
Sheins yang mendengarnya, mendadak wajahnya terasa panas. " gombal aja terus," ucapnya mencebikan Bibirnya.
namun, percayalah, hatinya sangat berbunga bunga mendapatkan gombalan seperti itu.
sore harinya, Sheina mendapat tamu spesial yaitu para sahabatnya. eh salah, lebih tepatnya, sahabatnya dan mantan pacsrnya.
"kamu sudah nggak papa Na,?" tanya Adrian seraya tanganya hendak menyentuh kepala Sheina. namun, dengan cepat Anggun menepis tangan Adrian.
" jangan sentuh dia, atau loe mau lihat singa ngamuk hah,?"tanya gadis itu dengan mata menatap tajam.
Adrian yang mendengarnya, hanya menghela nafas panjang. " kenapa sih, kita harus di pisahkan seperti ini,?" tanya laki laki itu mendesah pelan.
plak
tiba tiba saja, satu geplakan mendarat mulus di pundak Adrian. membuat laki laki itu meringis.
"itu berarti belum jodoh Adrian," ucapnya seraya memberikan kode pada laki laki itu agar diam.
namun, yang di lakukan Adrian bukanya diam malah semakin menjadi.
"seandainya kamu mau berubah fikiran, aku mau menerima kamu dan anakmu," Adrian berkata seperti orang yang tak waras.
dia tidak menyadari, jika ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan tajam. siapa lagi jika bukan Rian.
laki laki itu bahkan seperti ingin mrnguliti Adrian secara hidup hidup karena telah berani mengganggu istri kecilnya.
sementara Shreina yang mendengarnya, hanya bisa tersenyum tipia. gadis itu bingung untuk menyikapinya.
karena jujur saja, dirinya memang masih ada rasa dengan mantan kekasihmya itu.
tak lama, ponsel Anggun berdering dan membuyarkan lamunan Rian. karena deringan ponselnya sangat kencang.
"halo, assalamu'alaikum," sapa Anggun saat panggilan terhubung.
"wa'alaikum salam, sayang, kamu ada di mana,?" tanya Kenzo yang terdengar sangat begitu lembut.
Anggun yang mendengarnya, menjadi sedikit malu, karena ponselnya di loadspeker.
"cie, sayang " goda Sheina seraya menyenggol lengan gadis itu. sehingga wajah Anggun menjadi tambah malu.
"apa sih," ucapnya seraya menepuk tangan Sheina. sshingga gadis itu tertawa terbahak.
"sayang, kamu masih di sana,?" tanya Kenzo. membuat Anggun baru saja tersadar jika ponselnya masih menyala.
__ADS_1
"eh, i-iya Mas aku masih ada di sini," jawwbnya dengan terbata bata.
"kamu lagi sana Sheina dan Rian nggak,?" twnya Kenzo dari seberang sana.
hal itu membuat Anggun yang mendengarnya, menjadi sedikit heran untuk apa suaminya itu menanyakan Sheina dan Rian.
"kenapa Mas nyariin Sheina dan Pak.Rian,?" tanya gadis itu dengan wajah heranya.
"sudah, nsnti saat di rumah, Mas ceritakan semuanya." jawab Kenzo dari seberang sana.
dan dengan segera, gadis itu memberikan ponselnya pada gurunya itu.
"halo, ada apa,?" tanya Rian to the point.
"kau harus mengecek keuangan restaurantmu," ucap Kenzo dari seberang sana.
hal.itu membuat Rian mengerutkan keningnya, karena merasa heran. dengan sikap laki lakivdi seberang sana.
" kau tau darimana,?" tanya Rian dengan nada curiga. memang laki lakl itu Instingnya sedikit melemah.
"nanti kita ketemu di restaurant yang sama yang biasa kita ketemu untuk bisnis." ucap Kenzo dari swberang sana.
"baiklah kalau begitu," ucapnya seraya memberikan ponselnya pada Anggun kembali.
mereka semua kini berbincang bincang seperti biasa.
sementara itu, di tempat lain, empat orang kini telah berada di ruangan yang sama. siapa lagi, jika bukan Hanum, Shandy, Indra dan Rifky.
"ada apa kalian kemari,?"tanya Hanum dengan wajah datarnya.
