
"minta tolong apa,?" tanya Anggun.
"tolong, jaga Sheina sebentar gue mau ke minimarket sebentar," ucap Adrian.
Anggun hanya menganggukan kepala. dan tak lama, Adrian keluar dari ruang UKS menuju minimarket terdekat.
Adrian tidak melewati gerbang utama. karena pasti, dirinya akan ketahuan. karena saat ini, memang masih terhitung jam pelajaran.
bukan dirinya takut di hukum jika ketahuan. tapi, dirinya tidak mau kekasihnya itu, menunggu lama.
laki laki itu, mengendap endap di sepanjang jalan. bak seorang maling.
setelah di rasa aman, Adrian melompati pagar sebatas leher orang dewasa itu. setelah itu, laki laki itu segera berlari kearah jalan utama. dan masuk kesebuah minimarket.
...----------------...
sementara itu, diruang UKS, Anggun, tampak cemas menunggui Sheina yang sedari tadi belum sadarkan diri.
bahkan, Anggun sudah memberinya minyak kayu putih. tapi belum ada efek sama sekali.
"Sheina, ayo bangun dong, loe sebenarnya kenapa,?" tanya Anggun pada sosok yang masih berbaring.
tak lama, pintu ruang UKS, di buka dati luar dan masuklah kedua laki laki yang Anggun kenal.
"bagaimana,? apakah Sheina sedah sadarkan diri,?" tanya laki laki itu.
Anggun hanya menggelengkan kepala dan melirik temoat tidur di sebelah tempat tidurnya.
"udah tau belum sadar masih aja nanya, dasar aneh!," ucap Anggun menggerutu..
tentunya, itu hanya bisa di lakukan lewat hatinya saja. karena, mana mungkin, Anggun mengatai guru yang ada di depanya itu.
yap. yang datang ke dalam ruangan UKS, adalah Rian dan Kevin.
tentu saja dirinya berani melakukan itu, disaat semua siswa sudah berada di kelasnya. jika belum, maka akan panjang urusanya sama anak anak yang lain.
"loe sendiri gimana Nggun, apa sudah lebih baik,?"" tanya Kevin lembut.
bahkan, Anggun sampai tidak menyadari jika ada Kevin yang sudah berada di sampingnya.
"eh, Vin loe kapan berada di sini,?" tanya Anggun yang memang terkejut.
"hmm udah lama kali, loe aja yang sibuk merhatiin Sheina," ucap Kevinencibir.
membuat Anggun, hanya bisa menyunggingkan senyum kikuk. "huh iya deh maaf," ucap Anggun.
"kalau begitu, saya permisi dulu, kabari saya, jika teman kalian sudah sadar," ucapnya seraya berlalu pergi.
sontak saja, perkataan dati gurunya itu, membuay mereka mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"ternyata masih kekeuh juga tuh orang mendekati Sheina," ucap Kevin. dan di balas anggukan oleh Anggun.
"menurut loe, apakah Sheina akan luluh, jika di perhatikan seperti itu, ?" tanya Anggun pada Kevin.
membuat Kevin, seketika menatap lekat sang kekasih.
"apakah pertanyaan yang sama itu berlaku untuk kita,?' tanya Kevin terdengar serius.
Anggun yang mendengarnya, sontak menjadi salah tingkah.
"eh, kok jadi kita sih Vin, gue kan lagi bahas Sheina sama oak Rian," ucap Anggun seraya menatap arah lain.
menghindari bersitatap dengan laki laki di depanya itu.membuat Kevin, seketika tersenyum kecut. menyadari, jika ternyata gadis di depanya itu belum bisa move on.
tak lama setelah itu, pintu ruang UKS, kembali terbuka dan membuat kedua orang yang sedang salingenatap itu, menoleh.
"apakah Sheina sudah bangun,?" tanya Adrian pada kedua orang itu.
"belum Adrian, sampai sekarang, Sheina belum membuka matanya," ucap Anggun.
tak lama, terlihat Sheina meleguh dan memegangi kepalanya.
"awh sakit banget sih," ucapnya seraya mencoba bangkit dari tidurnya.
sontak aaja, hal itu membuat ketiga orang itu, segera menghampiri gadis itu.
