
gadis itu, perlahan menyentuh kepala orang itu. membuat orang yang sedang berada di alam mimpi itu, terbangun.
"eh, sayang kamu sudah bangun,?" tanya Rian dengan rasa percaya dirinya, memanggil Sheina dengan panggilan sayang.
"apa maksudnya," tanya Sheina yang masih lemah. namun jelas terlihat, ada rasa marah, sekaligus tetkejut di wajahnya.
"kita sudah,..." belum sempat laki laki itu menjawab, pintu ruangan VVIP itu, di buka dari luar.
dan tampaklah Bu Rianti dan Pak Rayn yang sedang mengenakan kebaya, dan baju batik. khas orang hajatan.
"Bapak sama Ibu dari mana,?" tanya Sheina.
membuat kedua orang tuanya yang tadinya menunduk, segera membuka mata mereka.
"Sheina," ucapan Pak Rayn dan Bu Rianti secara bersamaan. kemudian kedua manusia paruh baya itu, langsung berhambur ke ranjang anak mereka.
"sayang, kamu sudah sadar,?" tanya Bu Rianti seraya memeriksa tubuh anaknya.
"iya Bu, Sheina sudah sadar," Sheina tersenyum tipis.
dan mereka, saling berpelukan dan melepas rindu. tak lama, Sheina teringat akan sesuatu.
Rian sedikit menjauhkan diri dari keluarga itu. mencoba memberikan ruang, untuk istri kecilnya itu. sebelum mengetahui, fakta yang sebenarnya.
"Bu, Pak, kalian kok berpakaian seperti ini, seperti orang yang habis ke acaea pernikahan,?" tanya Sheina seraya menatap kedua orang tuanya secara bergantian.
belum sempat, Bu Rianti dan Pak Rayn menjawab, ada panggilan masuk dari ponselnya dan membuat Sheina tersenyum tipis.
karena yang menghubungi dirinya, adalah Adrian. dan dengan semangat empat lima, gadis cantik itu, mengangkat telpon dari kekasihnya itu.
"halo, assalamu'alaikum," ucap Sheina.tersenyum tipis. walaupun tak bisa di lihat oleh kekasinya. karena panggilan itu, hanya panggilan biasa tidak Video Call.
hening.
sesaat, tak ada balasan dari kekasihnya itu. membuat Sheina, mengerutkan keningnya merasa heran.
karena, tidak biasanya, kekasihnya itu, tak cerewet seperti ini.
"Ian, ada apa,?" tanya Sheina. hatinya mendadak, menjadi gelisah karena kediaman kekasihnya itu.
"Kita Putus," dua kalimat itu, mampu membuat jantung Sheina seperti ingin melompat dari tempatnya.
"ada apa ini,? kenapa tiba tiba, Adrian minta putus dari ku, apakah aku melakukan kesalahan, ataukah Adrian selingkuh,?" pertanyaan demi pertanyaan bermunculan di otak gadis itu.
"enggak! aku nggak mau putus! hiks hiks. Ian, kamu pasti bercanda kan,?" tanya Sheina seraya menangis sesenggukan.
membuat Adrian yang mendengar tangisan kekasihnya dari seberang sana, juga ikut menitihkan air mata kesedihan.
"maafkan aku Na, tapi mungkin ini adalah jalan terbaik dari Allah, untuk kita," Adrian berkata lirih dalam hati dan mengusap ujung matanya yang sudah ber embun.
"suka atau tidak, keputusan aku, sudah bulat, pokoknya, kita putus !! dan jangan pernah hubungi aku lagi," tut, panggilan segera terputus.
__ADS_1
membuat Sheina yang awalnya diam karena rasa terkejut, sedetik kemudian berubah menjadi histeris.
"enggak!! aku nggak mau putus dari kamu," Sheina segera menghubungi nomor kekasinya kembali.
namun sayangnya, nomor itu, sudah tidak aktiv. membuat gadis itu histeris. dan tak berapa lama, Sheina tak sadarkan diri.
dengan panik, semua orang yang berada di dalam ruangan, segera memencet bel pertolongan.
tak lama, Dokterdan beberapa perawat swgera masuk kedalam ruangan VVIP tersebut.
"semua, harap meninggalkan ruangan ini segera," Dokter itu berucap. seraya mulai memeriksa Sheina.
mereka semua, menurut dan melangkah keluar dari ruangan itu, menuju ruang tunggu.
Rian duduk termenung di atas kursi tunggu. kedua tangan besarnya, tampak mengusap wajahnya dengan kasar.
tak lama, Dokter keluar dari ruangan rawat itu. dqn dengan segera, Rian berdiri saat melihat sang Dokter berjalan kearahnya.
"bagaimana keadaan Istri saya Dok,?"tanya Rianetasa tidak sabaran.
"istri anda sekarang sudah dalam kondisi baik. tapi, juga harus di perhatikan karena kondisinya, baru tersadar dari komanya. saya takut, jika terlalu terkejut, akan membuat pasien kembali Drop," ucap Dokter itu, menjelaskan.
"terimakasih Dok," Rian mengucapkan rasa terimakadih, dan berjabat tangan.
"lebih bsik, kita tidak usah memberitahu Sheina tentang pernikahan kalian, Ibu takut, Sheina akan semakin Drop nantinya," Bu Rianti berucap seraya menyeka air matanya.
