
setelahnya, mereka terlelap dengan saliing berpelukan. sementara itu, Bu Rianti dan Pak Rayn yang sedari tadi berada di ruang keluarga, hanya bisa berharap jika Sheina bisa luluh.
"semoga saja, Sheina bisa luluh ya Pak," Bu Rianti berkata penuh harap.
"Aamiin Bu, semoga saja ya," Pak Rayn merangkul pundak sang istri. sementara Neneng telah mengerjakan pekerjaannya.
******
sementara itu, di tempat lain, seseorang wanita dewasa tengah duduk di kursi di tengah ruangan. tak lama berselang, tiga remaja masuk ke ruangan itu.
"apa yang kamu dapat,?" tanya Hanum menatap datar ke depan.
"Sheina sepertinya sedang hamil muda kak, jadi kita harus bagaimana,?" tanya Shandy yang menunggu perintah dari wanita itu.
"hmm sepertinya, kita tunggu beberapa bulan lagi sepertinya menyenangkan melenyapkan yang sedang tumbuh membesar. kalau sekarang, masih terlalu ringan," Hanum tersenyum Devil.
Shandy dan kedua laki laki itu, hanyq mengangguk kepala.
"kalian berdua," tunjuknya Pada Rifky dan Indra. " kalian harus melamar kerja di cafe Rian Dan Restaurant Kenzo. dan nanti...." wanita itu membisikan sesuatu pada kedua remaja laki laki itu.
"oke Kak, laksanakan," ucap mereka tertawa bersamaan.
******
sementara itu, di keluarga lesmana, tengah berlangsung lamaran kecil kecilan. yang hanya di hadiri oleh dua keluarga inti saja.
"kami boeh duduk,?" tanya Kenzo yang baru saja datang bersama sang Ayah.
"silahkan Nak Kenzo, tante panggilkan Anggunbsebentar," Bu Daisy beranja dari tempat duduknya.
dan setelah kepergian Bu Daisy, tampak sekali Kenzo sangat gugup dan sesekali mere**s tangannya.
"nggak usah gugup semua akan baik baik saja,"Pak Reno menepuk bahu sang putra. dan tak lama, keluar Anggun dan sang Mama dan menuruni anak tangga.
hal itu,embuat Kenzo enggan untuk berkedip dan terus saja, memandangi wanita yang sebentar lagi, akan menjadi istrinyq itu.
"awas, matanya nanti lepas," ledek Pak Reno dengan menyenggol lengan putranya.
Anggun, hari ini benar benar sangat cantik. persis seperti namanya Anggun.
setelahnya, gadis itu duduk di tengah tengah kedua orang tuanya.
"Mah, kenapa acanya di ajuin sekarang, bukannya seharusnya tiga hari lagi,?" tanya gadis itu seraya berbisik.
__ADS_1
"hmm kalau itu, mamah kurang tau sayang, lebih baik kamu tanya saja sama calon suamimu," Bu Daisy berkata dengan senyuman manis.
blush
seketika wajah Anggun memerah saat sang Mama, menyebut Kenzo sebagai calon suaminya.
"siang semuanya, sebelumnya, saya mau meminta maaf, karena memajukan rencana pertunangan ini lebih cepat. karena ada suatu hal yang mempengaruhinya," Kenzo mengatakan dengan menghela nafas panjang.
dsn tanpa basa basi lagi, acarapun berjalan drngan lancar tanpa hambatan. dan kini, semua orang tengah berbahagia.
terutama Anggun dan Kenzo dua sejoli itu kini berada di taman belakang rumahnya. setelah acara pertunangan itu, ke dua Ayah mereka, kembali membahas masalah bisnis.
dan sebenarnya, Kenzo ingin bergabung. tspi di urungkan karena Anggun yang melarangnya. dan malah menariknya ke taman belakang.
"kenapa? udah nggak sabar ya, untuk berduaan sana Kak Kenzo sampai narik narik gini,?" goda laki laki itu.
"ish enak saja," Anggun mencubit kecil pinggangg Kenzo membuat laki laki itu, menjerit kesakitan walaupun, cubitanya tak terlalu sakit.
"awh sakit sayang," ucap laki laki itu manja. hal ituembuat Anggun terdiam. entah mengapa, kata sayang dari Kenzo, membuatnya terbang hingga ke awang awang.
