Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 114


__ADS_3

di sepanjang jalan, Sheina tersenyum bahagia. karena sebentar lagi, gadis itu akan melepaskan dahaganya pada dunia luar.


sesamoainya ditempat yang di tuju, wanita cantik itu segera turun dari taksi dan masuk kearea restaurant.


"Sheina, kamu ngapain ke sini,?" tanya seseorang yang membuatnya seketika menoleh. kemudian, senyumnya terbit saat menyadari, ada Kenzo yang sedang berdiri dengan melipat tanganya ke depqn dada.


"e-eh, kak Kenzo, ada apa?" tanyanya dengan ekspresi tampa dosa.


" kamu ngapain di sini,?" tanya Kenzo sekali lagi.


hal itu membuat Sheina seketika mencebikan bibirnya. sebab, sebentar lagi, ia akan mendapatkan ceramah panjang lebar dari laki laki itu.


'Sheina, kamu ingat ya, kamu itu sedang hamil. bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan kamu,?" tanya Kenzo dengan mode galaknya.


persis seperti seorang kakak yang sedang memarahi adiknya karena telah melanggar aturan.


"aku itu bosen kak di kurung terus di rumah, emang aku burung apa," degusnya seraya mendudukan dirinya di kursi.


Kenzo yang mendengarnya, hamya bisa menghela nafas panjang. memang tak mudah mengatur anak remaja seusia Sheina.


karana Anggunpun juga mengalami hal yang sama dengan apa yang di alami Sheina.. bahkan, Anggun kerap kali menangis karena merasa bosan.


"apa suamimu tau,?" tanya Kenzo setelah mereka terdiam cukup lama.


Sheina segera menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis. Krnzo yang mendengarnya, mendesah pelan.


"ya sudah, kalau begitu kamu makan aaja dulu, Kakak mau ke dalam sebentar," ucapnya dan berlalu pergi.


Sheina yang mendengarnya, hanya mengangguk dan menikmsti menu yang sudah di hidangkan. ia tampak makan dengan lahapnya.


"jangan fikir, aku nggak tau kak," gumamnya. setelah puas menikmati makanannya, Sheina segera meninggalkam reeja dan meninggalkan area restaurant itu.


wanita yang sedang hamil besar itu segera menyetop taksi yang kebetulan lewat. dsn segera meninggalkan tempat itu.


sementara Kenzo, laki laki itu masuk ke dalam restaurant dan segera menghubungi Rian.


"halo Rian, aku hanya ingin mengabatkan jika Sheina sedang ada di restaurant ku," ucapnya setelah nada tersambung di seberang sana.


"apa, kenapa bisa dia di sana,?" tanya Rian begitu sangat terkejut karena mendengar istrinya tengah berada.di restaurant Krnzo.


"ya mana aku tau, sekarang, kamu cepatlah kemari," ucapnya seraya melongokkan kepalanya ke mejs yang di duduki oleh Sheina.

__ADS_1


"Shiit," umpatnya saat menyadari ternyata Sheina telah hilang dari pandangannya.


Rian yang mendengar umpatan dari Kenzo, mendadak perasaanya menjadi tidak tenag. ada rasa takut yang mengelayuti fikirannya.


"ada apa Ken,?" tanya laki laki itu panik. ia telah berfirasat, jika ada yang tidak beres di sana.


"Sheina hilang," ucapnya dengan setengah berlari ke arah depan.


Hal itu membuat Rian segera bangkit dari kursi yang ada di ruangannya.


dengan segera, laki laki itu menyambsr kunci motor dan bergegas pergi. ia bahkan tak memperdulikan tatapan dari para guru dan murit yang seperti bertanya tanya.


lima belas menit berkendara, Rian akhirnya aampai di restaurant milik Kenzo. " bagaimana bisa terjadi Ken,?" tanya Rian yang telah berdiri di sampingnya.


"aku tidak tau pastinya Rian, yang jelas, dia pergi setelah aku menghubungimu," jelas Kenzo dengan wqja cemasnya.


dan akirnya, mereka memutuskan untuk mencari Sheina bersama sama.