"aku nggak papa kali Ian, kamu nggak usah khawatir," ucap Sheina tersenyum tipis
bel istirahat berbunyi. membuat semua orang kinu, sedang sibuk di kantin.
termasuk Kevin, Anggun dan Adrian. ketiga orang itu, memilih untuk ke kantin. meninggalkan, Sheina seorang diri.
tak lama, pintu UKS,di buka dari luar menamilkan kedua gadis yang Sheina sendiri tidak tau siapa mereka.
"Sheina kan ya,?" tanya salah satu dari mereka.
membuat Sheina hanya menganggukan kepala.
"ini, ada titipan makanan dari seseorang," ucap yang lain.
membuat Sheina mengerutkan keningnya. " dari siapa,?" tanyanya pada kedua gadis itu.
namun, belum sempat mereka menjawab, salah satu dari kedua gadis itu, segera menarik tangan temanya untuk meninggalkan ruangan itu.
"dasar aneh," gumam Sheina seraya nengedihkan bahu merasa tidak perduli.
kemudian, dirinya secara perlahan membukanya. seketika, matanya langsung membat sempurna karena merasa sangat terkejut.
"aaaa," teriak Sheina dan melempar kantong plastik trrsebut. seraya nafasnya tersengal sengal akibat terkejut.
__ADS_1
"Ya Allah, siapa yang berbuat iseng seperti ini,?' tanya Sheina masih gemetar.
tak lama, petugas UKS datang bersama bwberapa guru termasuk dan juga kepala sekolah dan juga ada Kenzo sebagai pemilik yayasan.
"Sheina ada apa,?" tanya si oetugas UKS.
sementara Sheina masih gemetar di buatnya dan dengan perlahan, dirinya menunjuk jearah kantong plastik di sana.
sontak semua orang, mengikuti kearah tangan Sheina. dan mereka tampak tetkejut, saay mendapati ada bangkai tikus didalamnya dengan kondisi mengenaskan.
"Sheina, coba kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi," pinta lak kepala sekolah.
dengan sedikit gemetar, Sheina akhirnya menceritakan semuanya oada orang orang yang berada di sana.
tak lama, Anggun dan yang lain, datang dengan ekspresi wajah bingung. karena ada kepala aekolah dan beberapa guru.
"oke Sheina, sementara itu, kita akan menyelidiki kasus ini. dan untuk ibu petugas UKS, saya minta untuk di perketat penjagaanya," ucap Kenzo. yang sesekali, melirik Anggun.
"baik Pak Kenzo," ucapnya menundunduk hormat.
setelah selesai mengatakan itu, Kenzo melangkah menuju pintu dan saat berada di depan Anggun, laki laki itu, menatap lama gadis itu.
sementara Kevin, hanya membuang muka say menyadari situasi yang seperti ini.
lain halnya dengan Sheina. gadis itu, sudah tampak lebih tenang sekarang ini dengan masih memeluk sang kekasih.
walau itu di lakukanya dalam keadaan terdesak, tapi itu cukup membuat dua laki laki yang berada disana, merasakan hal berbeda.
karena, jika Adrianerasa bahagia, karena Sheina kini memeluknya, hal itu tidak berlaku dengan Rian.
laki laki itu merasa panas saat melihat pemandangan yang membuatnya seperti ingin rnenguliti seseorang.
"awas ya, kalian jangan terlalu sering berduaan," ucap Rian pada akhirnya menegur.
membuat Sheina dan Adrian seketika tersadar dari ke khilafan masing masing.
"maaf ya Ian, aku nggak sengaja," ucap Sheina yang merasa malu.
"nggak masalah, kan memang kamu lagi ketakutan, jadi wajar," ucapnya tersenyum canggung.
sementara Kevin dan Anggun, keduanya, hanya tersenyum melihat kelakuan kedua anak manusia itu.
"ya kan emang gak masalah kan yang untung kan juga elo," ucap Kevin mencibir.
memang anak itu, sangat suka sekali menggoda Sheina.
hal itu, sukses membuat Sheina mendegus kesal.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1