
lama di silent, Sheina akhirnya membuka matanya. karena meraasa terganggu dengan getaran ponselnya.
"kenapa sih, Vin,?" tanya Sheina setengah menggerutu.
membuat Kevin yang berada di seberang sana, merasa heran denganperubahan Sheina. karena biasanya, Sheina akan merasa senang saat di hubungi oleh dirinya.
"loe kenapa Sheina, nggak biasanya loe kayak gini," ucap Kevin dari seberang sana.
"eh, maaf Vin. gue kalau habis bangun tidur emang gini," ucap Sheina saat menyadari tingkahnya.
Kevin yang mendengar itu, hanya menganggukan kepala tanda mengerti.
"duh, Sheina lie beneran nggak tau diri ya, kalau bukan Anggun sama Kevin, siapa yang mau temenan sama loe," gerutu Sheina pada dirinya sendiri.
"Sheina, loe masih di aana kan,?" tanya Kevin yang sudah tak mendengar suara Sheina.
"eh iya, gue masih di sini Vin, loe kenapa,?" tanya Sheina.
"gue boleh jujur nggak sama loe,?" tanya Kevin terdengar begitu gugup.
"jujur masalah apa nih,?" tanya Sheina. " jangan bilang. loe suka sama gue,?" tanyanya seraya terkikik geli.
"hais nggak akan dan gak mau," jawab Kevin ketus dari seberang sana.
membuat Sheina yang mendengarnya, mendegus kesal seraya mrngericutkan bibirnya.
"dasar, manusia kejam " gerutu Sheina. membuat Kevin terbahak.
"yaudah loe kenapa,?" tanya Sheina. kembali ketopik awal.
"kayaknya, gue suka sama temen loe deh," ucap Kevin pelan seraya terdegar gugup. saat mengatakan itu.
Sheina yang mendengarnya, terdiam untuk beberapa saat. otaknya belum mampu untul mencerna ucapan yang di keluarkan oleh Kevin.
"tunggu sebentar, tadi loe bilang apa,?" tanya Sheina mencoba menyakinkan pendengarannya. takut takut jika salah.
"gu-gue suka sama temen loe," ucap Kevin sedikit gugup.
Sheina yang baru menyadari sesuatu, membulatkan matanya karena merasa terkejut.
"hah, loe serius,?" tanya Sheina memekik.
"ish jangan keras keras Sheina, nanti kalau kedengeran orang gimana, lagian kan gue masih takut," ucap Kevin.
"takut kenapa loe,?" tanya Sheina yang tampak serius.
"takut di tolak " ucap Kevin pelan.
sontak saja, mata Sheina membulat sempurna mendengar ucapan dari laki laki itu.
"loe aja belum ngungkapin perasaan loe, masak udah takut di tolak,? itu namanya kalah sebelum berperang," ucap Sheina seraya tersenyum geli.
"iya maka dari itu, gue mau minta bantuan sama loe, supaya gue nggak di tolak," ucap Kevin.
Sheina yang mendengarnya, berinisiatif, agar kedua sahabatnya mengetahi perasaan masing masing. terutama Anggun. yang sepertinya, sedang patah hati.
"oke deh besok gue bantu," ucap Sheina setelah berdiam cukup lama.
"wah, makasih Sheina sayang, loe emang sahabat yang baik," ucap Kevin girang.
Sheina yang mendengarnya,hanya bisa menggelengkan kepala. karena kelakuan sahabatnya itu.
...****************...
pagi harinya, Sheina bersiap siap untuk ke sekolah. ia segera menuruni anak tangga menuju lantai bawah.
dan disana, sudah ada Adrian yang sedang duduk bersama Bapak dan Ibunya.
"eh, Ian udah nyampek sini aja, "ucap Sheina seraya menghampiro orang tua dan kekasihnya itu.
__ADS_1
"eh, iya Na, biar aku nggak telat jrmput kamu," ucap Adrian tersenyum tipis.
"yaudah, kalian sarapqn dulu sana," ucap Bu Rianti pada Sheina dan Adrian.
Sheina hanya menganggukan kepala. sementara Adtian, laki laki itu, hendak menolak karena merasa tidak enak.
namun, dengan cepat, Sheina menarik tangan laki laki itu.
