
Bu Rianti tersenyum hangat dan menggelengkan kepala.
"nggak sayang, Ibu hanya menasehatimu saja, agar suatu saat, jika kamu sudah membuka hati untuk Rian, cintai dia dwngan tulus.karena sepertinya, laki laki itu, memiliki perasaan yang sangat dakam untukmu, " ucap Bu Rianti seraya masih menampilkan senyum tenangnya.
"Bu, Sheiba mohon, jangan pernah membahas laki laki itu di depan Sheina, karena Sheina nggak suka, Sheina masih sakit hsti Bu, " ucap Sheina memeluk ibunya dengan erat.
"iyq sayang, ibu minta maaf, kalau begitu, ibu keluar dul7, selamat tidur anak ibu, " ucap Bu Rianti mengecup kening putri kesayangannya itu.
Sheina hanya menganggukkan kepala kemudian merebahkan dirinya. seraya menatap langit-langit kamarnya.
memikirkan kejadian yang baru saja, dirinya alami. " jika saja, anda tak menghina fisik saya dulu, mungkin saya akan mempertimbangkan keputusan saya. tapi, swmua sudah terjadi pak Rian yang terhormat, sampai kapan pun, saya tidak akan memaafkwn anda, " gumamnya seraya mengepalkan tanganya kuat.
sementara itu, di ruang tamu, Bu Rianti dan Pak Rayn sedang berbincang bincang. membahas tentang apa yang baru saja terjadi.
"bagaimana Bu,? " tanya Pak Rayn saat melihat istrinya krluar dari kamar Sheina.
Bu Rianti hanya menggelengkan kepala seraya mendudukkan dirinya di samping sang suami.
"kalau begitu, jangan di paksa karena hasilnya tidak akan membaik jika hasil dari paksaan, " ucap Pak Rayn.
membuat Bu Rianti hanya mengangguk setuju. " iya Pak, lagipula, Ibu juga tak seratus persen menyetujui lamaran barusan, " ucap Bu Rianti.
membuat Pak Rayn seketika menoleh kearah sang isteri. " Ibu belum bisa memaafkan Rian,? " tanya Pak Rayn kaget.
sejak kapan istrinya berubah menjadi wanita pendendam,?
"Ibu sudah memaafkan Rian Pak, tapi kalau menerima dia sebagai menantu, rasanya masih kurang rela, apalagi dia pernah menghona anak kota habis habisan, " icspnya seraya menghirup udara sebanyak banyaknya. sebelum kembali bercerita. " bagaimana kalau nanti seandainya mereka memiliki keturunan yang tak...," ucapan Bu Rianti terhenti, saat mendapatkan tepukan dari suaminya.
"jangan berpikiran yang tidak tidak, " ucap Pak Rayn menegur sang isteri. membuat Bu Rianti terswnyum kaku. mereja lalu, membahas yang lain.
🌸🌸🌸
sementara itu, di sebuah rumah newah, seorang laki-laki muda tengah teraringdi ranjang empuk miliknya.
matanya lrus menatap langit langit kamarnya, seraya fikiranya menerawang jauh di atas langit.
maaf saya menolak lamaran bapak.
kata kata itu, terus berputar putar manja di dalam otaknya.
"apa salah saya,? sampai kamu membenci saya seperti ini, " gumamnya lirih.
hais si Rian, memang nggak tau diri, sudah jelas jelas dia oembuly sempat sempatnya bertanya bikin author gemes saja, pengen nggetok oakai gayung bentuk love hehe.
__ADS_1
setelah lama melamun, Rian terlelap karena kelelahan memikrkan kelanjutan lamarannya dengan Sheina.
pagi harinya....
hari ini, ada yang berbeda dari kedua temwnya itu. karena mendadak, mereka menemui Sheina di rumahnya, dan berangkat sekolah bareng.
"kalian kok tumben, kerumah gue dulu, kan rumah kalian, lebih dekat sama sekolah,? " tanya Sheina merasa heran.
karena kedua sahabatnya itu, memang rumahnya paling dekat dengwn swkolah. di banding dengan rumah Sheina yang baru.
"kita ada gosip terbaru, " ucap Kevin heboh. membuat Sheina mengernyitkan dahi karena heran melihat sahabatnya itu, bertingkah, seperti perempuan.
