Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 22


__ADS_3

Sheina masih setia dengan kediamanya. ia memilih mengeluarkan ponselnya dan sejenak bermain game kesukaannya. berharap, Rian sudah pergi. karena ia merasa tak nyaman dengan terus di perhatikan oleh laki laki itu..


dan benar aaja, ternyata saat Sheina sudah menoleh, mobil Rian sudah tak ada di depan matanya.


membuat Sheina menghembuskan nafas lega. 'akhirnya pergi juga," gumamnya seraya menatap kembali ponselnya.


dan tak lama, hujanpun turun dan sedikit mengenai tubuhnya.


"eh, kok hujan, " ucap Sheina. dan tak lama, ada seseorang yang sepertinya menghalangi air hujan itu agar tak mengenai dirinya.


Sheina mendongak dan menatap siapa yang srdang berada di dekatnya.


Sheina sesaat tertegun, saat melihat ternyata ada Rian yang sudah berdiri di sana. dengan mengibarkan sebuah jas hujan agar dirinya tak kehujanan.


dengan cepat, Sheina segera beranjak dari duduknya dan hendak melangkah pergi. nsmun, belum sempat ia melangkah, tangan Rian terlebih dulu menahanya.


"tolong jangan menghindari saya lagi Sheina, " ucapnya seraya tanganya menahan pe4gelangan tangan Sheina.


"lepas! " sentak Sheina dengan sedikit kasar. kemudian mendorong tubuh pria yang ada di depannya itu.


"jangan pernah menyentuh saya! " ucapSheina kesal. karena memang rasa sakit hatinya membuat dirinya seperti ini.


dan dengan cepat, Sheina berlari menerobos hujan lebat yang mengguyur kota itu. ia tak peduli saat Rian berusaha mengejarnya dan hendak membawanya kedalam mobil.


segera, ia menghentikan taksi yang kebetulan lewat dan dengan cepat, gadis itu masuk meninggalkan Sheina begitu saja.


sepanjang perjalanan, Sheina menangisi hatinya yang sepertinya sudah mulai goyah. "enggak mau! gue nggak mau jatuh di lubang yang sama " ucapnya seraya menepuk dadanya.


memang selama beberapa bulan ini, Rian selalu memberikan sesuatu pada Sheina.


namun dengan santai, Sheina mengabaikanya. bahkan suatu hari. Sheina terang terangan membuang kotak kecil itu di tong sampah .


dan dengan segera, Rian mengambilnya dan membawanya pergi.


sakit hati, ? sudah pasti karena Rian bukan robot yang tak memiliki perasaan. tapi, ia mencoba memahami sikap Sheina yang seperti itu. karena memang itu, salah dirinya.


sementara itu, Sheina sudah berada di halaman rumahnya dan segera masuk. di sana juga sudah ada Anggun, Kevin, Rizal dan Kenzo.


Sheina dapat melihat, jika Anggun mengabaikan keberadaan Kenzo danlebih memilih bermain game dengan teman temannya di sosial media.


"Sheina, kamu baru pulang,? " tanya bu Rianti yang baru saja keluar dari dapur.


membuat keempat orang itu menoleh kearah pintu. "Sheina, loe baru pulang,? kok basah kuyup gini,?" tanya Anggun.


"lagian, loe bandel sih diajak pulang nggak mau, " ucap Kevin yang membuat Sheina mendegus kesal.

__ADS_1


"ya lagian nawarin, tapi malah di tinggal, " ucap Sheina kesal.


membuat merekah terkekeh pelan.


"eh, bu iya bapak mana,? kok nggak jemput Sheina,?" tanyanya sedikit merengut.


"bapak lagi mengurus semuanya sayang, " ucap ibu Rianti teraenyum. "sekarang kamu mandi sana, terus makan, " oerintahnya pada sang putri.


Sheina mengangguk dan beranjak pergi. tapi, sebelum pergi, Sheina membisikan sesuatu.


"sepertinya, ada yang sedang memperhatikan seseorang nih, " goda Sheina berbisik.


"siapa, gue,? "tanya Anggun pada dirinya sendiri dan kemudian menatap Kenzo yang ternyata juga sedang menatapnya.


nanun, dengan cepat, Anggun mengalihkan pandanganya kearah lain.


