Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 107


__ADS_3

Sheina dan Rian kini tengah berada di dalam mobil menuju rumah Anggun. karena sedari tadi, Anggun telah menghubunginya berkali kali untuk memintanya segera datang.


"Mas, kita mask cuma mau bawa kue aja kesana,? nggak di tambahin gitu,?" tanya gadis itu. seraya sesekali melirik ke jok belakang.


"terus mau di tambahin apa,?" tanya Rian seraya fokus menyetir.


Sheina tampak sejenak berfikir. tentang apa yang ingin dirinya beli untuk dirinya beli untuk tambahan kado darinya.


hingga tak berapa lama, matanya berbinar saat mengingat sesuatu. gadis itu segera menoleh kearah sang suami.


"Mas, kita berhenti di toko DVD sebentar ya," pinta gadis itu pada sang suami.


Rian yang mendengarnya, menoleh " mau pesan apa sayang,?" tanyanya.


Sheina hanya tersenyum tipis kemudian, tak berapa lama, pomselnya kembali berdering. dengan cepat, Sheina segera mengangkatmyq.


dia yakin seratus persen, gadis di seberang sana pasti alan mengomel sebentar lagi. kita hitung saja ya,


satu, dua, ti...


"Sheina,!!" teriak Anggun dari seberang sana. membuat Sheina seketika menjauhkan ponselnya dari telinga.


"eh, gue gak budeg ya," gerutunya mendenggus kesal.


Anggun yangendengarnya, terbahak di seberang sana. " ya lagian loe sih lama banget nyampenya, gue udah deg degan sendiri ini," gerutunya.


Sheina tersenyum tipis. kemudian melirik sang suami yang sedari tadi memperhatikannya itu. " Mas, tolong beliin ini ya di toko itu," pinta gadis itu berbisik.


tanpa berlama lama, Rian segera turun dari Mobil dan segera menuju tempat yang di tuju sang istri.


"loe ngomong sama siapa Sheina,?" tanya Anggun yangasih setia di seberang sana.


"ya sama suami gue lah, sama siapa lagi," ucapnya seraya menatap pintu toko yang belum terbuka. dirinya khawatir, akan kemampuan suaminya dalam berbelanja.


dirinya takut, jika sang suami tidak bisa membeli. karena menurutnya, urusan beli membeli itu adalah urusan wanita.


tak lama, Rian kembali dengan membawa paperbag dengan hoqsan pita berwarna pink di atasnya. dan ada tulisan dan Foto sepasang pengantin.


Sheina yang melihatnya, tercengang seketika. gadis itu menatap sang suami dengan ekspresi wajah tak percaya.


"Mas, Mas yang pesen gambar ini,?" tanyanya serayaenunjuk paperbag itu.

__ADS_1


Rian menganggukan kepala. kemudian, menyerahkan sati lagi paperbag yang berukuran kecil pada sang istri.


"itilu buat kamu, " setelah mengatakan itu, Rian segera melajukan mobilnya. " itu hadiah dari Mas. anggap saja, kado pernikahan,," lanjutnya.


Sheina yang mendengarnya, tersenyum manis pada laki laki dibsampingnya itu. "makasih Mas," ucapnya seraya memangku hadiah dari suaminya itu. dan tiba tiba,..


Cup


satu kecupan,rnendarat mulus di pipi sang suami. membuat laki laki itu, seketika menoleh pada sang istri.


laki laki itu terswnyum tipis seraya mengelus, pipinya berkali kali. "wah, sepertinya hari ini, Mas nggakau cuci muka ah," Rian berkata dengan melirik sang istri.


Sheina yang mendengarnya, menautkan alisnya karena bingung. "memangnya kenapa,?" tanya gadis itu yang masih tidak mengerti.


"iyalah, nanti kalau di cuci, ilang bekas kecupannya," Rian berkata dengan menaik turunkam alisnya.


"ish dasar guru mesum," cibirnya seraya membuang muka ke arah samping.


tapi, percayalah wajah gadis itu sekarang berswmu merah bak kepiting rebus karena merasa malu.