"kami telah mengacaukan keuangan restaurant Rian dan Kenzo," jawab Indra dengan senyum menyerigai dan hal itu, membuat Hanum terbahak keras.
"hahaha, akhirnya,vsatu persatu musuhku akan binasah," ucapnya tersenyum garang.
dan hal itu di ikuti oleh ketiga remaja itu. mereka menkmmati kebahagiaan semunya. yang tak tau, jika kebahagiaan itu, akan hilang pada saat yang tepat.
karena Tuhan, tidak akan membiarkan yang jahat, untuk bersenang senang lebh lama.
tujuh bulan kemudian,...
hari ini, tepat usia kehamilan Sheina berusia delapan bulan dan mulai dari saay ini, Sheina dilarang keras untuk pergi ke sekolah.
dirinya harus menggunakan metode daring. dan itu membuat Sheina sering kali merengek pada sang suami untuk ikut ke sekolah.
__ADS_1
namun, Rian pum sering kali menolak dengan tegas. bukan karena takut ketahuan, namun, lebih ke selamatan istri dsn anak anaknya.
"Mas, hari ini aku ikut ya," pinta Sheina pada Rian. namun, laki laki itu hanya menggelen saja.
" nggak boleh sayang, lagi pula, kamu mau berteman sama siapa di sana. Anggun kan juga lagi cuti sama kayak kamu," ucap Rian seraya mengelus kepala dan perut buncit sang istri.
Ya. Anggun kini telah hamil enam bulan dan Kenzo telah melarangnya untuk berangkat ke sekolah. dsn beruntungnya, Anggun adalah gadis yang penurut tidak pembangkang seperti Sheina.
sehingga Kenzo tak kualahsn menghadapi sikap Ibu hamil.
Ya,sekarang hubungan Kenzo dan Rian semakin akrab saja. setelah istri mwreka sama sama mengandung.
hal itu membuat Sheina sedikit merajuk. wanita hamil itu segera memalingkan wajahnya dan berlalu dari sana.
Rian yang melihatnya, menjadi tidak tega. tapi ia harus bersikap tegas pada istrinya itu. dengan terpaksa, Rian meninggalkan Sheina yang maaih merajuk dalam kamar.
"sayang, Mas pergi dulu ya, awas jangan keluar sendiri, kalau butuh apa apa, hubungi Mas," Rian berkata di balik pintu yang tertutup rapat.
tak lama kemudian, laki laki itu melajukan kendaraanya, meninggalkan kawasan perumahan elit terssbut.
"ish Mas Rian nyebelin banget sih, gak peka banget " gerutunya seraya memukul mukul kasurnya.
namun, beberapa saat kemudian, wanita dengan perut membesar itu, mendapatkan ide untuk keluar dari rumah itu.
dengan cepat, Sheina segera keluar dari kamar dan menuju pintu belakang. karena dirinya tau jika pintu itu saat ini sedang kosong sebab, semua pelayan, sedang berada di rumah utama.
"yeah aman!!" pekiknya secara tertahan. dan segera melangkahkan kakinya untuk keluar.
dia menuju halaman samping rumahmya, yang kebetulan berada di sii jalan raya.
"akhirnya, bisa keluar juga dari rumah itu," gumamnya seraya bernafas dengan lega.
karena hampir enam bulan, dirinya di kurung di rumah mewah itu membuat Sheina sering kali uring uringan.
apalagi, Ibu Hamil itu hatus bahagia. agar semuanya bisa sehat. bagaimana mau sehat kalau batinnya terus tertekan seperti ini.
"ayo pak, kita jalan," ujarnya seraya masuk dalam taksi. dan tak lama, taksipunelaju dengan kencangnya.
meninggalkan kawasan perahan elite itu. tanpa Sheina sadari, sedari tadi, ada sepasang mata yang terus mebgawasi dan menatapnya dengan tatapan tajamnya.
lekas, orang itu ikut mengawasi dan mengikuti kemanapun taksi yang di tumpangi Sheina.
"kau akan mati!!" gumwmnya dengam serigai menyeramkanny. bak seorang Iblis yang sangat mengerikan.
__ADS_1
siapa lagi pelakunya, jika bukan Hanum, setelah melakukan berbagai cara, akhirnya wanita itu mempunyai kesempatan juga.
Bersambung....