Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 42


__ADS_3

Sheina yang mendengar ucapan Adrian, menjadi sangat bahagia. karena selama hudupnya, belum ada orang yang memperhatikannya. kecuali kedua orang tuanya.


"kita mau kemana sih,?' tanya Sheina mencoba mengalihkan perhatian Adrian. yang sedari tadi, menatapnya dari kaca depan.


"kita akan ke suatu tempat." ucap Adrian seraya menyunggingkan senyum.


Sheina, menganggukan kepala dan mereka tak banyak bicara. hingga mobil yang di kendarai Adrian, berhenti di sebuah restaurant yang sangat ramai.


"wuah, seblak!!" ucap Sheina dengan mata berbinar dan segera turun dari mobil.. Adrian yang melihat itu, hanya bisa menggelangkan kepala karena merasa lucu dengan tingkah gadis itu.


"Na, tunggu" ucap Adrian seraya membuka pintu dan segera mengejar Sheina yang telah masuk kedalam restaurant itu.


sesampainya di dalam restaurant, Sheina segera duduk di bangku paling ujung. dan dengan semangat, Sheina segera memanggil pelayan untuk memesan majanan yang paling pedas.


"mas.aku pesan seblak ini yang level lima puluh ya, sama minumananya es teh manis," ucap Sheina seraya memberikan buku menu oada mas mas pelayan.


"tunggu," ucap seseoramg dari belakang. membuat Sheina meneh dan mendapati Adrian berdiri dengan bersendekap dada.


sontak saja, hal itu membuat gadis cantik itu, menyunggingkan senyum termanisnya. saat dirinya tau jika ada kesalahan yang dirinya buat.


"suka banget ya sampai nggak sadar, kalau gue ada di sini," ucap Adrian menyindir.


membuat Sheina, seketika hanya bisa tersenyum lebar, dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"maaf, lupa tadi soalnya, tuh gue suka banget sama yang namanya seblak, jadi maaf kalau gue ninggalin loe," ucapnya tersenyum kikuk.


"huu dasar," ucap Adrian seraya menyentih kening gadis itu. membuat Sheinacemberut dan mengerucutkan bibirnya.


"jangan di monyong monyongin, nanti kalau gue khilaf gimana,?"tanya Adriam seraya berbisik di telinga gadis itu.


"ish jangan mesum ya, " ucapnya seraya melebarkan matanya.


membuat Adrian, seketika terbahak dan mengusak rambut Sheina gemas.


"gue cuma bercanda, ya kali gue berani ngapa ngapain loe," ucapnya tersenyum manis. " loe itu cuma akan jadi suport sistem gue yang paling besar, maka dari itu,gue nggak mau ngerusak ," ucapnya menatap Sheina drngan wajah serius dan dengan sorot mata yang begitu tulus.


membuat Sheina seketika menganggukan kepala dan tersenyum kearah Adrian.


"anggukan dalam hal apa nih,? mau jadi pacar gue,?" tanya Adrian yang bermaksud menggoda gadia di depanya itu.

__ADS_1


namun, responya sungguh tak di sangka sangka oleh Adrian. karena Sheina dengan mantap, menganggukan kepala seraya mengatakan sesuatu.


"iya, gue mau jadi pacar loe," ucap Sheina seraya tersenyum malu malu.


Adrian yang mendengar kata kata Sheina, dengan seketika langsung membulatkan matanya. karena sangat terkejut.


"loe serius,?"tanya Adrian dengan berbinar bahagia.


Sheina hanya menganggukan kepala dan tersenyum tipis.


"yeah makasih sayang, mulai sekarang, kita ubah sapaannya, menjadi 'aku Kamu ya,?" tanya Adrian adrian seraya menggenggam tangan Sheina.


Adrian begitu bahagia sampai laki laki itu.menitihkan air mata karena saking bahagianya.


"ih, kok nangis sih pacar aku," ucap Sheina seraya mengusap bulir bening yang jatuh dari kelopak mata laki laki itu.