"udah makan aja, lagipula, kamu kan belum sarapan Ian," ucap Sheina.
dan dengan terpaksa, laki laki itu menurut dan Ikut makan bersama keluarga Sheina.
setelah selesai makan, mereka berdua berpamitan pdfa kedua orang tua itu.
di sepanjang jalan, Adrian selalu kepikiran dengan perkataan kedua orang tua Sheina.
Nak adrian, sebenarnya, Sheina sedah di lamar dua kali oleh seseorang dan menurut kepercayaan kqmi, wanita yang telah di lamar, tidak boleh di dekati oleh orang lain.
oerkataan Pap Rayn itu, membuat Adrian tak fokus pada sekitarnya. bahkan, pada Sheina yang merupakan kekasihnya saja, Adrian mengabaikanya.
sesampainya di sekolah, Sheina dan Adrian segera turun dari motornya. dan menyusuri koridor seraya bergandengan tangan.
tiba tiba, Kevin san Anggun, menarik tangan Sheina. membuat gadis itu terkejut fi buatnya.
"eh mau kemana,?" tanya Sheina.
"dilapangansekarang," ucap Anggun seraya menarik tangan gadis itu.
dan ternyata benar, di sana sedang berdiri seseorqng yang Sheina kenal dan ingin di hindari.
"pagi anak anak, hari ini, kita akan mengadakan gladi resik untuk av
cara Aniv sekolah yang ke tiga puluh taun. perayaan Aniv kali ini akan terasa berbeda karena akan ada seni musik dan dansa juga," ucap Kepala sekolah.
membuat semua siswa, menjadi heboh sendiri dan saling berbisik satu sama lain.
tak lama, seseorang datang dengan membawa gitar di atas podium. membuat semua orang merasa kagum. kecuali Sheina tentunya.
membuat Amggun dan Kevin, menjadi heran dan saling pandang. kemudian mereka nenganggulan kepala satu sama lain. seperti sebuah kode.
Rian yang melihat itu, hatinya menjadi bergemuruh dan lagu yang awalnya, ia persembahkan adalah lagu romantis, kini berubah menjadi lagu melow.
"selamat pagi semua, hari ini, saya akan menyanyikan lagu yang mewakili perasaan saya pada seseorang. seseorang yang masih saya kejar sampai saat ini," ucapnya seraya menatap Sheina.
sontak saja, Sheina yang merqsa di tatap, bersikap seolah bukan dirinya yang dimaksud. dengan sengaja bercanda dengan sang kekasih.
membuat pandangan sebagian siswa yang awalnya menatapnya menjadienatap kearah yang lain. karena merasa bukan Sheina yang di maksud oleh guru idola mereka.
kemudian petikan gitar, membuat Semua orang yang berada di lapangan itu. menjadi diam.
Meski dirimu bukan milikku
Namun hatiku tetap untukmu
Berjuta pilihan disisiku
Takkan bisa mengantikanmu
Walau badai menerpa
Cintaku takkan ku lepas
Berikan kesempatan untuk membuktikan
Ku mampu menjadi yang terbaik
Dan masih menjadi yang terbaik
Ku akan menanti
__ADS_1
Meski harus penantian panjang
Ku akan tetap setia menunggumu
Ku tahu kau hanya untukku
Biarlah waktuku
Habis oleh penantian ini
Hingga kau percaya betapa besar
Cintaku padamu ku tetap menanti
Walau badai menerpa
Cintaku takkan ku lepas
Berikan kesempatan untuk membuktikan
Ku mampu jadi yang terbaik
Dan masih jadi yang terbaik
Ku akan menanti
Meski harus penantian panjang
Ku akan tetap setia menunggumu
Ku tahu kau hanya untukku
Biarlah waktuku
Habis oleh penantian ini
Hingga kau percaya betapa besar
Cintaku padamu ku tetap menanti
Penantian panjang
Ku akan menanti
Meski harus penantian panjang
Ku akan tetap setia menunggumu
Ku tahu kau hanya hanya untukku
Biarkan waktuku
Habis oleh penantian ini
Hingga kau percaya betapa besar
Cintaku padamu ku tetap menanti
Cintaku padamu
Ku tetap menanti
Meski dirimu bukan milikku
Namun hatiku tetap untukmu
Sumber: LyricFind
Penulis lagu: Eka Gustiwana Putra
__ADS_1
Lirik Kutetap Menanti © Massive
BERSAMBUNG.....