
kini, saat jam pelajaran dimulai dan masuklah Rian karena memang, sekarang pelajaran bahasa Inggris.
ia masuk, dan duduk di kursi guru." selamat oagi anak anak," ucap Rian seraya matanya, sesekali melirik kearah Sheina dan Kevin. yang sibuk bercanda seraya mengeluarkan buku bahasa inggris
sesaat, idenya muncul begitu saja. ia berdiri dari duduknya, seraya menepuk tanganya tiga kali. mengisyaratkan, semua harus diam.
prok prok prok
suara tepulan tangan tiga jali, sukses membuat swmua siswa menoleh kearah depan.
"perhatian semua, sekarang kita ulangan yah " ucap Rian lantang. membuat semua siswa, mendesah pelan. kecuali Sheina dan Kevin karena nlmereka, terlihat tenang dan berekspresi datar.
"yah, kok ulangan sih pak ganteng, kitakan baru masuk, belum tau materinya apa," ucap Shandy bernada merajuk.
membuat Sheina dan Kevin yang mendengarnya, seperti di gelitik puluhan kupu kupu di perutnya. membuat mereka berdua, tertawa cekikikan.
"xixixi, gue geli banget njir dengerin Shandy ngomong begitu, gak pantes banget," ucap Kevin berbisik.
"iya diakan jelmaan nenek sihir, mana oantes ngomong begitu, ih jijay," ucap Sheina seraya bergidik geli.
membuat Kevin, menatap sahabatnya itu, dengan seksama. seakqn mencari sesuatu dalam wajah gadis itu.
"loe ngapain lihatin gue sampai segitunya,?" tanya Sheina seraya menatap Kevin sekilas.
"loe nggak lagi ber alibi menutupi kecemburuan kan,?" tanya Kevin menyelidik.
"hais, loe ngomong apa, gue, cemburu,? nggak ada di dalam kamus gue," ucap Sheina jumawa.
membuat Kevin yang mendengarnya, mendegus kesal dan memalingkan wajahnya. menatap kedepan.
kini, giliran Sheina yang mengamati wajah Kevin. membuat laki laki itu, menoleh dan memicingkan matanya.
"loe nggak lagi naksir sama gue kan,?" tanya Kevin dengan PD-nya.
"eh buset, pe-de gi-la," ucapnya seraya menekankan setiap kalimatnya.
membuat Kevin, terkikik geli dan sesekali menghadap kedepan. untuk mendengarkan materi dari guru.
hingga suara bariton dari depan, membuat dua anak manusia itu terdiam dan memasang wajah datarnya kembali.
__ADS_1
"oke, kalau begitu kita belajar bersama selama lima menit," ucap Rian mencoba untuk b3rsikap tenang. walaupun, dadanya bergemuruh menahan rasa cemburu.
apalagi, di belakang sana, Rian melihat Sheina dan Kevin yang tengqh asyik membaca materi dengan sesekali bercanda.
membuatnya semakin menatap tajam interaksi mereka.
akhirnya, karena tidak tahan melihat pemandangan yang menyakitkan itu, Rian menyudahi belajar dadakan itu.
"oke, anak anak. saya rasa, waktu belajar sudah selesai. dan sekarang, semua buku harap di masukan," ucap Rian dengan tegas.
membuat beberapa siswa, sempat menggerutu. namun, juga melaksanakan guru mereka.
"cemburu aja gengsi, lohat apa yang bakal gue lakuin sama Sheina," gumam Kevin tersenyum miring. seraya matanya, melirik kedepan.
saat Sheina sedang mengambil buku, dengan sengaja, tangan Kevin menyenggol bahu gadis itu. membuat pensil yang ada di tangan Sheina jatuh.
dan saat Sheina hendak mengambil pensil itu, Kevin terlebih dulu mengambilnya. seraya mengatakan sesuatu. yang membuat semua orang, menoleh ke belakang.
"makanya Sheina sayang, jangan terlalu fokus ngeliatin guenya, tuhkan akibatnya, pensil loe jatuh," ucap Kevin tersenyum manis.
membuat semua orang menatap mereka dengan tatapan tak percaya. Sheina, jangan ditanya, gadis itu bahkan membuka mulutnya saking merasa heran dengan tingkah Kevin.
pemandangan itu, membuat Rian menjadi pusing dan sesekali, mengurut krningnya yang terasa berdenyut.
memang benar kalau menyukai ABG itu harus menpunyai kesabaran yang ekstra. karena mereka maih mencari jati dirinya.
