Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 76


__ADS_3

setelah menanyakan hal itu, ruangan rawat Sheina, berubah menjadi sunyi.


"besok aaja ya, kita bahasnya, sekarang kan sudah malam, jadi sebaiknya kamu tidur."Bu Rianti mencoba mengalihkan fokus sang putri. dan Sheinapun munenurut.


sementara itu, di tempat lain, seorang pria, sedang duduk termenung di bangku taman rumahnya.


"Bos, nggak baik di luar malam malam begini," Edy, pengawal Rian tampak berdiri di samping tuanya itu.


Rian tak menghiraukan ucapan pengawal itu, priaitu justru mengeluarkan benda Pipihnya, dari saku celananya.


"malam apaan, baru juga jam sembilan, kamu fikir, saya anak kecil apa,? " semprot Rian pada pengawal pribadinya itu.


tak lama, Rian menghubungi seseorang yang entah itu siapa.


"halo, loe dimana,?" tanya Rian saat sambungan itu terhubung.


"gue di tempat biasa," jawabnya dengan sedikit berteriak. karena suara yang memekakkan telinga.


"okeh, gue kesana," ucapnya seraya menutup ponselnya.


"ikut saya," ucap Rian pada orang yang ada di sampingnya.


sementara itu, Edy hanya mengangguk dan berjalan di belakang sang tuan.


mereka segera masuk kedalam mobil, dan mengemudkannya, meninggalkan area rumah baru Rian.


lima belas menit kemudian, mobil Rian telah sampai di depan sebuah cafe yang cukup mewah di kota itu.


dengan segera, Rian memasuki tempat itu, dengan di ikuti Edy dari belakang.


karena Edy merasa risih dengan musik yang terdengar nyaring itu, akhirnya laki laki itu,emutuskan untuk menunggu saja di mobil.


"maaf Tuan, saya metasa risih dengan suara di sini, apa saya boleh keluar,dan menunggu di mobil,?" tanyaEdy pada Rian.


"iya silahkan," ucapnya seraya melangkahkan kakinya, masuk kedalam tempat itu.


setelah dirinya sampai di ambang pintu masuk, Rian segera di sambut, oleh beberapa wanita penghibur.


"minggir! gue udah punya istri," Rian berucap penuh dengan penekanan.


membuat para wanita itu, menyingkir dari hadapannya.


tak lama, pandangan matanya, menangkap seseorang, yang dirinya cari.


dan dengan langkah lebarnya, Rian menghampiri para sahabatnya itu.

__ADS_1


"ada apa bro, kok tumben loe kwsini, biasanya kan paling anti sama tempat beginian,?" tanya salah satu temanya itu.


"ada perlu sama Ramon," ucap Rian seraya mendudukan diri, di kursi kosong.


Rian adalah, sosok yang memang sangat merendahkan seseorang dari penampilanya. tapi meskipun begitu, laki laki itu, tak pernah menjamah tempat seperti ini.


dan saat laki laki itu, berada di sini, hal itu membuat teman temanya, merasa heran. tak terkecuali Ramon. laki laki itu, tak henti hentinya memandangi Rian.


"kita ke taman belakang," Rian yang tau akan maksud dari tatapan sahabatnya itu, memutuskan untuk mengajak Sahabatnya ke belakang.


"ada apa,?" tanya Ramon, saat mereka sudah berada di bangku taman.


"gue udah nikah," tiga kalimat yang keluar dari mulut Rian, sukses membuat Ramon, membulatkanatanya.


"hah, gimana gimana ,?" tanya Ramon sekali lagi. bukan karena laki laki itu, tidak mendengar, tapi dirinya hanya ingin memastikannya saja.


"iya, gue udah nikah," ucapan Rian yang kedua, membuat Ramon terdiam untuk beberapa saat.


"kok bisa,?" tanya Ramon merasa tak percaya. karena setaunya, sahabat yang satu ini, memiliki konsep hidup yang terperinci dan harus perfect untuk swgala hal.


dan sekarang, Rian menikah secara mendadak, itu bukan Rian sama sekali menurutnya


"hmm nanti gie ceritain," ucap Rian tersenyum manis.


dan dengan segera, Rian menceritakan semuanya dari awal, hingga akhir.


mendengar cerita dari Rian, membuat Ramon, menggelengkan kepala. " loe emang bener bener nekat ya," ucapnya seraya terkekeh kecil.