Rian yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis dan kembali fokus menyetir. dan tak berapa lama, mobil yang di tumpangi mereka, telah sampai di depan rumah Anggun.


"nanti, setelah anak ini lahir, kita akan mengadakan resepsi besar besaran," tutur sang suami dengan merengkuh pinggang istrinya.


Sheina hanya menganggukan kepala saja. entah mengapa, hatinyaerasa sedikit cemburu saat melihat pesta yang begitu mewah.


sementara dirinya, hanya menggelar ijab dan resepsi, hanya di rumah sakit. itupun disaat dirinya masih tak sadarkan diri.


huh, benar benar pengalaman menikah yang memilukan. tak lama, setelah mereka masuk kedalam rumah, Sheina telah di sambut oleh Bu Daisy yang langsung memeliluknya.


"sayang, kamu apa kabar,?" tanya Bu Daisy seraya mengecup pipi cuby Sheina.


"baik tante," Sheina terenyum tipis dan mengecup punggung tangan Ibu dari temannya itu. Bu Daisy segera membawa Sheinaenuju kamar Anggun.


sementara Rian, di ajak berbincang dengan Pak Agung Lesmana yang memang, telah lama duduk di sana seorang diri.


karena acara di sini adalah acara inti saja. dan hanya melibatkan dua keluarga dan teman Anggun sebagai saksi.


"kau tau nak, Anggun itu dari tadi hanya mendumel saja. karena merasa kamu tidak akan datang," Bu Daisy bercerita sambil menggandeng Sheina.


Sheina yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis. dsn tak lama, mereka telah sampai di depan kamar Rias.

__ADS_1


tok tok tok


terdengar suara di letuk dari luar oleh Sheina. segaja gadis itu tidak ingin langsung mrmbuka pintu dan menerobos masuk.


"masuk aja Mah," terdengar sahutwn dari dalam kamar.


Shiena kembali mengetuk pintu kamarnya.. kali ini sedikit lebih keras. hal itu membuat Aanggun yang berada di dalam, buru buru membuka pintu.


"kenapa sih pakai di gedor segala,?" tanya Anggun menggerutu. kemudian membuka pintu.


Ceklek


Sheina yang berada di depan pintu, tersenyum lebar saat melihat sahabatnya, telah berdiri dengan mengenakan gaun berwarna merah Muda.


"ya Allah, cantik banget sahabat gue," Sheina segera memeluk tubuh Anggun. dan langsung di balas oleh gadis itu.


"gue kira, loe nggak akan dateng tau," gerutunya. namun masih menarik tangan Sheina untuk masuk.


"mana mungkin gue nggak dateng, kan mumpung ada makanan gratis," Sheina berucap dengan nada riang.


Anggun yang mendengarnya, terkekeh pelan. " dasar bumil," gumamnya.


mereka kembali berbincang bincang sembari menunggu acaranya di mulai. dsn tak lama, terdrngar suara Kenzo melantunkan ayat ayat alqur'an.


seketika itu juga, Anggun menjadi sangat gugup. tangannya juga terasa sangat dingin. sepertinya, gadis itu merasakan gugup yang luar biasa.


"Nggun, tenang aja nggak usah tegang. " Sheina berusaha menenangkan sahabatnya itu.


padahal Sheina sendiri merasa hatinya sangat sesak karena dirinya tidak akan pernah merasakan hal seperti ini.


jangankan umtuk merwsa deg degan. merasa jatuh cinta pada pasangannya sebelum menikah saja tidak pernah.


dan diam diam, gadis itu mengusap air matanya. dan tak berapa lama, terdengar ucapan ijab qobul yang di utarakan.


"saya terima Nikah dan Kawinnya, Anggun Pradista Lesmana binti Agung Lesmana dengan maskawin tersebut tunai," bersamaan dengan kata sah yang di lontarkan oleh para saksi, mata Anggun berkaca kaca.


begitupun dengan Sheina. gadis itu yang sedari tadi hanya menahan tangis, akhirnya pecah juga. dan langsung memeluk Anggun.


Anggun tak merasa curiga sedikitpun. karena beranggapan, jika Sheina menangis karena terharu. padahal tidak demikian.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2