
keesokan harinya, Sheina berangkat sekolwh, bersama sang suami. hal itu, membuat Rian tak henti hentinya tersenyum tipis.
karena pada akhirnya, dirinya bisa mrnggapai bidadari hatinya itu .Sheina yang baru saja masuk ke dalam mobil, merasa heran karena melihat sang suami sedari tadi, hanya terssnyum saja.
"Mas!!" gadis itu menepuk pundak sang suami. membuat senyuman Rian semakin lebar saja. hsl itu membuat Sheina seketika bergidik ngeri. " mas nggak kesurupan kan,?" tanya gadis itu khawatir.
pluk
kening Sheina di timpuk kertas oleh Rian. " enak aja kalau ngoming," Rian kembali tersenyum tipis.
"lha itu kenapa kok senyum sendiri,?" tanya Sheina.
"Mas tuh lagi seneng karena akhirnya kamu sekarang, sudah bisa menerima Mas," Rian mengelus kepala aang istri.
"oh, kirain kesambet,",Sheina segera mengenskan sabuk pengamannya. dan disepanjang jalan, gadis itu, tak di izinkan untuk melepaskan genggaman tangan mereka.
"Mas posesif banget sih," goda gadis itu pada suaminya.
"karena Mas sangat mencintai kamu," Rian mengecup jemari sang istri. Sheina yang mendengatnya,entah mengapa, menjadi sangat terharu.
Sheina segera menyeka air matanya itu. sontak saja, Rian yang melihatnya, swgera menghentikan mobilnya.
"sayang kau kenapa nangis,?" tanya Ria mendadak khawatir. Sheina hanya menggelengkan kepala.
"aku hanya terharu saja Mas. dan entahengapa, aku sekarang menjadi sedikit agak melow," Sheina tetsenyum tipis.
"huh, kirain kamu kenapa" Rian mencubit hidung sang istri dengan grmas. " kata orang jaman dulu. kalau cengeng berarti anaknya cewek lho," Rian tetsenyum penuh arti
Sheina yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis. dan mereka segera melanjutkam perjalanan mereka.
lima belas menit kemudian, mereka telah sampai di gerbang sekolahan .
"Mas aku turundi sini saja ya,?" pinta gadis itu. Sungguh, Sheina masih brlum mau jika statusnya di ketahui oleh murid yang lain.
"ngapain turun di sini,?' laki laki itu tampak menautkanbalisnya. sepertinya, Rian melupakan jika mereka masih berada di dunia pendidikan.
Sheina yang mendengarnya, menghela nafas panjang. sepertinya suaminya itu melupakan sesuatu.
sesuatu, jika mereka masih bersetatus pelajar dan murid.
"Mas kita itu masih Pelajar guru dan Murid. " Sheina mencoba mengingatkan sang suami.
__ADS_1
Rian yang mendengarnya, hanya tersenyum kecil. " memangnya kenapa,? lagi pula di boleh kan,?" tanya Rian.
Sheina hanya menghela nafas panjang.percuma saja berdebst dengan laki laki kepala. karena tidak akan pernah menang.
"pokoknya, Sheina nggqk mau ketahuan sama teman teman," gadis itu ssgera turun dari mobil sang suami.
kemudian masuk ke dalam gedung sekolah. sepanjang koridor sekolah, mata gadis itu awaselihat sskitar.
takutnya, ada yang melihat dirinya berangkat bersama guru idola anak anak.
"cie, di antar pak suami ya,,?" tanya seseorang. membuat gadis itu seketika menoleh ke arqh sumber suara.
dan di sana, telah ada Bu Winda yang tersenyum tipis. dan dengan perlahan gadis itu segera menghampiri guru kesayanganya itu.
"eh, Bu Assalamu'alaikum," sapanya seraya mencium punggung tangan wanita cantik itu.
"wa'alaikum salam, gimana kamu sudah berbaikan sama suami kamu,?" tanya wanita berusia dua puluh enam tahun itu.
Sheina yang mendengarnya, menautkan alisnya karena bingung. dari mana gurunya itu tau jika mereka telahenikah dan pernah ada konflik besar,?
"ibu tau darimana, kalau saya,.." Sheina tak melanjutkan ucapanya. karena merasa malu dan bingung sendiri.
