Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 65.


__ADS_3

Sheina, kini swdang berada di kamarnya. karena malam ini, adalah acara Aniversari sekolah. dia tampil cantik dengan balutan dres berwarna merah selutut.


setelah hampir lima menit mematut dirinya di depan cermin, gadis cantik itu, segera bergegas keluar dari kamarnya.


karena de lantai bawah, kekasih dan teman temanya, telah menunggu.


"perfect," gumam mereka secara bersamaan saat melihat gadis itu, menuruni anak tangga.


"kalian kenapa bengong,?" tanya Sheina seraya memeriksa penampilanya. siapa tau, ada yang salah.


"kamu cantik banget mslam ini Na," Adrian membuka suara. memuji sang Kekasih.


Sheina bernafas lega mendengar ucapan krkasihnya itu. dia fikir, penampilanya aneh sehingga membuat mereka sulit berkrdip.


"huh, syukurlah, aku kira, penampilan ku malam ini aneh," ucap Sheina menghela nafas lega.


mereka semua, kini berangkat menggunakan mobil milik Adrian.


dalam perjalanan, Sheina dan Anggun, tak henti hentinya berbicara dan terkadang, tertawa bersama. sedangkan, para laki laki yang berada di depan, saling menahan senyum saat mendengar ucapan yang keluar dari kekasih masing masing.


lima belas menit kemudian, mereka telah sampai di gerbang sekolah. karena memang, acaranya di adakan di lingkungan sekolah.


saat mereka ber empat turun dari mobil,semua mata seperti terhipnotis dan memanjang penuh kagum kearah ke empat remaja itu.


"gila ya, Vibesnya kayak artis woy," teriak salah satu dari kerumunan siswa itu.


"iya lo ternyata, si Sheina sangat cantik kalau pakai gaun gitu," timpal yang lain.


sementara itu, di sudut tempat, tampak sekelompok remaja, tengah menatap Sheina dan teman temanya, dengan ekspresi wajah bengis.


"nikmati saja kesenanganmu saat ini gadis jelek, karena sebentar lagi, penderitaanmu akan segera datang," ucapnya seraya berlalu dari sana.


dan di tempat yang sama pula, ada sepasang mata yang menatap Sheina, dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan.


"cantik sekali kamu Sheina," ucap laki laki itu tak berkedip. kemudian, nafasnya memburu saat melihat, Sheina di rangkul oleh orang lain.


saat mata itu melihat pemandangan itu, dengan segera, laki laki itu, meninggalkan tempat itu.


tak lama, acarapun, segera di mulai. seorang gadis menaiki panggung dan menyambar mic yang ada di depannya.


"selamat malam semuanya, terimakasih atas kehadiran kalian semua, dalam acara Aniversary sekolah. sebelum menginjak acara selanjutnya, mari kita berdo'a menurut kepercayaan masing masing, berdo'a mulai," semua orang, menundukan kepala untuk memanjatkan do'a pada sang pencipta.

__ADS_1


setelah selesai, mereka semua kembali mengangkat wajahnya. dan tqk lama,sang MC membacakan susunan acara.


setelah acara demi acara berlangsung, kini tibalah di acara puncaknya.


"teman teman semua, kita saat ini telah sampai dengan acara utama, yaitu dengan acara Dansa," ucap Mc.


sementara itu, Sheina dan teman temannya, berada di barisan paling depan. sehingga mereka, tampak swmakin cantik di bawah lampu temaram.


lap


tiba tiba, lampu yang berada di ruangan itu, tampak padam membuat semua siswa, semakin riuh karema ketakutan.


"tenang semua, ini memang konsep dari acara, di mohon untuk tidak panik secara berlebih," pesan sang MC.


sehingga para siswa yang tadinya gaduh, menjadi sefikit tenang.


"oke, semua sekarang, kita mulai saja acara Dansanya," setelah berbicara seperti itu, lampu tiba tiba menyala dan di iringi musik dari biola yang sangat merdu.


semua siswa, mulai berpasangan untuk berdansa. begitupun, dengan Sheina. gasis itu tampak menikmati acara itu.


sungguh, ini adalah pengalaman pertamanya dansa bersama orang yang dirinya cintai.