"huh, ya mau bagaimana lagi, pendirian dia sangat kuat. hanya cara ini, yang bisa gue lakukan," ucapnya tersenyum tipis.


"hmm, tapi sepertinya, bukan ini kan, yang ingin loe bicarakan,?" tanya Ramon.


karena memang, Rian sangat jarang, untuk bercerita tentang masalah pribadinya, jika tidak di sertai embel embel yang lainnya.


"hmm loe tau aja, kalau gue mau minta tolong," Rian memperbaiki posisi duduknya.


"sudah guw duga, jadi loe mau minta tolong apa,?" tanya Ramon.


"gue minta, loe lacak keberadaan Hanum," ucap Rian datar.


Ramon yang mendengarnya, menautkan kedua alisnya. "memang, apa hubunganya dengan Hanum,?" tanya laki laki itu.


"karena, Hanum adalah orang yang menabrak Sheina dan Kevin. bahkan gara gara wanita itu, Kevin meregang nyawa," ucap Rian berkata lirih.


"hah, jadi ada korban jiwa, dalam peristiwa itu,?" tanya Ramon.

__ADS_1


"iya dan gue merasa harus nengusut tuntas kasus ini. ya walaupun ada keuntungan sedikit di balik musibah ini," ucap Rian.


membuat Ramon, menggelengkan kepalanya, karena dalam kondisi seperti ini, Rian masih sempet sempatnya, memikirkan untung rugi.


"dasar ya loe, dalam keadaan seperti ini aja, loe masih sempet sempetnya mikirin untung rugi," Ramon tersenyum sumbang.


"udahlah, loe segera lacak nomor ini dan segera kasih tau gue secepatnya, kalau gitu gue permisi dulu," setelah berucap seperti itu, Rian segera bangkit, dan meninggalkan tempat itu.


"secepatnya, gue akan kabarin loe kalau gue sudah ketemu titik terangnya," Ramon berucap penuh keyakinan.


"gur tunggu segera ya," ucap Rian seraya mengangkat tanganya.


setelah itu Rian leluar dari tempat terkutuk itu, dan menghampiri mobilnya.


"sudah Tuan, ?" tanya Edy. dan Rian hanya menganggukan kepala. dan segera, mobil berjalan meninggalkan tempat itu.


...****************...


sementara itu, di kediaman keluarga Lesmana, semua orang tengah sibuk untuk membujuk Anggun, yang sedari tadi siang, setelah pemakaman Kevin, Anggun tidak pernah keluar kamar.


"Anggun, sayang, keluar yuk, kita makan," suara Bu Daisy mengetuk pintu anaknya.


tak ada jawaban dari dalam membuat semua orang, semakin panik di buatnya.


"sayang, ayo buka pintunya, " Pak Agung, juga ikut membujuk putrinya


BERSAMBUNG......


Nb: mampir juga karya kak Dtyas judulnya, menikahi prawan tua.




MENIKAHI PERAWAN TUA


(Dtyas)



Spin Off Menikahi Pamanmu. Kisah cinta karena perjodohan antara Reka (adik dari Kayla) dengan Nara seorang wanita berprofesi sebagai dosen pada kampus Reka. Keduanya tidak menyetujui perjodohan tersebut, mengingat Reka dan Nara sempat berseteru bahkan Reka menyebut Nara Perawan Tua.


Namun, kembalinya mantan kekasih Nara membuat wanita ini meminta Reka mempercepat pernikahan mereka.  “Please, jangan batalkan perjodohan ini. Aku minta sama kamu untuk bantu bicara dengan keluarga agar pernikahan kita dipercepat,” ungkap Nara.


Reka menatap sinis pada Nara. “Jangan bilang kalau kamu hamil dan aku ketiban sial harus bertanggung jawab.” Nara menggelengkan kepalanya. “Aku tidak hamil. Reka, tolong aku. Setelah kita menikah aku akan biarkan kamu tetap berhubungan dengan kekasih kamu. Sampai situasi aman kamu boleh ceraikan aku. Please, bantu aku,” pinta Nara. 

__ADS_1


__ADS_2