Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 66


__ADS_3

Sheina tampak terburu buru saat berjalan di koridor sekolah. gadis itu, bahkan hampir menabrak beberapa siswa yang berada di sana.


"eh maaf ya,nggak sengaja," ucap Sheina seraya mengatupkan kedua tangannya, di depan dada. entah apa yang di kejar gadis itu, hingga ia begitu terburu buru.


tanpa dirinya sadari, ada sekumpulan orang, yang mengikuti langkah Sbeina dari belakang.


"setelah dia lengah, segera ringkus dan bawa ke tempat sasaran," titahnya dengan senyum Devil.


siapa lagi jika bukan Shandy dan teman temanya. gadis jahat itu, merasa senang karena ada crlah untuk memberikan pelajaran pada gadis 'Abnormal' itu.


ya walaupun, sekarang, si Sheina sudah tidak menjadi gadis buruk lagi, hal itu justru yang membuat Shandy, semakin, menaruh dendam kesumat pada Sheina.


setelah sampai di depan toilet, Sheina segera masuk kedalam dan menguncinya.


di dalam sana, Sheina mendesah pelan saat dirinya menyadari, jika dirinya sedang mendapatkan tamu bulanan.


dengan segera, Sheina mengobrak abrik tas kecil itu. berharap, ada sesuatu yang bisa membantu kegundahanya.


"huh, akhirnya ketemu," ucap Sheina menghela nafas lega. " huh, ini akibat orang sedeng itu, Ck menyebalkan," gerutu Sheina.


memang, Sheina memiliki keanehan dalam tubuhnya. jika gadis itu, merasa tertrkan yang berlebihan, maka akan kedatangan tamu yang tak beraturan.


dulu, saat dirinya di buly, Sheina juga mendapatkan tamu bulanan yang tak teratur. bahkan, pernah gadis itu, mendapatkanya, selama satu bulan penuh.


setelah selesai membersihkan dan menggantinya, Sheina segera keluar dari kamar mandi.


kemudian, gadis itu berjalan meninggalkan tempat itu, namun naas, seseorang, membekap mulutnya dari belakang.


membuat Sheina yang terkejut, mencoba meronta dan berteriak. namun sayangnya, teriakan gadis itu, tidak akan terdengar karena bekapan pada mulutnya, semkin kuat.


dengan segera, orang itu membawa sheina ke sebuah rungan di belakang geung sekolah.


sesampainya di sana, Sheina segera di lempar seperti karung beas. hingga membuat gadis itu, memekik kesakitan.


"awhh sakit," ucapnya seraya mengusap dhinya yang terasa perih akibat terbentur oleh tembok.


dan tak lama, pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan Shandy dan para temanya yang lain.


mereka masuk kedalam ruangan dan menatap Sheina dengan tatapan bengis. hingga,..


'awh, " Sheina menjerit kesakitan, akibat Shandy mnginjak jemari Sheina dengan keras. menggunaka sepatunya.


kemudian, Shandy berjongkok di depan wajah Sheina dan mencengkeram dagu gadis itu dengan kuat.

__ADS_1


membuat Sheina, meringis dan merasakan kesakitan yang luar biasa. karena kuku Shandy sangatlah panjang. hinggq menembus kulitnya.


"loe nggak usah sok cantik, sekali menjijikan, akan tetap menjijikan. dan sekali seekor keong, akan menjadi keong. tidak akan berubah menjadi seorqng putri," ucapnya seraya menghempaskan wajah Sheina.


membuat Sheina menitihkan air matanya. bukan hanya fisiknya yang tersakiti, tapi juga hatinya terasa sakit. saat Shandy menghinanya.


karena, pada dasarnya, setiap manusia itu, ada batas kesabaranya.


" apa sebenarnya kesalahan gue sama loe,?" tanya Sheina dengan nada bergetar menahan tangis.


Shandy menyerigai dan kembali menatap gadis di depanya. dengan menggoyang- goyangkan botol kaca yang berada di tanganya.


"loe itu nggak pantes jadi cantik lagi, karena dengan loe cantik, semua orang akan mengagumi loe," dengan perlahan, Shandy membuka tutup botol itu dan tiba tiba..


