
sementara itu, di kantin sekolah, ketiga remaja, sedang bercanda satu dengan yang lain. menciptakan suasana hangat yang menyelimuti mereka.
siapa lagi, jika bukan Sheina Anggun dan Kevin. ketiganya bahkan tak mempedulikan tatapan semua orang, yang menatap mereka dengan tatapan berbeda beda.
hingga, tak lama kemudian, para guru datang untuk sarapan. membuat Para gadis gadis, memekik histeris saat mendapatkan pemandangan yang bagi mereka yang begitu indah.
memang guru yang mengajar di sini, adalah kebanyakan masih muda. paling tua saja baru berumur dua puluh sembilan taun.
bisa di bayangkan mereka masih sangat menakjubkan bukan, hehehe.
tapi sayangnya, kebanyakan dari mereka adalah guru wanita yang otomatis di usia dua puluh lima keatas, sudah banyak yang menikah.
dan hanya ada beberapa guru pria yang mengajar fi sana. termasuk Rian.
guru yang datang adalah Rian, Andi dan ada beberapa lagi yang lain.
mereka duduk di samping meja Sheina dan teman temannya.
membuat para siswi mendadak iri karena bisa berdekatan dengan para guru idola mereka.
mendapatkan tatapan seperti itu, membuat Sheina sedikit risih.
"udah, cuekin aja kenapa,? " ucap Kevin yang menepuk bahu Sheina dan kemudian merangkul gadis itu.
"ya gue risih aja, lagian ngapain sih tuh orang duduk di sini, kan jwdi fi kihatin guenya," ucap Sheina menggerutu kesal.
membuat Anggun dan Kevin , yang mendengarnya kompak menoyor kepala gadis itu pelan.
"awh, " pekik Sheina. membuat Rian yang sedang duduk seraya memperhatikan dirinyapun, kaget karena mendengar pekikan Shrina.
membuat Rian beranjak ingin menghampiri gadis itu. tapi, niatnya ia urungkan karena melihat banyaknya siswa disini.
sontak saja, hal itu membuat teman sesama guru menggoda Rian.
"sabar pak, belum waktunya, " ucap Andi yang memang mengetahui cerita dari Rian.
membuat Rian, menghela nafas panjang kemudian kembali melanjutkan aktivitas makannya.
sementara itu, Sheina tengah bersungut sungut terhadap kedua temannya itu.
"kenapa kalian tega banget sih sama gue,? " tanya Sheina.
membuat Kevin dan Anggun hanya bisa mendengus kesal karena ucapan Sheina itu.
__ADS_1
"iya biar loe sadar, kalo kantin ini, tempat umum, " ucap Kevin.
membuat Sheina hanya bisa meringis menahan malu.
kemudian, mereka bertiga melanjutkan acara makanya, seraya berbincang bincang.
setelah selesai dari kantin, mereka bertiga menyusuri koridor sekolah, seraya bercanda dan terkadang saling kejar kejaran, layaknya seperti anak kecil.
dan pemandangan itu, membuat sebagian siswa sudah mulai bisa menerima Sheina. sehingga ikut bergabung bersama Sheina dan teman temannya.
"hey, kita boleh gabung,? " tanya seorang siswa. membuat Sheina yang sedari tadi asyik bercanda dengan Kevin dwn Anggun, menoleh ke sumber suara.
"loe anak mana,? kok guw nggak pernah liat,? " tanya Anggun seraya memicingkan mata.
"kenalin gue Adrian, kelas sebelas A, " ucap laki laki itu, seraya mengulurkan tangan.
mereka menjabat tabgan Adrian secara bergantian.
"gue Sheina, anak buruk rupa yang menjadi bahan olok olokan di sekolah ini. " ucapnya seraya tersenyum manis.
membuat mereka bertiga, saling berpandangan dan kompak menggelengkan kepala.
"jangan bicara seperti itu, nggak baik selalu meratapi masalalu," ucap Adrian seraya mengelus kepala Sheina.
membuat Anggun dan Kevin kompak berdehem yang membuat keduanya salah tingkah.