"Ian, aku sangat bahagia, semoga kita akan selalu bersama," ucapnya seraya tersenyum manis


Deg


jantung Sheina seakan terhenti saat mendengar suara itu. gadis itu sangat hapal sekali dengan suara itu.


yang jelas, suara itu, bukan suara kekasihnya. "hah, kenapa ada dia disini,?" tanya Sheina dalam hati dan langdung berbalik arah hendak pergi.


namun dengan cepat, tangan gadis otu di tarik dengan cepat oleh Rian. membuat Sheina memekik tertahan.


"sstt jangan membuka suara, atau kamu akan menyesal," ucap Rian dengan sedikit ancaman.


dengan gemetar, gadis itu menganggukan kepala. membuat laki laki yang ada di depanya tersenyum oenuh kemenangan.


"dengarkan ini baik baik, setelah acara ini, kamu harus mau menikah dengan saya, jika kamu menolak, maka bersiaplah akan menerima segala konsekuensi terburuknya," ucap Rian dengan penuh penekanan.


sementata Sheina, gadis itu membeku seketika, apa yang baru saja ia dengar,? sebuah lamaran,? oh ayolah ini lelucon macam apa,? dan apa dia bilang, Sheina akan menyesal,? huh tidak akan.


Sheina yang sedang kagetpun, langsung menggelengkan kepala untuk menyadarkan pikiranya.

__ADS_1


"huh, jangan mimpi," ucapnya seraya meninjak kaki laki laki itu dengan sepatu hak tingginya.


membuat Rian, seketika mengaduh karena merasa kesakitan.


tak lama, lampu kembali menyala dan semua sudah kembali swperti semula.


"kamu dari mana Na,?" tanya Adrian yang merasa khawatir. karena laki laki itu, tak menemulan kekasihnya di moment dansa yang baru saja usai.


sontak saja Sheina menggelengkan kepala." aku sedari tadi di dini, nggak kemana mana kok," ucapnyq.


Adrian memasang wajah kebingungan karena memang, saat itu, Sheina tidak ada di sampingnya.


"tapi Na, aku nggak ngrmeliat kamu dari tadi," ucap Adrian yang merasa ragu.


"emm eh, iya Ian aku laper, kamu mau nggak ngambilin makanan kesukaan aku,?" tanya Sheina. mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


"oh iya, ini kan sudah waktunya sesi istirahat," ucapnya seraya menepuk keningnya karena lupa.


hal itu, membuat Sheina sedikit bernafas lega. " maafkan aku Ian, aku nggak bermaksud bohongin kamu," ucap Sheina.


tak lama, Adrian datang membawa makanan dan minuman kesukaanya. dan di belakang sana, Sheina melihat kedua sahabatnya sedang menyantap makanan.


"sayang, nih aku bawain semua makanan kesukaan kamu," ucap Adrian menyerahkan piring itu.


"makasih ya Ian," ucap Sheina swmeraya menerima makanan itu dan swgera menyantapnya.


setelah selesai makan, Sheina bergegas menghampiri kedua sahabatnya yang kini sudah berstatus sebagai sepasang kekasih.


Dor


dengan iseng, Sheina menepuk pundak Kevin membuat laki laki itu, tersentak kaget. " eh copot kodok loncat," seru Kevin.


membuat sebagian orang yang berada di sana, terkekeh mendengar ucapan Kevin.


"ish loe mah gitu, jangan di kagetin ih ayang gue," Anggun yang berada di samping Kevin, menepuk bahu Sheina.


"ecie di akui sekarang,?" tanya Sheina menggoda. membuat Anggun menutup mulutnya karena sudah keceplosan.


"nggak papa kali Nggun, nggak usah malu," ucap Adtian yang baru kembali dari belakang.


"ish kalian itu memang, benar benar pasangan ter resek," degus Anggun.

__ADS_1


membuat Sheina dan Adrian saling pandang, dan tersenyum tipis.


BERSAMBYNG.....


__ADS_2