Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 52.


__ADS_3

"emm wnak masakan kamu Na," puji Adrian pqda kekasihnya itu.


"emm syukurlah kalau begitu, aku pikir, kamu nggak suka sama masakan buatanku," ucapnya tersenyum manis.


"mana mungkin sayang, semua masakan kalau kamu yang buat, pasti dengan senang hati aku makqn," ucapnya swraya mencubit dagu sang kekasih.


membuat gadis itu, mengaduh seraya memegangi bekas cubitan Adrian.


"Ian, sakit ini," rengek Sheina seraya mengerucutkan bibirnya.


membuat Adrian yang melihatnya, menjadi semakin gemas di buatnya.


"duh, gemes banget sih kalau lagi begitu, jadi pengen,..." ucapan Adrian, terhenti di udara saat mendengar ucapan kekasihnya.


"pengen apa,? hmm" tanya Sheina seraya menatap tajam sang kekasih.


karena bisa di pastikan, jika seorqng laki laki, jika sudah berbicara seperti itu, maka akan menjurus pada hal negatif.


"mau ini," ucap Adrian seraya memasukan brownis coklat, pada mulut kekasihnya.


hal itu, bwrhasil membuat Sheina malu. karena dirimya berfikir, jika sang kekasih akan melakukan hal yang lebih. ternyata, laki laki itu, hanya memasukan makanan kedalam mulutnya.


eh, tapi tunggu dulu, memangnya kamu yakin Sheina, jika tujuan awal dari laki laki di sampingmu, qdalah itu,? Author kepo.


hmmm entahlah thor, mungkin saja, benar jika fikiran Ian seperti itu, Sheina polos.


hmm semoga saja ya, Author.


sontak saja, Adrian yang melihat tingkah kekasihnya iru, mengulum senyum. karena laki laki itu, tau apa yang ada dalam fikiran kekasihnya itu.


"eh, iya nanti pas Aniv sekolah, kita berangkat bareng kan,?" tanya Anggun. yang mencoba mengalihkan topik ke arah lain.


karena sungguh, gadis itu, merasa tidak nyaman jika harus berada di situasi seperti ini.


karena sedari tadi, Anggun hanya terdiam seraya memandangi, dua orang di depannya.


karena, walaupun dirinya sudah mengatakan oada Kevin, untuk mencoba memulai semua dari awal, tapi memang, kenyataanya tak semudah yang di bayangkan.


"enggak lah, kan loe udah samaKevin, dan gue udah sama Adrian. jafi kota langsung aja ketemu di sana," ucap Sheina seraya memasukan makanan kedalam mulutnya.


Anggun, hanya menganggukan kepala dan mereka, melanjutkan acara makannya, seraya sesekali tertawa bahagia.


twnoa mereka sadari, ada mata nanar yang melihat ke arah tempat itu, dengan perasaan campur aduk.


tak lama setelahnya, Anggun dan yang lain, pamit dari rumah Sheina. saat mendapati, kedua orang tua gadis itu, sudah sampai dirumah

__ADS_1


"siang Bu, Pak," sapa mereka serempak, seraya menyalami kedua orang paruh baya itu.


"siang, wah ramai ya, kalian masak apa aja ini,?" tanya Bu Rianti.


"kita masak nih Bu," tunjuk Sheina pada kedua orang tuanya.


"wah, sepertinya ini sangat lezat," ucap Pak Rayn yang langsung mencicipi brownis tersebut.


"wmm enak sekali, ternyata memang kalian pandai memasak,"?" ucap Bu Rianti


"ya sudah kalian lanjut saja, ya kami mau kejamar, mau istirahat," ucap Bu Rianti yang memang beranjak pergi.


"eh, kami juga mau pamit Bu," ucap Adrian pada Bu Rianti. di ikuti oleh yang lainya.


"oh, kalian mau pulang, kok cepat sekali,?"tanya Bu Rianti heran.


karena biasanya, anak anak itu, akan di sini sampai larut malam. tspi sekarang, tumben tumbenan mereka pulang cepet.


