
sontak saja, ucapan Bu Selvy, membuat Hanum mengeram kesal.
"oh, kalau gitu, Hanum tunggu di sini saja ya Om, Tante," ucapnya sraya tersenyum oenuh arti.
membuat kedua orang tua paruh baya itu menghela nafas panjang, seraya pamit akan ke taman belakang.
"kalau begitu, Tante sama Om, pergi dulu ya, mau istirahat di kolam renng belakang."ucapnya seraya berlalu pergi dari hadapan Hanum.
Hanum hanya tersenyum tipis dan melanjutkan bermain ponselnya.
sungguh, gadus yangpantang menyerah dan bertekd kuat hihihi.
tak lama, ide licikpun muncul di kepala Wanita itu an dirinya bergeas pulang krumahnya sendiri.
sementara itu, Rian yang tengah tidur tak memperdulikan suara ketukan apapun. bahkan, Artnya sudah beberapa kali mengetuk pintunya. namun, dirinya tak juga bangun.
pagi harinya...
hari ini, Sheina berangkat bersama Adrian. karena memang, laki laki itu, sudah menunggu dirinya sejak pagi.
Sheina dan kedua orang tuanya, Ikut keluar rumah untuk menemui tamu tersebut.
"eh, ada tamu," ucap Bu Rianti seraya tersenyum tipis. membuat Adrian, dengan segera menyalami kedua orang tua Sheina.
"teman baru Sheina ya,"?" tanya Pak Rayn ramah. membuat Adrian tersenyum tipis dan menganggukan kepala.
"terus Kevin sama Anggun kok tumben nggak kesini,?" tanya Pak Rayn.
"enggak tau Pak, mungkin mereka sibuk sampai nggak sempat kesini," ucap Sheina. mereka hanya menganggukan kepala mengerti.
"ya sudah om, tante, saya pamit dulu ya," ucap Adrian seraya mencium punggung tangan kedua orang tua Sheina.
"iya sudah, kslian hati hati ya," ucap Pak Rayn. dan di bslas Anggukan oleh Sheina dan Adrian.
"assalamu'alaikum," ucap Sheina dan Adrian secara bersamaan.
dengan segera, Adrian melajukan motornya, meninggalhan area perumahan Sheina. dan di sepanjangjalan, Adrian dan Sheina tak henti hentinya berbincang.
"jadi, loe baru tinggal di perumahan ini,?" tanya Adrian.
"iya, belum ada satu bulan," ucap Sheina agak keras karena jalanan yang terlalu bising oleh lalu lalangnya kendaraab.
"oh, kapan kapan kita main ke Danau yang ada di ujung perumahan itu yuk," ucap Adrian mengajak Sheina.
"emang di sana ada Danau,?" tanya Sheina merasa penasaran.
"ada baru di buat satu tahun yang lalu," ucap Adrian tersenyum tipis di balik helm full facenya.
__ADS_1
"oh," ucapnya ber-oh ria. " eh tunggu, kok loe bisa tau kalau di perumahan itu ada Danau buatan,?" tanya Sheina. yang baru tersadar.
"taulah, karena gue memang, tinggal di samping Danau buatan itu," ucapnya tersenyum manis.
membuat Sheina, seketika membulatkan matanya, karena terkejut.
"serius loe,?" tanya Sheina yangasih tak menyangka.
"serius, ntar kapan kapan, gue ajak loe kesana, pemandanganya juga indah banget," ucap Adrian.
"wah, kalau gitu, Anggun sama Kevin harus tau nih," ucap Sheina bersemangat. seraya mengacungkan satu tangannya ke udara.
membuat Adrian lagi dan lagi, terssnyum lebar karena tingkah Sheina yang menurutnya lucu.
tanpa mereka sadari, jika ada yang menatap interaksi mereka, dengan mata elangnya. siapa lagi, jika bukan Rian.
bahkan, laki laki itu, melihat semua yang di lakukan oleh Sheina dan Adrian. mulai dari keluar dari rumah, bercengkrama dengan orang tua Sheina, dan yang terakhir bercanda di atas motor.
hal itu, benar benar membuatnya cemburu buta.
setelah menempuh perjalanan hampir dua puluh menit, mereka akhirnya sampai di parkiran sekolahan.
dengan segera, Sheina turun dari motor, dan membuka helm lalu, menyerahkan pada Adrian.
saat dirinya hendak melangkah menuju gedung sekolah, seseorang menarik bahu Sheina, membuat gadis itu menoleh seketika.
