Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 88


__ADS_3

"sialan!! pake acara kehilangan jejak lagi," umpatnya kesal seraya memukul stir kemudi.


"bos maaf saya kehilangan jejak nona Sheina," Edy berkata saat ponselnya berdering dan menampilkan nama sang Bos.


"kau kenapa bisa kelolosan,? hah," bentak Rian penuh amarah.


"ma-maaf Bos, nona Sheina menggunakan jalan tikus untuk mempercepat perjalanan."ucap Edy.


"heh, kau kan bisa menggunakan motor dasar bodoh,"hardik Rian dari seberang sana.


Edy menghela nafas panjang mendengar umpatqn dari bosnya itu. ada segudang kesabaran yang harus dirinya punya, untuk menghadapi Bosnya suka semena mena.


"Bos, semua anak buah kita, kan baru saja berangkat lima belas menit yang lalu," Edy berkata untuk mengingatkan tuanya itu.


"jadi, kau nenyalahkan ku, atas semua ini,?" tanya Rian dari seberang sana.


"baik bos kita akan lacak keberadaan nona Sheina," laki laki itu memilih untuk mengalah daripada panjang urusanya.


"segera cari sampai ketemu!" Rian memutuskan panggilanya setelah mengatakan hal itu.


...****************...


sementara itu, di rumahnya, Rian tampak seperti orang gila karena marah marah sedari tadi. dan semua Maid yang berada di sana. terkena getahmya.


"kalian memang tidak becus dalam beketja," semprot Rian pada ketiga Maid yang bertugas di depan rumah Rian itu.


"ma-maaf Tuan, kita salah," Maid itu menunduk ketakutan.


"ada apa ini,?" tanya seseorang dari belakang l. membuat semua yang brrada di sana, menoleh kr belakang.


"kalian boleh ke belakang," ucap Pak Gibran memerintahkan para Maid itu.


"terimakasih Tuan," kedua Maid itu, menundukan kepala dan segera berlalu pergi.


"kau itu kenapa Rian,?" tanya Bu Selvy saat mereka telah duduk di kursi ruang keluarga.


"Sheina marqh besar Mah Pah, dia ngamuk dan memilih pergi dari rumah," Rian berkata seraya mengusap wajahnya kasar.


mereka berdua, saling pandang dan sama sama menghela nafas panjang mendengar ucapan Rian.


"Mamah sudah pernah bilangkan, sebelum kamu mengambil tindakan itu.," Bu Selvy mencoba mwnenangkan sang anak.


"Mah Pah. tolong Rian, kembalikan dia pada Rian," laki laki itu berucap dengan linangan air mata dan mengatupkan kedua tanganya di depan dada.


Bu Selvy dwn Pak Gibran, saling berpandangan saat menyaksikan bagaimana kacaunya Rian di timggal oleh Sheina.


"oke, Papa akan kerahkan seluruh anak buah. papa, untuk melacak keberadaan istrimu," Pak Gibran berkata, seraya mengangkat ponselnya ke udara.

__ADS_1


"halo, kalian segera cari keberadaan, gadis yang ada di dalam foto," Pak Gibran berkata. setelah selesai mengatakan hal itu, laki laki paruh baya itu, mematkan panggilannya.


"sudah, kamu tenang saja, istri kamu akan segera ketemu," Pak Gibran menepuk nepuk pundak putranya itu.


...****************...


sementara itu, di tempat lain, Sheina kini telah sampai di alamat yang di tuju.


dan dengan perlahan, gadis itu turun dari kendaraan ojek yang membawanya sedari tadi.


"terimakasih bang," gadis itu turun seraya menyerahkan helm dan uang berwarna merah sebanyak dua lembar.


"sama sana neng, semoga betah disini," ucap abang ojeknya.


hal itu, membuat Sheina mengerutkan keningnya karena tidak mengerti. " memang, ada apa bang,?" tanya Sheina dengan heran.


"hehehe di sini nggak ada sinyal neng," ucap bang ojol pada gadis itu.


"huh, lega," Sheina berucap seraya bernafas dengan lega. " kirain ada hantunya Bang, bikin takut saja," ucap Sheina terkekeh.


