di seberang sana, juga ikut tertawa.karenamemang, ketawanya Sheina, nular.
hih, kaya apa aja nular emang ketawa virus apa,? iya virus bahagia karena authornya, mau .emmbuat karya yang buat pembaca bahagia.
"enak aja aku di katain buaya," ucap Adrian pura pura menggerutu.
"terus apa kalau bukan buaya,?" tanya Sheina.
"komodo!!," ucap Adrian.
sontak saja, ucapan Kekasihnya itu, membuat Sheina membulatkan matanya..
setelah itu, Sheina tertawa terbahak bahak karena ulah kekasihnya itu.
"hahaha kamu tuh lucu banget sih, kayaknya, kita akan langgeng terus. karena kita, akan terus bahagia," ucap Sheina pada akhir kalimatnya.
"aamiin," ucap Adrian seraya terswnyum tipis."eh, mau dengerin lagu nggak,?" tanya Adrian.
"boleh, lagu apa, yang kenceng ya, suaranya," ucap Sheina.
__ADS_1
"oke," ucap Adrian seraya meletakan ponselnya, di sandaran ranjang. dan dirinya mulai memetik sennar gitar.
Di hidup ini
Telah kusinggahi banyak cinta
Namun tak pernah aku temui cinta
Sekuat aku menginginkan dia
Hal hebat kurasakan
Kini dicintai seseorang
Yang ku pun mencintai
Itu sempurna
Takkan siakan dia
Belum tentu ada yang seperti dia
Satu dunia tahu aku bahagia
Banyak pasang mata saksinya
Takkan duakan dia
Belum tentu esok kan masih ada
Kesempatan tak datang kedua kalinya
Hargai dan jaga hatinya
Dalam diamku
Kupanjatkan selalu doa untuknya
Namun yang mampu tangguh tuk bertahan
Dan berjuang
Takkan siakan dia
Belum tentu ada yang seperti dia
Satu dunia tahu aku bahagia
Banyak pasang mata saksinya
Takkan duakan dia
Belum tentu esok kan masih ada
Kesempatan tak datang kedua kalinya
Hargai dan jaga hatinya
Ho
Takkan siakan dia
Belum tentu ada yang seperti dia
Satu dunia tahu aku bahagia
Banyak pasang mata saksinya ho
Takkan duakan dia
__ADS_1
Belum tentu esok kan masih ada
Kesempatan tak datang kedua kalinya
Hargai dan jaga hatinya
Hatinya takkan siakan dia
Takkan siakan dia
Takkan siakan dia
Sumber: LyricFind
selesai menanyikan lagu itu, Sheina bertepuk tangan dengan mata berbinar binar.
"kamu hebat Ian, suara kamu keren abis," ucap Sheina seraya bersorak sorai.
"kalau kamu mau, aku mau nyanyi tiap hari ," ucap Adrian tersenyum tipis.
"enggak ah, aku nggak msu," ucap Sheina.
membuat Adrian yang mendengarnya, menautkan alisnya karena merasa heran.
"kenapa nggak mau,?" tanya Adrian
"iyalah nanti kalau aku di suruh bayar, mau bayar pakai apa,? aku kan nggak kerja," ucap Sheina polos.
memnuat Adrian seketika membulatkan matanya dan berapa detik beriutnya, terbahak karena mendemgar ucapan kekasihnya itu.
"hahaha sayang sayang, kamu tuh lucu banget sih saya jadi gemes deh.' ucap Adrian.
'
"hehe kan aku memang ngegemesin" ucap Sheina seraya tersenyum tipis dengan wajah yang di imut imutkan.
"kamu nggak tidur,?" tanya Adrian seraya menengok ke belakang kearah dinding.
"nanti aja, lahipula,aku belum Sholat Isya', " ucap Shrina tersenyum manis.
membuat Adrian yangendengarnya, juga ikut tersenyum manis
betapa bahagianya, laki laki itu, bisa medapatkan gadis sebaik Sheina. gadis yqng tak hanya cantik fisiknya, tapi juga cantik hatinya.
membuat Adrian merasa menjadi laki laki paling beruntung di dumia ini.karena memang, Adrianasih suka bolong bolong dwlam beribadah.
"ya udah sana Sholat dulu setelah itu, langsung tidur jangan bergadang," ucap Adrian memperingatkan kekasinya.
karena memang, Sheina sangat suka bergadang. apalagi jika ada film baru, oasti akan menonton drama itu, sampai pagi.
jangan di tanya, dirinya mendapat informasi darimana, pastilah dari Kevin.
"iya deh, assalamu'alaikum," ucap Sheina seraya menutup panggilanya.
"wa'alaikum salam, ingat langsung tidur jangan bergadang," ucap Adrian memperingatkan sekali lagi.
"iya sayangku, cintaku," ucap Sheina tersenyum manis.
kemudian mereka mengakhiri obrolan dan bersiap untuk melaksanakan Sholat Isya'.
setelah melaksanakan kewajibanya, Sheina segeta naik keatas tempat tidur. kemudian, memejamkan matanya karena bersiap untuk terbang kealam mimpi.
hingga deringwn dari ponselnya, membuat gadis itu, membuka matanya kembali. seraya menggerutu kesal.
"ish siapa sih yang sedang telpon, ganggu aja," ucapnya seraya menyambar ponsel yang berada di atas nakas.
kemalasanya semakin menjadi, saat gadis itu tau siapa yang menghubunginya.
dengan ceoat, dirinya meletakan di atas nakas kembali. seraya di Silent.
__ADS_1
BERSAMBUNG...