"akhhah,"


"brug,"


"brug,"


Sheina menepis tangan Shandy, hingga cipratan air keras itu, mengenai wajah cantik itu.


membuat Shandy seketika menggulingkan tubuhnya untuk meredakan rasa sakit itu.


dengan sekuat tenaga, Sheina berlari kearah gedung sekolah. tanpa dirinya sadari, ada seseorang, yang mengawasi gadis itu dari dalam mobil.


"oke, makasih, sasaran sudah di depan mata," ucapnya seraya menutup ponselnya.


dan dengan segera, mobil itu melaju kencang saat melihat, Sheina menyebrang jalan dan..


Brug


"Sheina !! awas !!," Kevin segera mendorong tubuh sahabatnya itu. dan Kevin yang tertabrak. namun setelah itu, mobil itu juga mengarah pada Sheina.


sehingga, membuat Sheina dan Kevin, seketika terkapar di atas aspal itu.


dan dengan sekejap, jalan raya kecil itu, berubah menjadi jalan berdarah.


Anggun dan Adrian yang baru tersadar dari keterkejutanya, segera berlari menghampiri kekasih masing masing.


Adrian bersimpuh dan memangku kepala kekasihnya, yang berlumuran darah. begitupun dengan Anggun, gadis itu, bahkan merqngkak untuk menghampiri kekasihnya.


saking merasakan syok yang sangat hebat. " Ke-Kevin, ba-bangun, ja-jangan tinggalin aku," ucap Anggun seraya menangis sejadi jadinya.

__ADS_1


Kevin membuka mata, seraya tersenyum dan sesekali terbatuk mengeluarkan darah.


"Nggun, kalau k-kamu ma-u bali-kan sama Kak Ke-Kenzo, a-aku Ik-las, uhuk uhuk," ucapnya seraya mengeluarkan darah kental dari mulutnya.


"enggak enggak aku nggak mau, amu sudah terlanjur sayang sama kamu," ucap Anggun di sela sela tangisnya.


Kevin tersenyum lembut seraya mengelus pipi kekasihnya dengan perlahan.


"terimakasih ya Allah, akhirnya aku bisa merasakan kasih sayang seorwng wanita," ucap Kevin dalam hati.


kemudian, tanganya terlepas dari wajah Anggun. seiring dengan matanya yang terpejam. sontak saja, hal itu, membuat Anggun histeris.


"Sayang, bangun," ucap Anggun. untuk pertama kalinya, gadis itu memanggil sayang."cepat panggil ambulamce," lanjutnya seraya mengedarkan pandangan sekitar.


sementara itu, di tempat yang sama, Sheina juga tak kalah mempihatinkan. tubuhnya penuh luka robek.


"sayang, bertahan aku akan membawamu," ucap Adrian seraya menggendong sang Kekasih untuk memasuki mobilnya.


Rian ingin merebut dan membawa gadisnya untuk membawanya pergi yang jauh. tapi, ia sadar, jika dirinya tak mempunyai kuasa apapun.


"kejar pelaku tabrak lari itu," selesai mengatakan itu, Rian menutup telponya.


sebenarnya, Rian tau jika Sheina akan di tabrak mobil dan dirinya juga mengetahui nomor mobil itu. dan oada saat kejadian, laki laki itu, ingin menolong.


namun, mobil itu, terletak lebih dekat dari pandangan Sheina. sehingga Rian tak bisa berbuat apa apa.


...****************...


sementara itu, di dalam ambulance, Anggun tak hentihentinya menangis dan menggenggam tangan Kevin.


"Vin, aku mohon, jangan tinggalin aku, apapun yang terjadi, kamu jangan pergi. aku baru saja merasakan yang namanya dicintai oleh seseorang yang juga aku cintai," ucap Anggun meracau dalam tangisnya.


"aku benar benar sayang sama kamu Vin, bertahun tahun aku hanya merasakan cinta sendiri, tanpa ada balasan dari orang yang aku cintai," lanjutnya.


tak lama, mobil ambulancenya itu, sampai di depqn rumah sakit.


dan dengan segera, Anggun turun dan berteriak memanggil nama para dokter dan para oerawat.


"Dokter, suster, tolong pacar saya," bshkan Anggun sekarang tidak malu untuk menyebut Kevin sebagai kekasihnya.


tak lama, para suster dan Dokter datang menghampiri dengan membawa brankar.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2