
setelah berbicara seperti itu, Sheina berpamitan kepada semua orang yang berada disana.
tanpa gadis itu ketahui, jika ada seseorang, yang mendengar semua pembicaraan itu dan tersenyum senang.
di dalam kamar, Sheina tak henti bentinya menggerutu kesal.
"hufftt andai saja aku bisa menolaknya, tapi..., ah sudahlah lagipula, kan hanya berfoto saja."
setelah berbicara sendiri, Sheina bergegas ke kamar mandi, untuk mengganti pakaian seragamnya, dengan pakaian santai.
setelah itu, Sheina duduk di bslkon kamarnya, seraya membuka jendela kamarnya.
"huh, segarnya, hmm lebih baik aku kabari Adrian sajalah," ucapnya seraya menekan nomor sang kekasih.
tut tut tut
lama Sheina mengubungi Adrian, tapi Adrian tak menjawab panggilan darinya.
"huh, kenapa nggak di angkat sih,?" gerutu Sheina dalam hati.
drtt
tak lama, terdengar ponselnyaberdering dan ada sebuah lesan dari Kekasihnya.
dengan segera, Sheina meraih benda pipih itu dan swgera mwmbuka pesan di aplikasi hijaunya.
**My Ian**💕 : sory sayang aku tadi berada di kamar mandi, jadi nggak tau kalau kamu telpon aku,"
Me : " nggak papa. aku ada sesuatu yang ingin di bicarakan sama kamu,"
tak lama, pesan terkirim dan setelah itu, tak ada balasan. membuat gadis cantik itu menghela nafas panjang.
"apa ada urusan penting ya, sampai Adrian nggak balas chatku,?" tanya Sheina pada dirinya sendiri.
tak lama, ponselnya kembali berdering dan tertulis
My Ian Is Calling.
dengan segera, Sheina mengangkatnya. " halo, assalamu'alaikum," ucapnya lembut.
"wa'alaikum salam, kenapa tadi telpon aku,? ada apa,?" tanya Adrian bawel.
"ish masak telpon pacar sendiri nggak boleh,?" tanya Sheina memasang wajah cemberutnya.
"ya bukan begitu, kan biasanya aku yang selalu telpon duluan," ucap Adrian.
"hehe sebenarnya, ada sesuatu yang membuat aku trlpon kamu duluan Ian," ucap Sheina nyengir kuda.
__ADS_1
"tuh kan, ada apa,?" tanya Adrian.
Sheina tampak ragu saat ingin mengatakan hal itu pada kekasihnya. dirinya oun, menarik nafas dan menghembuskanya kasar.
"jadi dua minggu lagi, aku akan jadi model kebaya pengantin di Butik tante Selvy," ucap Sheina dengan ragu ragu.
"terus,?" tanya Adrian yang tak mengerti dengan arah pembicaraan kekasihnya itu.
"dan pasangannya adalah Pak Rian," ucapnya lirih. karena Sheina takut, jika Adrian, akan marah dan kecewa padanya.
hening.
setelah Sheina mengatakan hal itu, suasanya menjadi sangat hening dan senyap.
Sheina masih menunggu reaksi Adrian selanjutnya dengan perasaan takutnya. gadis itu, malah tidak menyadari, jika kuku tanganya, sampai memutih saat bertemu dengan giginya sendiri.
"enggak masalah Na, lagipula, kamu kan hanya melakukan pemoteretan aja kan, jadi nggak usah khawatir," ucap Adrian pada akhirnya.
"kamu nggak marah sama aku kan Ian,?" tanya Sheina masih ragu ragu.
"loh, kenapa harus marah, aku hanya pacar kamu lhoh, bukan orang tua atau suami kamu, jadi kamu nggak usah khawatir," ucap Adrian terkekeh kecil.
walaupun dalam hatinya, laki laki itu sedikit terusik drngan kabat ini. tapi, sebisa mungkin, dirinya hatus bisa mengendalikan emosinya.
"Ian, kamu kok diam aja,?" tanya Sheina saat melihat kekasihnya itu hanya melamun saja.
tanpa Sheina sadari, ada yang memperhatikan dirinya dari dalam kamar menggunakan tetopong miliknya.
