
Rian, sama sekali, tak memperdulikan jika dirinya akan di cap sebagai laki laki egois. karena menghalalkan segala cara, untuk mendapatkan hati Sheina.
"ingat Rian, apapun yang kamu dapatkan dari cara yang tidak baik, maka hasilnya juga akan tidak baik," ucap Pak Gibran mencoba mengingatkan.
"aku tau pah, tapi hanya ini cara yang bisa aku lakukan," ucap Rian seraya beranjak dari duduknya.
mendengar hwl itu, kedua orang tua paruh baya itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"semoga, apa yang kamu inginkan segera tercapai nak," ucap Bu Selvy seraya melihat punggung sang anak yang menghilang di balik pintu utama.
"Papah malah khawatir Mah, ini semua salah kita, karena kita terlalu memanjakan anak itu," ucap Bu Selvy merasa bersalah.
...****************...
sementara itu, Sheina dan kedua orang tuanya, swdang menikmati sarapanya
setelah menyelesaikan makanannya, Sheina pamit pada kedua orang tuanya untuk pergi kesekolah.
"Pak, Bu, Sheina pamt dulu ya," ucapnya mengelap bibirnya dengan tisue seraya beranjak dari duduknya.
"kamu berangkat dengan siapa,?" tanya Bu Rianti.
"sama Adrian mungkin," ucap Sheina seraya mencangkol tas ranselnya.
"tspi swdari tadi, Bapak belum lihat nak Adrian," ucap Pak Rayn. membuat Sheina menghentikan langkahnya.
kemudian dengan segera, gadis cantik itu merogoh kedalam tas ranswlnya dan mengambil benda pintarnya itu.
lama gadis itu menghubungi, namun, sepertinya Adrian tak menyadarinya, karena sedari tadi, panggilan itu, dia abaikanya.
"huh, sepertinya dia sedang sibuk Pak Bu, kalau begitu, Sheina pamit dulu, assalamu'alaikum," ucap Sheina seraya mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"jangan naik motor," ucap Pak Rayn memperingatkan sang anak.
"iya Pak, nanti Sheina, naik ojek online saja," ucap Sheina tersenyum tipis.
sepertinya, orang tuanya masih tak mengizinkan dirinya memakai motor kembali. karena mungkin masih merasa takut akan kejadian wakru itu.
"assalamu'alailum," ucapnya seraya mencuim punggung tangan Bapak dan Ibunya.
"wa'alakum salam, hati hati," ucap Pak Rayn. Sheina hanya mengangguk seraya tersenyum. kemudian, berlalu pergi.
hingga dirinya sampai di halaman rumahnya. dan memang, Sheina tak mwndapati sang Kekasih berada di sana.
"huh, kok tumben ya, Ian nggak jemput aku, apa jangan jangan dirinya marah karena aku akan melakukan oemotretan dengan laki laki itu,?" berbagai pertanyaan muncul di dalam otaknya.
__ADS_1
kemudian, gadis cantik itu, mulai membuka aplikasi kendaraan onlinenya dan hendak menuliskan sesuatu.
namun gerakannya terhenti, saat mendengar suara dari seseorang. membuat gadis itu, seketika menoleh.
"kamu mau bareng sama saya,?" tanya Rian dengan senyuman manis.
Sheina yang merasa terkejut, tak langsung menjawab pertanyaan itu. tapi sesaat kemudian, dirinya menggelengkan kepala dan kembali membuka ponselnya.
baru saja. Sheina akan memencet salah satu tombol di aplikasi kendaraan onlinenya, tiba tiba saja, sebuah kendaraan berhenti di halaman rumahnya.
dengan segera, Sheina menghampiri mobil honda jazz berwarna putih itu.
"aku kira kamu nggak akan dateng, " ucap Sheina saat berada di dalam mobil.
"mana mungkin, aku nggak dateng, dan ngebiarin pacar aku berangkat sendiri,?" tanya Adrian seraya mencubit hidung gadis itu dengan gemas.
"hehehe," Sheina hanya bisa menyunggingkan senyuman khasnya. " ya siapa tau kamu marah, karena aku pemotretan sama itu orang,?" kini Sheina bertanya dengan ekspresi wajah serius.
