
setelah selesai menyanyikan lagu itu, semua siswa bertepuk tangan dengan riuh mereka sangat kagum debgan kemampuan yabg di miliki oleh guru idola mereka.
namun, tidak bagi sekelompok siswa. mereka menatap lemandangan itu, dengan wajah biasa saja. siaoa lagi, jika Sheina dan teman temanya.
bahkan, gadis cantik itu, seolah tak perduli dengan hiruk pikuk yang di ciptakan oleh para temanya itu.
"ini kapan sih berakhirnya,?" tanya Sheina mengeluh karena dirinya merasa bosan dan kakinya mulai pegal karena terlalu lama berdiri.
"kamu capek yang,?" tanya Adrian berjongkok untuk melihat kondisi kaki kekasihnyq.
sontak saja, hal itu membuat sebagian siswa terperanjat kaget. termasuk Anggun dan Kevin. mereka sampai menepuk pipi masing masing, untuk memastikan, jika apa yang mereka lihat mimpi atau kenyataan.
"itu beneran si Adrian kan,?"tanya salah satu siswa.
"iya gue nggak nyangka njir, kalau ternyata tuh cowok, seromantis itu," timpal yang lainya.
"iya ya, padahal Adrian terkenal dingin dan cuek loh, tapi ternyata bisa se sweet itu," ucap yang lain, seraya menggigit jarinya karena trrlalu gemas.
sementara di atas sana, seorang menandangi dengan pandangan nanar dan dada bergemuruh.
"eh, Adrian, kamu ngapain,?" tanya Sheina seraya berusaha menghindar dari sentuhan laki laki itu pada kakinya.
Sheina merasa tak enak hati karena menjadi pusat perhatian. dan metasa tidak sopan karena ada seorang laki laki, yang berjongkok di depan seorang gadis.
harusnya itu kan tugas wanita yang melayani laki laki saat pulang atau berangkat kerja. eh,ngomong apasih authornya. hihihi.
"nggak papa Na, aku cuma mau lihat kaki kamu ada yang lecet nggak,?" tanya Adrian seraya masih menundukan kepala. memeriksa kaki kekasihnya
hal itu, membiat Sheina sangat bahagia. karena akhirnya ertama kali dalam hidupnya, ada seseorang yng begitu sangat mencintainya.
Sheina tampak menyeka air matanya. ia sangat terharu dengan perlakuan spesial yang di tunjukan oleh laki laki di depanya itu.
"dah selesai," ucap Adrian seraya berdiri dan menatap kekasihnya. lalu sesaat, laki laki itu, tampak terkejut karena Sheina menitihkan air mata.
"hei, kamu kenapa Na,?" tanyaAdrian seraya mengusap pipi sang kekasih. .embuat semua siswi yang berada di sana, terpana. karena sekali lagi, Ardrian berlaku romantis di depan mereka.
"duu sweetnya," gumam mereka swmua. sedagkan Anggun an Kevin, hanya bisa melongo melihat keromantisan di depan mereka.
"nggk nyangka tenyata sikap cuek Adrian, ternyata bisa se sweet itu jika berada di tangan yqng tepat," gumam Anggunpelan seraya tersenyum manis.
emang, Adrian se kaku itu ya, kalausam cewek,?" tanya Kevn tepat di samping Anggun.
__ADS_1
"iya, bahkan dulu Adrian jarang sekali senyum," ucap Angun, seraya msi menatap Sheina dan Adrian. dengan senyuman mengembang.
kemudian Anggun menoleh kearah Kiri karena ingin mencari oemandangan indah. namun,
Deg
jantungnya serasa ingin lepas dari tempatnya, karena mendapati. jika Kevin berada begitu dekat denganya.
" l-loe ngapain sih deket banget sama gue?" tanya Anggun yang awalnya tergagap karena baeu pertama kali ini, melihat Kwvin dari jarak sedekat itu. membuat jantungnya, seperti, melompat lompat tak karuan.
"waduh, kenapa nih jantung gue,?" gumamnya seraya memegangi dadanya.
"loe kenapa Nggun,?" tanya Kevin, yang merasa heran dengan tingkah satu sahabatnya itu.