Kevin yang melihat Rian memijit pelipis dan pangkal hidungnya, tersenyum penuh kemenangan dan bersorak riang di dalam hatinya.
"heh, siap siap saja anda pak Rian, setelah ini anda akan melihat pemandangan yang lebih uwuw lagi." ucapnya dalam hati seraya tersenyum Devil.
"oke, waktunya riga puluh menit dari sekarang!!," ucapnya seraya menatap tajam di belakang sana.
"jangan ada yang protes, atau kalian akan mendapat nilai C," sambungnya saat ada yang ingin melakukan intrupsi.
Kevin hanya tersenyum simpul dan sesekali masuh membisikan sesuatu pada Sheina. dan Sheina yang tidak mengetahui apapun,juga sesekali ikut tersenyum.
Kevin memang sengaja melakukan ini, karena dirinya tau kalau Guru baru itu, menyukai Sheina. ia juga tau jika Rian adalah salah satu orang yang membuat Sheina down.
maka dirinya berjanji, akan menjaga Sheina dengan semampumya. terlwbih lagi, Sheina adalah anak dari bos Ayahnya.
__ADS_1
otomatis, Kevin mempunyai kewajiban untuk menjaga gadis itu. $alaupun dalam kenyataanya, Pak Rayn dan Bu Rianti, tak pernah membedakan keluarganya, dengan keluarga Sheina.
"oke, waktunya selesai," sekarang kalian sudah boleh beristirahat, dan kamu Sheina, tolong bawa hasil ulangan teman teman jamu, kemeja saya," ucap Rian seraya menatap sesaat di bangku belakang.
"tapi pak si Sheina kan sedang sakit kakinya lebih baik saya saja," ucap Shandy seraya tersenyum manis.
"tidak. saya mau Sheina yang mengumpulkanya. lagipun, kertas ulangan kan tidak berat, pasti tidak akan terjadi apa apa," ucap Rian logis.
membuat Shandy yang mendengarnya, mendegus kesal dan menatap tajam kearah bangku belakang.
Sheina yang di tatap, hanya bisa mengedikqn bahu tak pwrduli. " kenspa juga harus gue, nggak tau apa kalau gue lagi kesusahan," gerutu Sheina pelan.
tapi masih di dengar oleh Kevin. membuat laki laki itu, berdiri dan hendak melayangkan protes.
namun, dengan cepat di tahan oleh Sheina. dengan menggelengkan kepalanya.
"nggak usah, gue bisa sendiri," ucap Sheina seraya menarik tangan laki laki itu untuk kembali duduk.
dengan perlahan Sheina maju kedepan, seraya berjalan perlahan. karena memang, kakinya masih terasa sakit.
"nggak usah sok manja deh," ucap Shandy seraya melirik sinis pada Sheina.
sementara Sheina, hanya mengedikan bahunya karena memang tak perduli.
Sheina sampai di depan meja guru dan segera mengambil kertas ulangan itu.
sementara Kevin, laki laki itu, menunggu Sheina di belakangya. membuat Rian yang melihatnya, menatap tajam kearah Kevin.
bukanya merasa takut, laki laki itu, justru menatap gurunya dengan tatapan yang jauh lebih tajam. seraya dalam hatinya tergelak.
"hahaha , aduh sakit perut gue," ucapnya dalam hati.
kemudian Rian melangkahkan kakinya, neninggalkan ruang kelas X-A dan menyusuri koridor sekolah dengan gaya yang cool membuat siapapun akan merasa kagum denganya. termasuk juga Shandy.
entah sejak kapan gadis itu menyukai pasangan yang menurutnya sendiri lebih seperti om om. karena usia mereka yang terpaut jauh.
Shandy saat ini berusia 16 tahun. dan Rian yang berusia 25 tahun. sangat mencolok bukan perbedaan usianya.
tapi, Shandy sudah tak memperdulikanya. apalagi, ia tau jika Rian menyukai Sheina.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......