"nikmati saja kebahagiaan kamu denganya,karena setelah ini, kamu akan menjadi milikmu," gumamnya seraya tersenyum misterius.
mungkun disini, Rian sedikit keliru karena menghalalkan segala cara, agar bisa mendapatkan keinginanya.
tapi, seolah laki laki itu, telah menutup mata dan telinga. dia semakin bersemangat akan mendapatkan gadis itu.
...****************...
sementara itu, di tempat lain, Kevin sedang membuntuti sang Kekasih dati belakang. karena akhir akhir ini, gadis itu semakin menjauh padanya.
hatinya bergemuruh dan tanganya, mengepal kiat saat dirinya menyaksika pemandangan di depan sana.
"Nggun, maafkan aku karena semua kesalah pahaman ini," ucap Kenzo seraya memeluk tubuh gadis itu.
terlihat, Anggun meronta ingin di lepaskan. " lepaskan aku kak, aku sudah memiliki pacar," ucapnya yang berusaha dengan keras melepaskan dari dekapan laki laki itu.
"nggak, aku nggak akan melepaskan dirimu, siapa pacarmu,? Kevin,?" tanya Kenzo yang masih mendekap tubuh gadis itu.
Anggun tak menjawabnya. gadis itu, seakan terpaku atas perkataan Kenzo. tapi, sesaat kemudian, Anggun kembali tersadar dan mencoba melepaskan firi.
__ADS_1
Kevin yang melihat kejadian itu, tersenyum kwcut dengan menyeka sudut matanya yang ber air.
"ternyata, sampai kapan pun, loe nggak akan bisa nerima gue Nggun," ucap Kevin menyentuh dadanya yang terasa perih
kemudian, laki laki itu, pergi meninggalkan tempat itu, dengan segenap luka di dada.
hingga dirinya berhasil lolos dari dekapan laki laki itu.
"maaf kak Kenzo, tapi saat ini, aku sudah memutuskan untuk membuka hatiku pada Kevin. karena aku lebih memilih, laki laki yang memperjuangkanku, dari pada aku yang harus berjuang," ucap Anggun seraya berlalu pergi meninggalkan Kenzo yang masih mematung di sana.
"tapi aku tau kamu tidak memiliki rasa padanya kan,?" tanya Kenzo yang membuat Anggun berhenti sesaat.
kemudian gadis itu berbalik arah dan menatap laki laki itu dengan senyuman miring.
"lebih baik, aku bersama Kevin, yang jelas jelas dapat melindungi aku, dari pada Kak Kenzo," ucap Anggun melangkah pergi.
meninggalkan Kenzo yang masih tak percaya akan penolakan gadis itu. karena memang, dulu Anggun sangat menyukainya.
memang, Kenzo sangat bodoh dalam hal perempuan. bisa bisanya, laki laki itu, tak menyadari jika Anggun, menyukainya.
bahkan dirinya sangat jumawa tak akan menyukai gadis itu dan mengabaikannya selama tiga tahun.
dan sekarang, saat dirimya sudah mulai tertarik, justru gadia itu yang malah menjauh darinya. ini semua, memang salahnya.
tak lama berswlang, Kenzo memutuskan untuk pergi dari sana.
......................
pagi harinya, setelah Sheina melakukan sarapan pagi, gadis itu hendak berdiri dan berangkat ke sekola.
namun, gerakannya tertahan, saat mendengar perkataan Ibunya.
"Sheina, kata Tante Selvy, pemotretanya, di ajukan jadi hari ini sayang,"ucap Bu Rianti dengan menatap wajah sang putri.
mendengar hal itu, Sheina langsung membulatkan matanya dengan sempurna.
"hah, kok mendadak sekali Bu, bulanya ituasih dua minggu lagi,?" tanya Sheina yang masih Shok.
"enggak tau sayang, katanya, si pembeli gaun itu, adalah sepasang pengantin yang akan melaksanakan acaranya hari minggu besok, jadi acara pemotretannya juga di ajukan," ucap Bu Rianti menjelaskan.
Sheina yang mendengar penjelasan dari Ibunya, merasa tidak tenang. fikiranya menangkap seperti ada yang janggal.
tapi karena Sheina malas berfikir, dirinya hanya menganggukan kepala dan kemudian berangkat kesekolah.
sementara itu di rumah kediaman Hutama, Rian sedang berbunga bunga. karena sebentar lagi, impianya dapat terwujut.
BERSAMBUNG....
__ADS_1