Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 23


__ADS_3

mereka semua masuk kedalam rumah Sheina. dan merasa kagum dengan interior rumah itu.


"wah, bagus banget interiornya simpel dan berkelas," ucapAnggun seraya mengedarkan pandangan pada seisi rumah.


sementara itu, Sheina segera menghampiri sang Ibu dan langsung memeluknya.


"buk, makasih ya, Sheina sangat bahagia dengan semua ini, " ucapnya seraya menyeka airmata yang hampir jatuh.


"eh, kok cengeng sih anak ibu yang cantik ini, mendingan kita beres beres rumah ini, mumpung belum malam, " ucap Bu Rianti lembut.


"iya Nggun, semoga saja, gue bisa punya rumah kayak gini, " ucao Kevin tersenyum.


membuat Para bapak bapak saling pandang dan berbisik.


"sudah pak, lebih baik kita beritahu saja, " ucap Pak Reno pada Pak Diki.


Pak Diki hanya mengangguk dwn segera memanggil sang anak satu satunya yang beliau punya. setelah sang isteri tiada.


"Kevin, sini Le, " ucap Pak Diki memanggil. Kevin ywng sedang berbicara dengan Anggun dan Sheinapun menoleh.


"ada apa Pak,? " tanya Kevin saat sudah mendekat pada sang Ayah.


"ini, " ucap Pak Diki seraya menyerahkan sebuah sertifikat pada Kevin.


"eh, pak ini apa,? " tanya Kevin seraya menerimanya.


"sudah kamu baca saja, " perintah Pak Diki yang di angguki oleh Kevin.


Kevin segera menurut dan segera membacanya dengan teliti. sesaat kemudian, matanya melotot twk percaya. dan kemudian menatap sang Ayah dengan tatapan tak percaya.


"Pak, ini serius,? " tanya Kevin yang masih tak percaya.Pak Diki hanya mengangguk saja.


Anggun dan Shrinapun menghampiti Kevin dan ikut melihat kearah pandangan Kevin.


mereka berduapun juga ikut terkejut dan sama sama menatap para bapak bapak dengan tatapan meminta penjelasan.


ketiga pria paruh baya itu hanya tersenyum dan mengangguk.


"kebun bapak berkembang pesat dan untuk itu, bapaknya Kevin bisa membeli rumah disini juga, " ucap Pak Rayn menjelaskan.


membuat ketiga remaja itu mengangguk mengerti dan kembali menatap sertifikat rumah itu.


"ini nomer 35 berarti di depan sana, karena rumah Sheina nomor 27," ucap Anggun dan mereka bertiga kembali mengangguk.


malam harinya....

__ADS_1


setelah semua orang pulang, Sheina segera menuju kamar pribadinya yang berada di lantai atas.


Ceklek.


Sheina membuka pintu dan langsung di suguhkan dengan pemandangan menakjupkan di depannya.


"wuah, keren banget nih kamarnya, akhirnya Sheina bisa merasakan kenyamanan yang pernah ada dulu," gumamnya seraya merwbahkan badanya di kasur baru itu.


yap. dulu sebelum terkena tipu, Sheina sangat terbiasa tidur di kasur empuk. namun, saat Pak Rayn terkena tipu, Sheina harus rela tidur di kamar yang pengap dan kasur tipis.


Sheina segera bangkit dan menuju balkon kamarnya untuk mencari udara segar.


"hmm sejuknya, " gumamnya. pandangan matanya menangkap sesuatu yang tampak tak asing bagi dirinya.


"hmm nggak mungkin, " gumamnya seraya kembali pada aktivitas melamunya.


tak lama, ada suara ketukan pada pintu kamarnya. "Shrima, ibu boleh masuk,? " tanya Bu Rianti dari luar kamarnya.


"iya bu, masuk saja, " ucapnya. tak lama, Bu Riantipun masuk dan membawakan segelas susu untuk anaknya itu.


"bagaimana, kamu suka sama model rumahnya,? " tanya sang Ibu yqng duduk di kasur bersama Sheina.


"suka banget bu, terimakasih atas semua yang Ibu dan Bapak berikan. Shrina bersyukur sekali, " ucap Sheina seraya memeluk sang Ibu.