"kamisemia tau Sheina, bahkan semua guru dan kepala sekolah, datang waktu acara ijab qobul kamu dan resepsi kecil kecilan yang di buat oleh suami kamu," Wanita cantik itu tersenyum tipis.
Sheina yang mendengarnya, hanya ternganga. gadis itu tak menyangka jika semua guru dan kepala sekolah mengetahui hal ini.
benar benar, pokoknya Sheina harus meminta penjelasan pada suaminya itu. Sheina segera pamit pada Bu Winda untuk menuju kelasnya.
tanpa di sadari, jika sedari tadi, Adrian memperhatikan mantan kekasih terindahnya itu. laki laki itu tersenyum lega saat mendapati, jika kesayanganya, telah bahagia.
memang, mungkun ada yang salah karena dirinya menyukai istri orang. namun entah mengapa, Aiden seperti susah melepaskan jeratannya.
*****
tak lama, gadis cantik itu segera masuk ke dalam kelas dan lagi lagi, Sheina mendapati seorang gadis tengah menatapnya dengan tersenyum tipus.
namun, Sheina hanya membalasmya, dengan tersenyum manis pula. gadis itu segara duduk di bangkunya.
dan tak lama, Anggun datang menghampirinya. gadis itu tersenyum manis pada sahabatnya itu.
membuat Sheina semakin bingung di buatnya. " loe kenapa dah,?" tanya gadis itu.
__ADS_1
Anggun mengangkat tanganya. memperlihatkan cincin permata yang begitu menawan.
hal itu mrmbuat Sheina semakin kebingungan di buatnya. karena memang, Sheina bukanlah tipe orang yang gila harta.
Anggun tak menjawab. gadis itu mengeluarkan sesuatu dari tas ranselnya itu. Sheina tampak terkejut karena di depannya, telah tersaji sebuah undangan pernikahan
tqngan gadis itu terulur dan mengambil undangan yang ada di atas meja. " loe mau nikah,?" tanya Sheina.
Anggun hanya menganggukan kepala. kemudian tersenyum manis pada sahabatnya itu.
"bukannya masih lama ya,?" tanya Sheina. gadis itu memang sangat kepo. pada sesuatu.
"Mas Kenzo maunya di percepat dan sebagai istri yang baik, gue nurut aja," Anggun tersenyum tipis.
Sheina terperangah dengan kata kata sahabatnya itu. apalagi saat Anggun merubah panggilannya, menjadi Mas. seperti ada ribuan kupu kupu yang menggelitik perutnya.
tak lama, ponsel Sheina bergetar. pertanda, ada pesan masuk di sana.
dengan cepat gadis itu meraihnya dan membaca pesan itu. bibirnya tertarik ke atas saat membaca pesan itu.
dan hal itu, berhasil membuat jiwa kepo Anggun, bergejolak. dengan perlahan, gadis itu melongokkan kepala umtuk melihatnya.
mata Anggun membulat sempurnasaat membaca pesan di ponsel sahabatnya itu. sementara Sheina, gadis itu hanya tersenyum tipis
"loe udah baikan sama Pak Rian,?" tanyanya dengan mata menelisik ekspresi wajah sahabatnya.
Sheina hanya menganggukan kepala.sekarang, Anggun yang terkejut denga. informasi,yang baru saja dia dapatkan.
" sejak kapan,?" tanya Anggun mulai kesal kaeena Sheina belum pernah cerita apapun dengan dirinya.
Sheina yang melihat krkesalan di wajah sahabatnya, menjadi was was. " eh, Anggun jangan marah dong," gadis itu tampak mengelus pundak sahabatnya.
"gue nggak marah kok, gue cuma kesel aja, kenapa, loe ngak mau cerita,' tuturnya seraya menghela nafas.
Sheina yang mendengarnya, hanya bisa meringis." iya, gue, minta maaf ya, " Sheina tampak tersenyum tipis
"sekarang, gue akan ceritakan semuanya sama loe," dengan tenang Sheina mulai menceritakan semuanya oada sahabatnya itu.
tanpa ada yang dia tutup tutupi.dan setelah selesai menceritakan semuanya. Sheina ijin untuk ke ruang guru. untuk menemui sang suami tercinta
Bersambung....
__ADS_1