"hei, mana teman teman loe, kasian ya, sekarang udah nggak punya teman," ucap Shandy.
Sheina hanya mengedikan bahunya merasa tak peduli. dengan segera, dirinya melangkahkan kakinya.
namun, dengan cepat, Shandy menarik rambut Sheina, hingga gadis itu memekik karena kesakitan.
"aww sakit, lepas!!," sentak Sheina seraya berusaha melepaskan diri dari Shandy.
tapi, sepertinya Shandy masih enggan untuk melepaskan gadis itu.
"lepaskan dia Shandy," ucap seseorang dari belakang.
membuat Shandy dan teman temanya, menoleh kearah sumber suara.
"loe mau jadi pahlawan haah,?" bentak Shandy pada Adrian.
membuat laki laki itu, tersenyum miring seraya meludah di sampingnya. seakan Shady adalah barang yang menjijikan.
"cuih,"
membuat Shandy yang melihatnya, menjadi naik pitam dan segera menghempaskan tubuh Sheina dengan kuat. membuat gadis itu, memekik karena kesakitan.
__ADS_1
"awh," ucapnya seraya meraba bagian tubuhnya yang terasa nyeri.
lalu, dengan cepat, Shandy menghampiri Adrian, hendak memberikan pelajaran pada laki laki iti.
"apa yang kalian lakukan,?" tiba tiba suara seseorang, membuat mereka semua, menoleh ke belakang.
"ayo lari," ucap Shandy. saat menyadari, ada guru yang mengetahui tingkah Shandy dan teman temanya.
Shandy dan teman temanya pun, lari terbirit birit seperti sedang melihat hantu.
"kamu tidak apa apa,?" tanya orang itu menghampiri Sheina yang masih terduduk di atas paving.
"nggak papa kok pak," ucapnya seraya berusaha bangkit berdiri.
sontak saja, dengan cepat, kedua laki laki itu, mengulurkan tangannya, hendak membantu Sheina berdiri.
dan dengan cepat, Sheina meraih tangan Adrian dan menriknya, agar bisa kembali berdiri.
"thanks Ian," ucap Sheina seraya tersenyum tipis.
"sama sama Na," ucap Adrian seraya tersenyum tak kalah manis.
membuat seseorang yang berada di sana, semakin terbakar api cemburu.
yaelah, cemburu buta nih babang Rian hehe
dengan cepat, Rian menurunkan tanganya yang tadi terulur dan mengepal kuat di samping celananya.
"kami permisi pak," ucap Adrian. seraya berlalu pergi. meninggalkan Rian yang masih terpaku dengan oeeistiwa yang baru saja terjadi
"shiitt," umpatmya, sat dirinya sudah menyadari jika Sheina dan Adrian sudah tidak ada di sana. dengan segera, laki laki itu, melangkahkan kaki, menuju gedung sekolah.
sementara Sheina dan Adrian kini berada di ruang UKS sekolah. mengobati luka pada siku Sheina yang tampak berdarah.
"awh sakit," ucap Sheina meringis saat kapas berisi obat merah, mengenai lukanya.
"tahan ya, bentar lagi selesai," ucap Adrian lembut seraya tanganya, masih sibuk mengolesi obat merah pada kapas.
"emm btw makasih loh, Ian loe udah bantuin gue tadi," ucap Sheina yang sesekali meringis karena rasa perih yang melanda.
"sama sama Na, mulai sekarang, gue akan selalu ada di dekat loe, dan bantuin loe , kalau loe di ganggu sama Shandy dan teman temanya.
"hmm gimana mau kasih tau, gue kwn nggak pumya nor loe," ucap Sheina yang pura pura berwajah sedih.
"nih," ucap Adrian menyodorkan sebuah kartu, berwarna hitam pada Sheina seraya tersenyum lebar.
"apa nih,?" tanya Sheina yang memang tak mengerti.
__ADS_1
BERSAMBUNG........