"kalau masalah hantu, di bumi ini, di semua tempat juga ada neng, " abang Ojol juga ikut tertawa.


"huh, setidaknya lega karena tidak akan ada yang mengusikku di tempat ini," gumam Sheina dalam hati.


tak lama, gadis itu membuka pagar besi dan segera masuk di area pelataran rumah yang sangat asri.


"neng Sheina," seorang wanita paruh baya, keluar dari rumah, untuk mengambil sesuatu.


walaupun, Sheina sedah sembuh, tapi wanita itu, tetap mengenalinya.


"neng ngapain di sini,?" tanya Wanita itu tampak clingukan.


" Sheina mau liburan Bi," ucap gadis itu, tersenyum tipis.


"terus sama siapa kesini,?" tanya wwnita itu lagi.


"sendiri Bi, " Sheina berusaha sekuat tenaga untuk tenang.


"lho, Bapak sama Ibu, nggak Ikut,?" tanya wanita itu semakin curiga.


"enggak Bi, mereka berdua sedang sibuk karena semua bisnis yang ada di sana, berkembang pesat," Sheina tersenyum tipis.


"wah, selamat ya semoga semua, semakin sukses saja," wanita itu tersenyum senang. " berapa lama liburan di sini,?" tanya Bi Inem.


"mungkin dua minggu," Sheina berkata dengan tersenyum tipis. karena memang, setelah kenaikan kelas, semua murid, libur selama dua minggu.


"ya sudah masuk di dalam ada Neneng," Bi Inem. Sheina mengangguk dan tersenyum tipis.

__ADS_1


Bi Inem adalah mantan ART keluarga Pak Rayn dulu waktu masih berjaya.


karena Sheina, memang di rawat dari kecil oleh Bi Inem.


"kamu sudah sembuh ya neng,?" tanya Bi Inem saat mereka berjalan ber iringan.


Sheina menganggukan kepala dan terswnyum. " alhamdulillah sudah Bi, sekarang Sheina sudah menjadi cantik," Sheina berucap dengan nada sombong.


namun, bukannya marah atau apa, Bi Inem hanya tergelak karena apa yang di ucapkan Sheina adalah bercanda.


"neng, kamu tuh nggak cocok berlagak sombong seperti itu," Bi Inem tergelak.


tak lama, mereka berdua, sudah sampai di dalam rumah sederhana itu.


mereka segera duduk di karpet plastik yang ada di sana. tak lama, seseorang keluar dari kamar.


"eh, neng Sheina, kok ada di sini,?" tanya Pak Hari. suami Bi Inem.


"iya Pak, kalau boleh, Sheina mau menginap di sini selama seminggu," Gadis itu berkata, seraya mengatupkan kedua tanganya.


"boleh neng. tapi, apa sudah berkabar dengan orang rumah,?" tanya pak Heru.


"sudah Pak, Sheina sudah berkabar," gadis itu tersenyum tipis.


tak lama, seorang gadis tampak keluar dari kamarnya. dan dirinya tampak terkejut dengan kedatangan Sheina.


"neng Sheina, kok ada di sini,?" tanya gadis itu polos.


Shrina menghela nafas panjang sebelum berkata. " huh, sudah berapa lama, Sheina harus katakan, jika kamu, jangan panggil neng," gerutunya.


gadis yang bernama Neneng itu hanya tersenyum lebar.


keluarga Neneng, sudah berkerja di kediaman Pak Rayn hampir lima belas tahun.


mereka bekerja, sebelum Sheina ada di dunia ini. dan terpaksa di pecat, saat keluarga Sheina, saat mengalami kebangkrutan.


bahkan dulu, saat sema orang tak ada yang mau berdekatan dengan Sheina, hanya keluarga neneng yang berswdia.


dan Neneng, dengan tulus berteman dengan Sheina se buruk rupa.


"kok malah bengong, ayo duduk," Bi Inem membuyarkan lamunan Sheina.


gadis itu, hanya tersenyum tipis dan ikut bergabung dengan keluarga itu.


"makasih ya," Sheina tersenyum tipis. dan di balas anggukan oleh mereka.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


NB :mampir yuk di karya kak Lena Leiha



__ADS_2