"Vin, loe jangan ngaco deh, " ucap Sheina seraya menatap tajam kearah depan.
membuat Kevin dan Anggun,terkekeh kecil karena merasa lucu.
"maaf, maafin gue karena dulu, nggak pernah ngebelain loe saat loe di buli, " ucap Adrian menundukkan kepala karena merasa bersalah.
Yap. Adrian adalah salah satu, dari beberapa siswa yang merasa kasihan pada Sheina. tapi tak pernah bisa berbuat apa apa, karena ancaman dari Shandy dan gengnya.
karena kebanyakan dari perusahaan orang tua mereka, berada di bawah pimpinan orang rua Shandy.
sehingga mereka, yang merasa kasihan, tak bisa berbuat apa apa untuk menolong gadis malang yang bernama Patricia SheinaAtma negara itu.
membuat Sheina tersenyum tipis seraya menggelengkan kepala. " nggak papa, dulu mungkin loe nggak bantuin gue, karena gue jelek kan,? " tuduh Sheina.
membuat Adrian, yang tadinya menunduk, dengan cepat mendongak seraya menggelengkan kepala. karena mendengar ucapan gadis itu.
dan tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menyaksikan pemandangan itu, dengan tatapan tajam dan tangan terkepal kuat.
__ADS_1
"beraninya dia mendekati Sheina," gumamnya seraya menahan amarahnya.
mereka kemudian, kembali ke kelas masing masing. karena memang, bel masuk sekolah sudah berbunyi.
Sheina dan Kevin masuk ke kelas yang sama. sementara Anggun masuk di kelas yang berada di setelahnya. dan untuk Adrian, berada di kwntai tiga.
saat Sheina dan Kevin masuk kedalam kelas, tampak di sana, Shandy dan teman temannya, sudah memasang wajah penuh kebencian dan permusuhan.
tapi, Sheina tak pernah mempedulikan orang yang membulynya. jika dulu, ia akan menundukkan kepala karena takut, sekarang Sheina akan berani melawannya.
dengan acuh, Sheina melangkahkan kakinya, menuju tempat duduknya. nanun, dengan sengaja, Shandy mengulurkan kakinya. hingga Sheina terpelanting kesamping.
beruntungnya, Kevin segera menangkap tubuh Sheina. hingga tubuh gadis itu, tak sampai menabrak meja.
untuk beberapa saat, mata mereka bertemu dan saling menatap.
tapi jangan di kira mereka saling terpana satu sama lain, oh itu tak akan pernah terjadi. karena mereka berdua sama sekali tak mempunyai perasaan satu sama lain.
jika ada yang bertanya, ksn cinta bisa datang seiring berjalannya waktu, jawabnya adalah kalau itu, tergantung takdir yang diatas dan juga takdir dari authot xixixi.
"loe nggak papa,? " tanya Kevin saat mereka sudah melepaskan dari pelukan satu sama lain.
"iya, gue nggak papa, " ucap Sheina seraya menatap Kevin.
jika kalian berfikir, Sheina akan baper dengan adegan tafi, jawabannya adalah tidak sama sekali.
dan pemandangan itu, terekam oleh penglihatan dari seorang guru yang memandangi mereka yang berada di depannya.
dadanya terasa perih karena pemandangan itu. ia memutuskan untuk bersikap biasa saja.
"selamat pagi semua, " ucapnya seraya berjalan kearah meja guru.
"pagi pak Rian, " ucap semua siswa seraya mendudukkan diri ke tempat masing masing.
begitupun dengan Sheina dan Kevin. mereka yang memang berada di paling belakang tempat duduknya, membuat mereka lebih leluasa untuk bercanda.
"eh, Sheina dari tadi pak Rian ngelihatin loe terus, " ucap Kevin seraya berbisik.
membuat Sheina yang sedari tadi sibuk mengeluarkan buku pelajaran, menoleh kearah Kevin.
"gak usah ngebahas hal yang nggak penting,!! "ucap Sheina seraya menatap tajam sahabatnya itu.
Kevin yang sedang di oelototi, hanya bisa terkikik geli.
__ADS_1
dan interaksi mereka, selalu di pantau oleh Rian sembari menahan amarahnya.
BERSAMBUNG....