"eh, iya bu, kami ada urusan lain," ucap Anggun tersenyum manis.


membuat kedua orang tua Sheina, hanya menganggukan kepala.


mereka semiq berpamitan pada Sheina dan kedua orang tua mereka. dan naik ke jendaraan masing masing.


setelqh semua pergi, Sheina dan kedua orqng tuanya, masuk ke dalam rumah, dan bersantai sejenak di ruang keluarga.


"emm menurut Sheina sih Adrian orangnya baik, dia sangat perhatian sama Sheina sih Bu, memangnya ada apa ?" tanya Sheina.


"tidak ada apa apa, kita hanya memastikan saja," ucap Pak Rayn.


memastikan,memastikan dari apa,?' tanya Sheina sedikit bingung.


"memastikan, jika Adrian adalah sosok laki laki yang tepat buat jamu nanti," ucap Bu Rianti menjelaskan.


"Aamiin Bu, semoga saja, memang Adrian yang di tak dirkan untuk berjofoh dengan Sheina," ucap Sheina trrsenyum simpul.


sontak saja, hal itu membuat kedua orang tuanya, menjadi heran dan saling berpandangan.


kemudian, mereka sama sama menatap ke arah Sheina.


"Bapak, sama Ibu kenapa lohatin Sheina seperti iti,?" tanya Sheina dengan wajah keheranan.


"kamu kok tumben langsung meng-Aamiin-in ucapan Bapak sama Ibu, biasanya juga kita berdebat dulu,?" tanya Bu Rianti yang merasa heran.


"emm mungkin Sheina sudah lelah, karena jika jodoh Sheina datang lebih cepat,? ya apa beh buat,?" ucap Sheina tersenyum tipis.

__ADS_1


"ya memang hrus seperti itu Sheina, kita memqng tidak akan pernah bisa melawan takdir. jika memang, takdir jodoh kamu cepat datangnya ya syukuri," ucap Pak Rayn sedikit menasehati putri tunggalnya itu.


Sheina hanya menganggukan kepala. " kalau begitu, Sheina mau pamit dulu ya, mau kekamar," ucapnya seraya rersenyum tipis.


"eh, masak udah kanhen aja sama pacar, kan kalian baru ketemu,?" tanya Bu Rianti, menggoda anaknya.


membuat Sheina, seketika membulatkanatanya sempurna.


"ish Ibuk nih, siapa juga yang mau ketemu sama Adrian, orang besok aku ada ulangan," ucap Sheina mendegus kesal. karena lagi dan lagi, orang tuanya, menggoda dirinya.


"ya sudah,belajar yang rajin ya, siapa tau, bisa lulus jadi istri idaman," ucap Pak Rayn ikut menimpali.


membuat Sheina merengek oada kedua orang tuanya.


ish Ibu sama Bapak, tuh godain aku terus ih, kan srbel," ucapnya seraya menghentekam kakinya, menaiki anak tangga.


aementara kedua orang tuanya, sama sama tergelak melihat tingkah putri mereka.


...****************...


di sisi lain, Anggun dan Kevin yang sedang berada di atas motor, tak bersuara sedikitpun. mereka, seakan tenggelam dalam lamunan masing masing.


hingga meteka, sampai di depan rumah Anggun.


"masuk dulu Vin," ucap Anggun seraya melepas helm dari kepalanya.


"eh, enggak usah Nggun, gue--" brlum sempat Kevin menolak, suara dari dalam rumah, membuat mereka berdua menoleh.


dan disana, sudah berdiri mamah Anggun srraya tersenyum kearah dua remaja itu.


"Vin. masuk dulu," ucap Bu Daisy tersenyum tipis.


"eh, nggak usah tante, saya langsung pulang aja," ucap Kevin menolak secara halus.


"nggak Papa Vin, lagian gue udah bilanf sama mereka, kalau kita pacaran,"ucap Anggun berbisik .


sontak saja, ucspan yang baru saja keluar dari mulut Anggun itu, membuat mata Kevin membulat sempurna.


"loe bilang apa sama mereka,?" tanya Kevin takut takut.


"ya gue bilang apa adanya aja, gue bilang kalau kita pacaran," ucapnya seraya menarik tangan laki laki itu, untuk segera masuk.


gluk.


Kevin mendadak susah menelan salivanya mendengar ucapan kekasihnya itu.

__ADS_1


BERSAMBNG...


__ADS_2