*****


sementara itu, di dalam taksi, Sheina tiba tiba merasa tidak enak hati. entah mengapa, gadis itu merasa gelisah.


Sopir itu hanya menganggukan kepala. dan tersenyum misterius. dan tiba tiba, sang sopir melompat dari pintu depan, setelah sopir itu menambahkan kecepatan pada mesin mobilnya.


"aaakh," jeritnya seraya memejamkan matanya dan tiba tiba,...


bruk bruk


mobil menabrak pembstas jalan dan oleng ke kiri lalu menabrak pohon. mobil seketika ringsek dan megeluarkan asap.


dan tak lama kemudian, para warga yang melihat ada sebuah kecelakaan, langsung menghampirinya.


"astaghfirullah tolong ada seorang wanita hamil di sini," teriaknya dan langsung di bawa oleh beberapa orang yang ada di sana.


mereka segera membawa Sheina ke rumah sakit terdekat. tepat setelah Sheina di bawa oleh mobil ambulance, Rian dan Kenzo baru saja aampai di sana.


"Pak, maaf ada apa,?" tanya Rian yang melihat warga berkumpul di sana.


"itu Mas, ada wanita hamil yang mengalami kecelakaan," ucap salah satu dari mereka.


tiba tiba saja, Rian merasa sangat gelisah gegas laki laki itu kembali menghampiri mobilnya. nsmun, sebuah kertas yang jatuh. membuatnya berhenti.

__ADS_1


apalagi, saat seorang bapak bapak, menghampirinya. " Maaf Mas ini foto siapa,?" tanya si bapak bapak itu.


"oh, ini foto istri saya," jawabnya." memang ada apa,?" tanya Rian penasaran


" orang yang kecelakaan itu adalah orang yang ada di foto ini," terangnya.


hal itu membuat Rian terkejut bukan main. jadi saat ini, bahaya sedang menghadang istrinya, Rian segera menatap sang bapak bapak itu.


"di bawa kemana dia pak,?" tanya Rian dengan ekspresi kacaunya.


"dia di bawa ke rumah aakit melati yang tak jauh dari sana," Bapak itu segera menunjuk arah kanan jalan.


Rian segera mengangguk dan segera masuk ke dalam moobil. tak lama kemudian, Kenzo yang baru saja datang, langsung merasa panik.


"ada apa,?" tanya laki laki itu dengan menatap wajah Rian yang tampak kacau.


Rian tak menhawab pertanyaan Kenzo. laki laki itu segera melajukan mobilnya. dan dengan seger, Kenzo mengikutinya.


tak lama kemudian, Mobil Rian telah sampa di rumah sakit Melati setelah laki laki itu menaikan laju kecepatqnya.


bersamaan dengan itu, ternyata mobil ambulance yang membawa Sheina juga baru sampai.


"sayang, bertahanla aku mohon " Rian segera mrnggenggam tangan Sheina yang tampak dingin itu.


brwnkar segera membawanya ke ruang ICU. dan tak lama, seorang Dokter cantik, masuk dengan langkah tergesa gesa.


"Dok, saya mohon selamatkan bayi saya dan istri saya," Rian berkata dengan mengatupkan kedua tangannya di dada.


Amezing memang, seorang Rian mau memohon pada orang lain. bahkan pada kedua orang tuanya saja, ia tidak pernah meminta.


Kenzo yang melihatnya, menjadi sangat kagum pada Sheina. karena bisa mengubah kepribadian Rian yang sangat minus itu.


Sang Dokter yang me dengarnya, hanya menganggukan kepala. kemudian, masuk ke dalam ruang ICU.


sementara Rian, laki laki itu, meluruhkan tubuhnya kelantai. tangisnya seketika pecah.


"sku mohon, jangan tinggalkan aku,' ucapnya seraya tubuhnya bergetar habat.


"sabar Rian, semoga semua baik baik saja," Kenzo berjongkok menenangkan laki laki itu. Rian yang mendengarnya, hanya terdiam saja.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2