Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 50


__ADS_3

Kevin berencana akan mengajak Anggun besom ke rumah Sheina.


ya walaupun dirinya dan Anggun, sudah sering berkunjung ke sana. tapi sekarang, status


setelah menutup telponya, Sheina bergegas mendail nomor seseorang. yang ingin dia hubungi.


setelah menemukanya, Sheina segera memencet tombol hijau dari aplikasi itu.


tak lama, terdengar seseorang dari seberang sana. " halo assalamu'alaikum Nggun," ucapnya saat panggilan telah terhubung.


"wa'alaikum salam, Sheina ada apa,?" tanya Anggun dari seberang sana.


"emm besok kerumah gue ya, kan mumpung libur. kita masak masak di rumah gue, soalnya bapak sama Ibuk lagi ada urusan," ucap Sheina.


sementara Anggun, gadis itu trrdiam untuk beberapa saat. lalu menyetujui ususulan sahabatnya itu.


"oke deh, besol gue kesana," ucap Anggun pada akhirnya.


mendengar ucapan Anggun, membuat Sheina menghela nafas lega.


"syukurlah semoga ini awal yang baik untuk semua orang," ucapnya dalam hati.seraya tersenyum simpul.


setelah selesai menghubungi Anggun, Sheina bergegas untuk turun ke bawah. menemui kedua orang tuanya.


"Pak Buk," aapaSgeina pada kedua orang tuanya.


"eh, sayang ada apa,?" tanya Bu Rianti saat melihat sang putri. seperti takut takut karena hendak mengatakan sesuatu.


" besok, Sheina dan teman teman, mau masak masak di sini.boleh nggak,?" tanya Sheina.


membuat kedua orang tua itu, saling pandang. karena tidak biasanya, putri mereka akan meminta izin, dengan wajah twkut sepeeti inu.


"ya boleh lah sayang, kenapa kamu mesti takut sama kita,?" tanya Bu Rianti.


"maaf Bu, akhir akhir ini, kan kalian jarang ada di rumah. karena terlalu srbuk bekerja, Sheina takut kalian, akan gampang marah karena terlalu lalah," ucap Sheina bernafas lega.


"Itu tidak akan pernah tetjadi sayang, karena sifat kami, akan selalu sama wampai kapan pun," ucap Bu Rianti tersenyum kearahnya.


"jadi besok pagi, boleh nih kita masak masak,?" tanya Sheina memastikan.


"boleh sayang, karena kamu memang harus bisa memasak. agar kamu, menjadi istri idaman kelak jika sudah menikah.


"ih, Bu itukan masih lama, jangan di bahas sekarang ah, lagian Sheina mau mengejar cita cita Sheina dulu setinggi langit," ucapnya seraya memasang wajah kesal.


memang Sheina selalu saja tak suka jika menyangkut tentang pernikahan. apalagi, tahun ini, dirinya baru akan genap berusia tujuh belas tahun.

__ADS_1


jadi menurutnya, masa itu masih lama dan sekarang, yang harus dirinya lakukan, adalah dengan mengejar cita citanya setinggi langit.


apalagi, kini dirinya sudah tidak berwajah buruk rupa lagi. hadi, tidakada alasan untuk minder.


"iya sayang,ibu mengerti. lakukan apapun, yang membuat kamu bahagia. asal itu positif, Bapak sama Ibu, akan selaluendukungmu," ucap Ibi Rianti seraya mengusap kepala Sheina.


Sheina hanya menganggukan kepala dan berhambur dipelukan Ibunya.


setelah itu, Sheina memutuskan untuk masuk kedalam kamar.


sesampainya di kamar, Sheina segera meraih benda pintarnya dan menekan nama sang kekasih.


"halo Ian, assalamu'alaikum," ucapnya saat firasa ada respon disana"wa'alaikum salam, ada apa Na,?" tanya Adrian merasa heran. karena Sheina mau menghubungi dirinya terlebih dahulu.


karena biasanya, laki laki itu, akan menghubunginya trrlebih dulu.


"emm besok kerumah aku yah, " ucapnya terdengar malu malu.


membuat Adrian yang mendengarnya, merasa begitu gemas pada kekasinya itu.


"mau apa kerumah kamu,? hmm," tanya Adrian.