"nggak papa Vin," ucap Anggun cepat. kemudian bersikap seperti biasa.
sementara itu, di tempat yang sama, ada sepasng mata yang menatap Sheina, penuh dengan kebencian.
siapa lagi, jika bukan Shandy. gadis itu sepertinya membenci Sheina sudah mendaeah daging.
"awas saja kamu Sheina," ucap Shandy seraya mengepalkan tangannya kuat.
"kapan loe akan melancarkan aksinya,?" tanya Rifky menghampiri Shandy dan mengikuti tatapan gasis itu.
mereka akhirnya, membubarkan diri saat kepala sekolah mengumumkan jika acaranya akan di adakan dua minggu lagi
setelah mendengarkan pengumuman itu, swmua siswa, membubarkan diri termasuk Sheina dan teman temanyq.
setelah itu, mereka berempat, menuju kantin sekolah, karena hari ini free, alias tidak ada pelajaran.
"sejak kapan kalian pacaran,?" tanya Anggun. saat mereka, sudah berada di salah satu meja kantin.
sedangkan, dua orang yang dia tanya, hanya bisa tersenyum malu malu. membuat Anggun, memutar bola mata malasnya.
"duh, gemes gue sama kalian, sampe pengen nyekek," ucapnya seraya mengeram kesal.
membuat Sheina hanya bisa terkikik geli. sementara Adrian, laki laki itu, hanya memasang ekspresi wajah datar saja.
tak lama, Kevi databg bersama mbsk mbak penjual bakso. dengan membawa nampan berisi empat bakso dan emoat es jeruk.
Sheina dan Anggun yang melihatnya, menjado berbinar senang. " woah, loe tau aja makanan kesukaan kita," ucap Sheina seraya mengambil satu mangkuk bakso kuah pedas.
__ADS_1
"ya tau lah, walaupun gue baru jadi teman kalian, tapi gue hapal," ucap Kevin.
Sheina dan Anggun, tak menanggapi ocehan Kevin. mereka lebih memilih untuk menikmati makanan mereka.
"makanya pelan pelan Nggun, nggak akan ada yang mau ngambil makanan loe," ucap Kevin, seraya mengelap bibir gadis itu dengan tisue.
Deg
jantung Anggun berdetak ceoat. saat gadis itu, menatap laki laki di depanya, dengan tatapan yang sangat dalam dan senyuman manis di bibirnya.
"eh, iya makasih," ucap Anggun salah tingkah. membuat Kevin semakin gemas saja di buatnya.
"gue haruus bisa dapetin hati Anggun," gumam Kevin dalam hati.
sementara Sheina, hanya bisa mwnatap pemandangan di depanya, dengan senyuman manis. " semoga saja, mereka memang di tak dirkan untuk berjodoh," ucspnya dalam hati.
saking tak fokusnya, sambal yang di pegang gadis itu, tak sengaja tumpah hingga mengenai tangannya.
"awh," keluh Sheina. membuat Adrian dan kedua temanya, reflek menengok ke sumber suara.
"sayang, kamu kenapa,?" tanya Adrian seraya memeriksa tangan kekasihnya.
"nggak papa, ini cuma kena sambel aja," ucapSheina tersenyum tipis. seraya sesekali meringis karena terasa panas pada kutit twnganya.
mereka akhirnya melanjutkan acara makannya. dengqn di iringi canda tawa.
"eh nanti kita ke mall yuk," sjak Sheina pada Anggun.
"eh, ayok drescode warna apa,?" tanya Anggun.
"warna putih kayaknya, soalnya tadi pak kepsek bilangnya warna putih," ucap Kevin.
"oh, kalau gitu, kita pergi berempat ya," ucap Sheina memastikan.
"ya iyalah kita pergi berempat, emang mau pergi sama siapa lagi," ucap Kevin.
"ya mana saya tau, saya kan ikan," jawab Shena seadanya.
membuat ketiga anak manusia itu, tergelak mendengar lelucon dari Sheina. si gadis pendiam yang ternyata asyik kalau sudah bercanda dan mengenal lama.
sementara itu, Rian yang ternyata ada di sana, mengepalkan tanganya kuat mendengat dan mendengar percakapan mereka.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......