Sheina segera berjalan menuju kanarnya untuk mandi dan berganti pakaian.


ia tak mau melihat drama seru di depan matanya. hehe.


padahal dirinya juga baru saja membuat Drama. bahkan, dengan acara hujan hujanan di jalan.


lebih dramatis mana coba,? hehehe. tak lama, setelah selesai membersihkan diri dan berganti baju, Sheina kembali keruang tamu.


yang ternyata, sudah ada pak Rayn dan pak Diki yang sedang mengepak barang dan memasukanya kedalam mobil bak terbuka.


mereka ingin mengucapkan terimakasih pada semua orang yang teelibat di dalam hidupnya dan Sheina.


karena hujan juga sepertinya sudah berhenti. jadi, mereka bisa bersiap siap untuk pindahan..


ya, hari ini, Sheina dan keluarganya akqn pindah di perumahan elitte yang berada di perumahan Anggrek(namanya ngarang yes. kalau ada nama kompleknya ya syukur, kalau enggak ya nggak papa. jangan buly Author. hehe).


kebun belimbing, yang di kelola oleh pak Rayn dan pak Reno berjalan lancar.


bahkan, omsetnya bisa mencapai puluhan juta oertahun. walau kata pak Reno, itu belum seberapa. karena yang sukses bisa meraih lebih dari ini.


tapi Pak Rayn sudah sangat merasa bersyukur karena bisa sedikit mengangkat ekonomi keluarganya. dengan membeli hunian yang lebih baik.


setelah semua siap, segera Sheina membawa motornya sendiri. dan dengan cepat Anggun naik di belakangnya. tak mempedulikan Sheina yang mengferutu di depanya.


"udah ayo jalan, nanti gue kasih permen deh, " ucap Anggun sepwrti membujuk anak kecil.


"enak aja, loe kira gue bocah, " ucap Sheina. membuat Anggun tertawa.


sementara Kenzo, pria itu hanya memandangi motor di depanya dengan wajah sendunya.

__ADS_1


memang ini semua salah dirinya.


sebenarnya, pak Rayn melarang anak gadisnya itu untuk mengendarai motor sendiri. karena takut, akan kejadian yang dulu pernah terjadi.


mereka kini sanpai di sebuah rumah yang bergaya eropa timur dengan cat berwarna biru dan putih.


Sheina terpana melihat lemandangan yang begitu menakjubkan baginya.


"pak, ini rumah kita kan,? " tanya Sheina tak percaya saat dirinya turun dari motornya.


"hmmm. gimana, kamu suka? " tanya pak Rayn yang juga ikut turun dati mobil bak terbuka.


"suka banget pak makasih" ucapnya seraya memeluk sang ayah.


berbeda dengan Anggun, gadis itu hanyalah terdiam saat melihat komplek itu.


lalu, ia menghampiri Kevin dan seoertinya sedang berbisik bisik.


"Vin, inikan daerah rumah Pak Rian, " ucap Anggun berbisik. membuat Kevin menoleh.


"wah, serius loe,? " tanya Kevin menghentikan aktivitas tanganya dari bermain ponsel.


"ish beneran tau, soalnya, gue pernah kesini sama temen temen yang lain ngumpulin tugas, " ucapnya masih dengan berbisik.


"wah jodoh tuh sih Sheina sama pak Rian, " ucap Kevin seraya terkikik geli bersama Anggun


dan pemandangan itu, membuat seseorang di belakang sana terbakar api cemburu.


membuat Rizal menyenggolnya karena menatap twjam pemandangan di depanya.


"makanya kalau naksir tuh jujur aja, jangan kebanyakan drama, kalau nanti Anggun beneran sama Kevin, baru tau loe, " ucap Rizal membuat Kenzo menatap tajam.


"bukanya gue nggak ngejelasin Zal, tapi perempuan kalau sudah marah susah di bujuknya, " ucap Kenzo.


ya Kenzo memang sudah menceritakan semuanya Pada Rizal. dan Dokter tampan itu sempat merasa kesal pada Kenzo.


kenapa jadi laki plinplan banget. rasanya pengen di hih. eh, kok ngondek thor hahaha. maapkeun ya teman teman othornya sula bercanda.


BERSAMBUNG........


NOTE:


JANGANLUPA MAMPIR SINI JUGA KAKAK punya kakak Uma_bie


__ADS_1


Hati siapa yang tidak hancur, saat sebuah hari istimewa yang diharapkan akan berbuah kebahagiaan. Tapi apa yang di dapatkan oleh Amber Wilson sang wanita tangguh ini, sebuah kesedihan dan perasaan kecewa, ketika sang kekasih tak kunjung datang tepat dihari pernikahan mereka. Sang kekasih yang begitu ia cintai mendadak menghilang dan tanpa jejak.


Hari-hari Amber ia habiskan hanya untuk menunggu sang kekasih, ia masih sangat berharap kekasih hatinya itu datang dan kembali padanya, tapi lagi-lagi ia harus menelan kekecewaan.


__ADS_2