"ngapain aku harus marah, lagipula, kamukan hanya melakukan foto Shot aja," ucap Adrian menoleh sekilas.
"tapi, sepertinya pemotretanya, diadakan hari ini," ucap Sheina lirih.
sontak saja, ucapan dari Sheina itu, membuat Adrian langsung mengehentikan laju kendaraan secara mendadak.
membuat Sheina semakin di landa ketakutan. melihat reaksi kekasihnya itu.
Adrian menggelengkan kepala dan tersenyum pada gadis di sebelahnya.
"tidak, aku tidak marah, lagipula kenapa aku harus marah sayang,?" pertanyaan itu, sebenarnya hanya kamuflase karena sebenarnya, hatinya masih merasa gelisah.
"semoga saja, apa yang gue takutkan, tidak benar benar terjadi," ucap Adrian dalam hati.
tak lama, mereka telah sampai di deoan gerbang sekolah. dan segera masuk kedalam sana.
setelahnya, Sheina dan Adrian, keluar dari mobil dengan saling bergandengan tangan.
membuat para siswi perempuan, swmakin meleleh di buatnya.
"duh, mau dong jadi Sheina," ucap salah satu dari mereka.
"Adrian, gue mau jadi yang kedua," bahkan salah satu dari mereka, nekat mengatakan hal itu secata lantang.
membuat semua siswa, yang berada di sana, menyoraki gadis itu.
"huuu ngarep!!," sorqk semuanya.
__ADS_1
"biarin aja, kenapa kalian yang syirik,?" ucap gadis itu mencibir dan berlalu pergi.
sementara Sheina dam Adrian yang mendengarnya, menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis.
"ternyata, fans kamu nekat juga ya,?" tanya Sheina berbisik. saat mereka, melewati koridor sekolah.
"iya, makanya kalau kamu ninggalin aku, kamu yang akan merwsa rugi," ucap Adrian tersenyum manis.
"dih, narsis banget sih, pacar aku," ucap Sheina mencubit grmas pinggang sang kekasih.
dan hal itu, membuat sekelompok siswa yang sedari tadi melihat tingkah Sheina dan Adrian, menjadi semakin dendam
"persiapkan rencana kita, karena setelah pesta sekolah, kita lihat apakah, si Sheina masih bisa tersenyum seperti itu," ucap Shandy dengan senyum liciknya.
entah apa yang akan mereka lakukan pada Sheina, hanya Shandy dan teman temanya yang tau.
"oke siap, sebentar lagi, permainan ini akan segera di mulai," ucap Rifky yang berada di sebelah Shandy. kemudian, mereka bertiga meninggalkan tempat itu, menuju kelasnya.
sementara itu, Sheina dan Adrian, kini sudah sampai di depan kelas X-A.
"kalau begitu, kamu masuk dulu gih, nanti aku jemput lagi saat masuk istirahat," ucap Adrian lembut. seraya mengusap kepala Sheina dengan sayang.
membuat Sheina yang mendapatkan limpahan kasih sayang, dari orang yang berarti dalam hidupnya, tak kuasa menahan tangis harunya.
"loh, kamu kenapa nangis Na,?" tanya Adrian yang merasa terkejut dengan reaksi sang kekasih.
"nggak papa, aku hanya meraaa terharu, karena kamu begitu sangat menyayangiku," ucap Sheina di sela isak tangisnya.
"tentu saja sayang, aku ini kekasih kamu, jadi sudah sewajarnya, jika aku juga menyayqngi kamu," ucapnya seraya menyeka airmata kekasihnya.
ekhem,
tiba tiba, mereka berdua di kagetkan oleh suara seseorang dari belakang.
sontak saja, suara itu membuat Sheina dan Adrian menoleh ke belakang.
dan disana, mereka melihat Rian sudah berdiri dengan berswdekap di dada.
"ya sudah, kalu begitu, aku ke kelas dulu ya, kamu hati hsti di sini," ucap Adrian oenuh makna.
Sheina yang tidak mengerti, hanya bisa mengangguk dan masuk kedalam kelas.
setelahnya, Sheina duduk di samping Kevin. tapi, sepertinya ada yang aneh dari sahabatnya itu.
laki laki itu, kini lebih banyak terdiam dari sebelumnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......