"sejak kapan loe berubah gender,? " tanya Sheina spontan. membuat Kevin dan Anggun saling pandang.
"maksud loe,? tanya Kevin yang memang tak mengerti.
"ya loe sejak kapan, jadi kayak perempuan yang suka ngerumpi,? " tanya Sheina. membuat Kevin membulatkan matanya karena terkwjut.
"ish enak aja, " ucap Kevin mendegus kesal. " gue masih waras ya, " lanjutnya seraya memalingkan wajahnya.
membuat kedua gadis itu, tertawa puas melihat wajah Kevin yang memerah karena menahan kesal.
"utu utu utu, ada yang ngambek nih? " ucap Sheina menggoda Kevin.
membuat Sheina yang awalnya tertawa, mendadak terdiam karena dirinya mendadak bingung.
"hah kok pak Rian,? " tanya Sheina bingung.
"makanya, gue bilang hot news, " ucap Kevin.
membuat Sheina semakin bingung di buatnya. ia menatap Anggun, meminta penjelasan.
"hmm Pak Dody guru bp sekolah kita, mengundurkan diri, jadi Pak Ryan kini yang merangkap menjadi guru bp, " ucap Anggun nyaris tanpa ekspresi.
membuat Sheina menganggukan kepala dan kembali memainkan ponsel miliknya.
membuat Anggun dan Kevin saling beradu pandang, karena merasa heran dengan respon Sheina yang tampak biasa bisa saja.
"kenapa pada ngeliatin gue kayak gitu,? " tanya Sheina seraya menatap kedua temanya itu, secara bergantian.
"loe kok diem aja,? " tanya Anggun pada Sheina. membuat Sheina memutar bola mata malas mendengar pertanyaan para sahabatnya itu.
"terus, gue harus bagaimana, apa gue harus jingkrak jingrak sambil bilang Wow, " ucap Sheina mencibir.
__ADS_1
"ya loe harus exited lah kan dia calon suami loe, " ucap Kevin seraya menutup mulutnya.
pluk!!
sebuah bantal mengenai wajah Kevin saat itu juga. membuat Kevin cemberut.
"kalau ngomong tuh di jaga, siapa yang calon suami,? orang gue nggak nerima,? ingat lamaranya gue tolak!! " ucap Sheina penuh penekanan.
setelah, sekian lama, akhirnya mobil Anggun sampai di sekolahan.
semua orang menatap merwka bertiga, dengan rasa kagum. mereka memang bak pangeran dan para permaisuri.
"widih, mereka kayak ratu dan raja ya," ucap salah satu siswa.
membuat siswa yang lainya menganggukkan kepala karens merasa setuju.
sementara itu, ada sekelompok suswa yang menatap keyiga siswa yang sedang lewat itu, dengan tatapan kebencian.
terutama pada Sheina, yang kini, berubah menjadi cantik bak bidadari.
" ish sok cantik, " ucap Shandy menatap penuh kebencian pada Sheina.
"hmm gimana kalau kita kerjain dia, " ucao Indra memberikan usul.
"gimqna caranya,?" tanya Shandy pada laki laki di depannya.
"sini gue bisikin, " ucap Indra seraya membisikan sesuatu pada Shandy.
"good, gue mau secepatnya hal itu, di laksanakan, " ucap Shandy tersenyum Iblis. " tunggu saja tanggal mainya sayang, " ucapnya seraya meninggalkan tempat itu. bersama Indra dan Rifky.
yap entah sejak kapan, Shandy dan kedua laki laki itu bekerja sama, tapi yang jelas, mereka kini menyusun strategi untuk menghancurkan Sheina.
yap hanya Sheina yang menjadi sasaran, karena Shandy hanya membenci Sheina.
sementara itu, di koridor sekolah, Sheina dan kedua sahabatnya, sedang berbincang bincang sembari berjalan.
mereka tampak asyik dengan dunianya sendiri, hingga tak menyadari, jika Riko, sedang menatap Sheina dari ruang guru.
hatinya sedikit sesak, mendapatkan penolakan dari Sheina semalam.
"semoga saja, seiring berjalanya waktu, kamu mau menerima aku Sheina, " ucapnya lirih.
setelah itu, Rian kembali ke meja gurunya dan mulai mengerjakan tugas, menyalin nilai semua murid.
__ADS_1
BERSAMBUNG......