Rian hanya mengangguk menurut saja. walauoun hatinya sempat tidak terima akan keputusan mertuanya itu. tapi ini, demi keselamatan istri yqng baru saja dia nikahi itu..toh nantinya, dirinya bisa membicarakan hal ini lain waktu.
...****************...
sementara itu, di sisi lain, ada laki laki, yang merasa sangat merasa hancur.
setelah mengatakan hal itu dengan nada tinggi, Adrian mengusap wajahnya, dengan kasar. dan segera memblokir nomor gadis itu.
Adrian tidak mau berlama lama, memandangi kontak gadis itu. hatinya terasa sakit, saat mengingat kejadian tadi siang.
Flasback On
Adrian berniat ke rumah sakit, untuk menjenguk kekasihnya. karena memang kemarin dan pagi ini, dirinya sangat sibuk.
sehingga, baru bisa menjenguk kekasihnya saat in. dan dirinya, juga dari pemakaman Kevin. sekalian Adrian ingin menghibur kekasihnya.
karena dapat di pastikan, Sheina akan sangat hancur mendapatkan kabar ini.
sesampainya di depan ruangan rawat kekasihnya, ternyata, Rian baru saja keluar dari kamar Sheina. hal itu, membuat Adrian sedikit tercengang.
"untuk apa gurunya ini berada di sini, dan kenapa tiba tiba, hati ini merasa tidak enak,? pertanyaan demi pertanyaan, bermunculan di otaknya.
Adrian semakin mengayunkan langkahnya, mendekati keruangan itu. dan kini, dirinya sudah berada di depan pintu.
"bapak kenapa ada di sini,?" pertanyaan itu muncul dan terucap begitu saja. membuat Rian yang sedang menundukpun, seketika mendongak dan mendapati Adrian berdiri di sana.
__ADS_1
"seharusnya, saya yang bertanya, sedang apa kamu di sini,?" tanya Rian dengan nada tidak sukanya.
"lho, saya ya, menjenguk Sheina, saya tau, pacar saya pasti sangat sedih karena kepergian sahabatnya itu," Adrian berucap dengan senyum tipis.
ada rasa tidak suka, saat Adrian mengatakan, jika Sheina adalah kekasihnya. padahal, kan memang iya, Adrian kekasih istrinya.
wkwkwk bingung ya gaes, oke kita kembali kedua laki laki yang sedang berdebat itu.
"heh, jangan terlalu oercaya diri kamu Adrian," ucap Rian dengqn nada sinisnya. membuat Adrian semakin bingung saja.
"lah, saya kan memang pacarnya Sheina Pak,? ada yang salah,?" tanya Adrian yang merasa kebingungan.
"ya. kamu salah, karena Sheina itu, istri saya," ucapan itu keluar bersamaan dengan tatapan tajam, dan juga senyuman yang sedikit misterius.
Deg
bagai tertampak oleh sebuah tangan besar dan kuat, Adrian terpaku melihat dqn mendengar ucapan gurunya itu.
"apa maksud Bapak,?" tanya Adrian dengan menatap tajam gurunya itu.
membuat Rian, tersenyum miring dan menunjuk kearah laki laki di depannya itu
BERSAMBUNG....
note : mampir sini yuk di karya kak Tyatul
ANISA
(Tyatul)
Anisa Rahman adalah seorang gadis yang hidup tanpa ayahnya. Ia hanya hidup dengan sang ibunya yang bekerja sebagai guru sedari kecil. Walau ia membutuhkan figur seorang ayah, Animasi tak pernah meminta hal itu pada sang ibu.
Hingga usianya yang ke 18 tahun, ibunya harus menyusul ayahnya ke alam sana hingga membuatnya sebagai yatim piatu. Tak mau sedih terus menerus atas kepergian sang ibu, Anisa terus melanjutkan hidupnya dengan kuliah dan bekerja paruh waktu. Hingga mempertemukan Anisa dengan orang dari masa lalunya.
"Aku mencintaimu Anisa, maukah kau menikah denganku?"
Ungkapan itu membuat Anisa senang karena dilamar oleh orang yang juga ia cintai, tapi disisi lain ia juga bimbang karena statusnya yang kini belum jelas dan masih kuliah. Apa nanti ia bisa menjadi istri yang baik untuk suaminya?
Sebuah keputusan besar yang Anisa ambil akan membuatnya mengalami tahap baru yaitu pernikahan.ANISA
(Tyatul)
Anisa Rahman adalah seorang gadis yang hidup tanpa ayahnya. Ia hanya hidup dengan sang ibunya yang bekerja sebagai guru sedari kecil. Walau ia membutuhkan figur seorang ayah, Animasi tak pernah meminta hal itu pada sang ibu.
Hingga usianya yang ke 18 tahun, ibunya harus menyusul ayahnya ke alam sana hingga membuatnya sebagai yatim piatu. Tak mau sedih terus menerus atas kepergian sang ibu, Anisa terus melanjutkan hidupnya dengan kuliah dan bekerja paruh waktu. Hingga mempertemukan Anisa dengan orang dari masa lalunya.
"Aku mencintaimu Anisa, maukah kau menikah denganku?"
Ungkapan itu membuat Anisa senang karena dilamar oleh orang yang juga ia cintai, tapi disisi lain ia juga bimbang karena statusnya yang kini belum jelas dan masih kuliah. Apa nanti ia bisa menjadi istri yang baik untuk suaminya?
__ADS_1
Sebuah keputusan besar yang Anisa ambil akan membuatnya mengalami tahap baru yaitu pernikahan.