"ish tau akh aku mau ke dalam aja," Anggun berdiri hendak pergi. namun, dengan cepat Kenzo menarik tangan gadis itu.
membuatnya, jatuh ke pangkuan Kenzo. dan dengan cepat, laki laki itu, melingkarkan tanganya ke perut sang cslon istri.
"kamu nggak mau dengerin cerita aku,?" tanya Kenzo semakin mengeratkan pelukanya.
hal itu membuat Kenzo semakin gemas di buatnya. " duh, gemes banget sih jadi pengen cepet di halalin biar bisa kecupin sepuasnya," Kenzo semakin gencar menggodanya.
"ish aku pergi nih ya," ancam Anggun dan membuat Kenzo tersenyum lebar.
"gitu aja marah," Kenzo menoel hidung calon istrinya.. dan dengan cepat, laki laki itu segera menceritakan semuanya.
Flasback On.
hari itu, saat Kenzo keluar dari kantor, laki laki itu, mrndapati Adelia berada di sana.
Kenzo berusaha mengabaikanya dan berjalan ke arah mobilnya.
namun sialnya laki laki itu tersandung batu kecil membuat Adelia yang tadinya fokus pada Ponsel, menoleh le sumber suara.
"Kenzo!!" teriak wanita itu dan segera memeluk Kenzo.
"Adel, lapas! kamu apa apaan,? kenapa kamu peluk aku di tempat umum seperti ini,? malu tau!" Ucap Kenzo seraya menepis tangan wanita itu dengan kasar.
__ADS_1
"kenapa kamu berubah sih Ken, apa salahku,?" tanya Adel dengan wajah memerah siap untuk menangis.
"cih, hentikan sandiwaramu itu," Kenzo berdecak kesal.
"apa maksudmu,?" tanya wanita itu memasang wajah polosnya.
"ini apa,?" Kenzo memperlihatkan foto pada ponselnya. hal itu membuat Adelia gelagapan di buatnya.
"Ken, itu tidak seperti yang di bayangkan," Adelia berusahaeraih tangan laki laki itu.
namun, dengan cepat Kenzo menepis tangan wanita itu.
"baik, jika aku tidak bisa mendapatkanmu, maka semua wanita juga tidak akan memdapatkanmu," Adelia berucap penuh kobaran api.
dan dengan segera, wanita itu, meninggalkan hslaman perusahaan Kenzo.
Kenzo menjadi was was karena wanita itu, adalah orang yang sangat nekat. walaupun bisa di hukum, tapi Kenzo tidak ingin mengambil resiko berat.
Flasback Off.
Anggun yang mendengarnya, hanya bisa menghela nafas.," terus, apa yang akan Kakak lakukan,?" tanya Anggun.
"yang jelas, Kakak akan melindungimu, semampu yang aku bisa ," Kenzo tersenyum tipis. "oh iya, apa boleh, meminta sesuatu,?" tanya laki laki itu.
membuat Anggun, tiba tiba merinding di buatnya." apa,?" tanya Anggun takut takut. gadis itu khawatir, jika Kenxo akan meminta yang aneh aneh.
"bisa tolong jangan panggil Kak, ? karena aku bukan kakak kamu," Kenzo tersenyum tipis.
hal itu, membuat Anggun menghela nafas lega. " huh, kirain minta yamg aneh aneh," Anggun bergumam dengqn pelan.
"memangnya kamu mikirnya aku minta apa,?" tanya Kenzo menoel dagu sang calon istri.
Blushh
wajah Anggun seketika langsung memerah kala mendapatkan pertanyaan dan tatapan seperti itu.
"eh, e-enggak mikir apa apa," Anggun betkata sedikit tergagap. sungguh saat ini, Anggun merqsa sangat malu. ingin rasanya, gadis itu menghilang saat ini juga.
"kau tenang aja sayang, aku nggak akan macem macem, paling hanya satu macam," ssnyum genitnya keluar.
"dahlah, aku mau pergi aja," degus Anggun yang memang terlanjur malu.namun, di tahan oleh Kenzo.
"iya iya, jadi kamu mau panggil apa,?" tanya laki laki itu.
__ADS_1
"emm Mas aja ya,?" pinta Anggun.
Bersambung....