"ini air mata bahagia sayang, karena aku sangat bahagia ," ucap Adrian menggenggam jemari Sheina.


sedangkan Sheina, gadis itu, hanya menganggukan kepala dan membalas senyuman Adrian.


tak lama, pesanan mereka datang. dan dengan segera, Adrian dan Sheina, menikmati makanan mereka dengan lahap. dan saat dirinya menoleh kearah pintu keluar, matanya menangkap dua sosok yang dirinya kenal.


"cih, dasar buaya," gumamnya, seraya memalingkan muka, menghadap arah lain.


"eh enggak papa Ian," ucap Sheina tersenyun tipis membuat Adrian mengangguk mengerti.


setelah selesai dengan makanan mereka, Sheina dan Adrian, melangkah menuju pintu keluar. dengan sengaja, Sheina menggandeng tangan Adrian yang dapat di lihat oleh siapapun. termasuk juga, Rian dan pacarnya.


dan dengan sengaja, Sheina memanggil Adrian dengan sapaan sayang.


membuat Rian seketika, menggeram kesal karena mendengar ucapan itu.


Sheina sempat melirik dan memperhatikan raut wajah laki laki itu. dan seketika. Sheina tertawa terbahak dalam hati.


"rasain emang enak," gumamnya pelan. sangat pelan, sampai Adrian yang berada di sebelahnya, tak mendengarnya sama sekali.


ia bukan ingin mempermainkan Adrian, bukan sama sekali. Sheina hanya ingin menegaskan, jika dirinya bukan wanita sembarangan. yang bisa di lwmar mendadak, lalu di campakan begitu saja oh tidak semudah itu fulgoso.


setelah puas memperhatikan raut wajah Rian, Sheina dan Adrian mrlangkahkan kakinya, menuju tempat parkir dan masihemperhatikan raut wajah laki laki itu yang tampak merah padam karena menahan amarah.

__ADS_1


Sheina tersenyum penuh kemenangan dan dirinya, senakin menunjukan kemesraan bersamaAdrian kekasih barunya itu.


mereka, akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah karena memang, hari sudah mulai gelap.


sepanjang perjalanan, Sheina dan Adrian tak henti hentinya saling menatap dan tersenyum manis. dengan sama sama tersenyum.


karena memang, Sheina sudah mulai menyayangi Adrian lebih dari teman.


"makasih ya sayang, kamu udah membuat kehidupanku, semakin sempurna dan berwarna.," ucap Adrian seraya menggenggam tangan Sheina dan mengecup punggung tangan gadis itu.


membuatnya, semakin tersipu malu. dan berusaha menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah karena malu.


"Ian, aku malu," ucap Sheina seraya menoleh kearah luar jendela.


"kamu kalau lagi malu malu gitu, ngegemesin deh jadi pengen langsung halalin," ucap Adrian tersenyum seraya mengedipkan satu matanya..


'hih mesum banget sih punya pacar,"keluh Sheina seraya mencubit pinggang laki laki itu.


membuat Adrian seketika meringis karena kesakitan.


"awh sakit sayang, kamu ya, galak banget jadi pacar," ucapnya seraya mengusap bekas cubitan kekasihnya itu.


"rasain, makanya jangan mesum," ucapnya seraya mendegus kesal.


"hub, iya iya maaf untung aja sayang, kalau nggak udah--" ucapan Adrian terhenti karena mendapat selakan dari Sheina.


"kalau nggak kenapa hmm,?" tanya Sheina melotot tajam. dan seketika, Adrian menjadi kicep dan kembali fokus menenyetir.


memang ternyata, Sheina sangat menakutkan jika sedang marah. mungkin, ini karena efek Sheina yang sering menjadi korban buliying. sehingga, menjadikan Sheinw gadis yang sedikit sensitif.


setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit, Sheina dan Adrian telah sampai di depan rumah Sheina.


dan tampak di sana, ada Bapaknya Sheina yang sepertinyq baru saja pulang.


"assalamu'alaikum," ucap Sheina dan Adrian secara bersamaan. setelah mereka berdua,turun dari mobil Adrian.


"assalamu'alaikum," ucap Sheina dan Adrian serempak.


"wa'alaikum salam, sayang kalian udah pulang," ucap Bu Rianti seraya beranjak dari duduknya.

__ADS_1


dan menghampiri anak dan temanya itu.


BERSAMBUNG..


__ADS_2