Sheina mendongak dan menatap manik mata wanita yang sudah melahirkan dan merawatnya itu.


"terimakaih, " ucap Sheina kembali memeluk ibunya.


"kita turun yuk, di bawah sudah ada teman teman kamu, " ucap Bu Rianti.


membuat Sheina mengernyitkan dahinya, " katanya mereka sudah pulang, dan si Kevin katanya mau berlama lama melihat rumah barunnya,? " tanya Sheina.


"entahlah, ayo kita turun, " ucap sang Ibu menarik tangan Sheina menuju tantai bawah.


dan benar saja, di sana memang sudah ada teman temanya itu.


"katanya, loe mau menikmati rumah baru loe, " ucap Sheina pada Kevin.


"hehe nggak jadi, soalnya rumah udah bersih dan rapi, jadi gue kesini aja, lagian nanti malam, kita mau ada acara, " ucap Kevin menjelaskan.


membuat Sheina semakin kebingungan mendengarkannya. " emang kita ada acara apa,? " tanya Sheina


"kita akan ada acara di belakang rumah loe, dan besok malam mau ngadain pengajian untuk rumah baru loe itu, " ucap Anggun.


Sheina pun tersenyum senang dan langsung berbinar mendengar ucapan Anggun.

__ADS_1


mereka bertiga berjalan kearah halaman belakang dan mendapati para orang dewasa juga berada di sana.


termasuk juga Kenzo dan Rizal. dan sedari tadi, Kenzo tak henti hentinya menatap Anggun.


sebenarnya, Anggun merasa di perhatikan. namun, dengan cueknya, Anggun mengabaikanya dan asyik membakar Sosis dan pentol bersama Sheina dan Kevin.


"Nggun, loe sedari tadi di perhatikan oleh kak Kenzo tau, " ucap Sheina berbisik.


"seperti kata loe kemarin, bodo amat, " ucapnya menekankan kata kata terakhirnya. lalu tertawa bersama.


tak lama, terdengar suara seseorang yang mengucapkan salamnya dari depan.


"assalamu'alaikum, " ucap seseorang, membuat semua orang yang berada di halaman belakang mrnoleh ke sumber suara.


"Mah, Pah, kok kalian kesini,? " tanya Anggun yang langsung berdiri dan menghampirinya.


"hehe kita juga ingin ikutan barberqiu dong, ya nggak Pah, " ucap bu Daisy Arianty pada sang suami.


Pak Agung hanya membalasnya dengan senyuman dan anggukan kepala. begitupun, dengan isteri pak Agung, yang tak lain adalah Mama Anggun.


tak lama, Bu Rianti keluar dari rumah dan terkejut saat mrlihat ada dua orang asing berada di halaman rumahnya.


Bu Daisy yang menyadari kebingungan tuan rumah, segera berjalan mendekati Bu Rianti.


"Bu, maaf ya saya baru bisa datang, " ucap Bu Daisy seraya menghampiri Bu Rianti dan mengulurkan tangan untuk bersalaman. .


Bu Rianti tampak terkejut, namun juga tersenyum dan membalas uluran tangan orang di depanya.


Anggun yang mengwtahui itu, segera menghampiri kedua wanita paruh baya itu.


"Bu, ini kenalin mamah Anggun, " ucap Anggun pada Bu Rianti.


"owhalah tak kirain tadi siapa, soalnya belum pernah kenal, maaf ya Bu, " ucap Bu Rianti merasa tidak enak.


'tidak papa bu, seharusnya saya yang merasa tidak enak, karena baru sekarang bisa berkunjung ke rumah Ibu, padahal anak anak kita berteman sudah lama, " ucap Bu Daisy.


Ya Bu Daisy dan Pak Agung adalah pengusaha sukses di bidang pakan ternak. dan usahanya sudah berada dimana mana.


walaupun demikian, mereka tak pernah sombong atas kekayaan mereka dan selalu membantu sesama


dan. mereka sangat tersentuh saat mendengar cerita tentang Sheina dan berniat akan membantu keluarganya.


namun, dengan tegas, Sheina menolak dengan alasan tak ingin di kasihani.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2