"kita kumpul seperti biasa aja di sini, karena besok, Ibuk sama bapak kayaknya nggak ada di rumah," ucap Sheina.


"oh gitu, kalau besok aku nglamar kamu gimana,?" tanya Adrian.


sangat mengejutkan dan sangay membuatmya tegang.


"Ian, jangan macem macem ya," ucap Sheina memperingatkan.


"siapa yang mau macam macam sih sayang, orqng mau halalin kamu kok macam macam,?" tanya Adrian menggodacaang kekasih.


"Ian, " rengek Sheina pada kekasihnya. membuat laki laki itu, tergelak dengan suara kerasnya.


"iih kayanya puas banget ngetawain aku," degus Sheina kesal.


"hahaha soalnya kamu lucu kalau lagi gitu," ucapnya s seraya masih tertawa kecil.


membuat Sheina semakin kesal dengan kekasihnya itu.


"oke kalau gitu, kamu besok nggak usah dateng aja," ucap Sheina yang membuat tawa Adrian seketika berhenti.


"sayang," kini giliran Adrian yang merengek seperti anak kecil. membuat Sheina tersenyum penuh kemenangan.


"makanya, jangan macem macem sama seorang wanita, kalau sudah beraksi, kelar hidupmu," ucapnya jumawa.

__ADS_1


pastinya, masih di dalanm hati karena mana mumgkin, Sheina berani mengatakan itu secara langsung.


karema orang lain, taunya jika Sheina adalah orang yang baik hati dan lemah lembut.


padahal, dirinya hanya manusia biasa yang mempunyai batas kesabaran.


"iya deh, aku nggak akan kerumah kamu besok," ucsp Adrian.


membuat Sheina mengerutkan keningnya heran. ada apa dengan kekasihnya itu, apakah dia marqh, karena tak di perbolehkan ke rumahnya besok,


apakah memang perasaan kekasihnya itu, sangat sensitif, sehingga Sheina harus bersabar dalam menghadapinya,?


pertanyaan demi pertanyaan datang silih berganti memenuhi fikiranya.


namun, seketika fikiran fikiran di otanya itu menghilang, saat Adrian mengatakan sesuatu.


"besok memang aku nggak akan datang bersama teman teman yang lain, tapi beberapa tahun yang akan datang, aku akan datang sama orang tuaku, untuk melamarmu," ucapnya seraya mengefipkan matanya.


membuat Sheina, menghela nafas lega, sekaligus mendegus kesal.


lega karena ternyata, Adrian bulanlah laki laki baperan. dan kesal karena kekasihnya itu, ternyata, masih gencar menggodanya.


"Ian, jangan di godain terus ih, atau kamu nggak akan bicara lagi sama aku, selama satu inggu," ancam Sheina.


dan benar saja,seelahSeina nengatakan hal itu, wajah Adrian yang awalnya ceria, beibah enjadi murung.


"jangan gitu ih, sayang aku bisa gila kalau kamu jauhin. sehari aja, rasanya udah kangen apalagi seminggu,? bisa gila aku," ucap Adrian.


"dih, lebay banget pak, " cibir Sheina. " lagian, kalau nggak ketemu aku kan bisa cuci mata dengan yang lain," lanjutnya. sengaja ingin mengetes sang kekasih.


"enggak akan dan jangan berbicara omong kosong," tegur Adrian pada Sheina.


"oh ya, bagaimana aku bisa percata,?" tanya Sheina sengaja memancing.


"kamu bisa cari tau dari semua teman aku di sekolah. apalagi yang, aatu kelas. karena mereka pasti tau," setelah berbicara seperti itu, Adrian menutup panggilanya.


"eh, dia marah,?" tanya Sheina seraya mengecek ponselnya.


tak lama, terdengar suara motor di depan rumahnya. dan setelah itu, pintu kamarnya, di ketuk oleh seseorang dari luar.


"Sheina, di depan ada Adrian," ucapnya seraya mengetuk pintu.


"iya Bu, sebentar," ucapnya seraya beranjak dari tempat tidur. kemudian, berjalan menju kamar mandi untuk sekedar cuci muka..


setelahnya, gadis itu, keluar untuk menemui sang kekasih.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2