
bahkan lembutnya, terkadang melebihi hati perempuan.
"loe sayang banget ya, sama Sheina, "tanya Anggun pada laki laki itu.
"heh, kalau di bilang sayang, rasa di sini mebihi rasa sayang. karena Sheina, adalah satu satunya orang yang berhasil membuat hati gue menghangat. setelah sekian lama, mati akibat kepergian ke dua orang tua gue," Papar Adrian.
"dan saat Sheina bukan lagi menjadi milik gue, itu rasanya sakit bangey," lanjutnya seraya mengusap sudut matanya.
"heh, terkadang, menilai orang itu memang sangat mudah. tapi, lain lagi ceritanya, jika kita yang mengalaminya langsung," Anggun menghela nafas berat dan panjang.
"memang, perpisahan itu sangat menyiksa batin. dan gue salut sama mereka mereka, yang bisa tegar, bahkan ceria saat sedang patah hati," Adrian tersenyum tipis.
"iya, jika patah hatinya, di tinggal orang yang di sayang, tapi masih ada, mungkin masih bisa tersenyum. karena masih bisa ketemu dan melihat wajahnya, walaupun dari jauh. tapi, beda cerita jika orang itu sudah tiada," Anggun berucap dengan linangan air mata.
"loe yang sabar ya, " Adrian menepuk pundak gadis di sampingnya itu. karena terlihat bergetar menahan tangis.
"omong omong soal kasus itu bagaimana,?" tanya Adrian. karena laki laki itupun ingin mengetahui, jsudah sejauh mana, polisi mengejat pelakunya.
Anggun menggelengkan kepala. "belum ada kabar, bahkan Shandy, Rifky dan Indra, sampai sekarang masih belum di ketahui keberadaanya." Anggun tampak lesu.
"benar nenar kurang ajar!! gue akan pastikan, mereka semua, akan mrmbayar mahal atas perbuatanya " ucap Adrian mengepalkan tanganya.
"kita kesulitan mencari keberadaan mereka, karena mereka bertiga, sepertinya sudah di usir dari rumah oleh keluarganya," tiba tiba, ada seseorang yang berjalan mendekati mereka.
sontak saja, kedua remaja itu menoleh ke sumber suara. dan mendapati, Kenzo sudah berdiri di sana, dengan gaya coolnya.
"kak Kenzo, keapa ada di sini,?" tanya Anggun karena merasa terkejut.
"ada yang ingin di urus di sini, termasuk dengan kepindahan Shandy dan dua orang laki laki itu, dari negara ini," papar Kenzo.
"hah, tadi kata kak Kenzo, mereka bertiga sudah di usir dari keluarga besarnya, terus mereka bisa jeluar negri sama siapa,?" tanya Anggun yang masih penasaran.
karena memang, kepergian ketiga temannya itu, sangat mendadak. setelah penyekapan Sheina malam itu.
"entahlah, hal itu masih di selidiki sampai sskarang." ucap Kenzo tersenyum tipis. dan dengan segera, gadis cantik itu, mengalihkan oandangannya agar tidak bersitatao dengan laki laki di depanya itu.
"emm kalau gitu, kita permisi dulu kak," ucap Anggun dan langsung berlalu pergi untuk kembali ke kelas. karena memang, masih ada pelajaran jam ke tiga dan ke empat.
__ADS_1
Kenzo menatap sendu ke arah gadis yang baru saja, pergi itu. ".sampai kapan kamu akan terus menghindari aku Nggun,?" tanyanya entah oada siapa.
Kenzo memutuskan untuk kembali ke perusahaannya. karena ini adalah perintah dari Pak Reno, untuk menyelidiki kasus kecelakaan itu, beserta penyekapan Sheina.
...****************...
sementara itu, di tempat lain, lebih tepatnya di sebuah rumah sakit ternama, seorang laki laki paruh baya, ssdang berdiri di depan ruang oprasi bersama wanita muda.
"apa kau yakin, semua akan berjalan lancat,?" tanya laki laki itu.
" pasti dan harus berhasil, karena aku sudah mrmpersiapkan semuanya, dari lama," ucap wanita itu menyerigai.
"bagus sekarang, kita hanya menunggu efeknya saja dan menunggu hasil akhirnya," ucap pria paruh baya itu.
"iya, om benar sebentar lagi, kita akan membuat mereka hancur dan menangis darah." wanita muda itu mengepalkan tanganya kuat.
siapa lagi. jika bukan Rio dan Hanum, kedua manusia licik itu, sedang menunggu tindakan oprasi plastik pada ke tiga remaja bo**h. yang mau mau saja, di perdaya oleh mereka berdua.
senyum Hanum, menyerigai saat mengingat kejadian lima belas tahun yang lalu. saat itu, dirinya baru berusia delapan taun.
Flasback on.
mereka semua, berhamburan keluar, saat mendengat suara dentuman keras itu, untuk yang kedua kalinya.
saat mereka semua sudah berada di luar pintu utana, Hanum dapat melihat, jika para penjaga, dan semua pengawal pribadinya, telah terkapar dengan luka lubang yang menganga di tubuh mereka.
sontak saja, hal itu membuat Hanum shok berat. belum swmpat gadis kecil itu bernafas lega, ada suara tembakan lagi, yang berasal dari samping kiri.
dan tembakan itu, mengenai Ayah dan Ibunya. seketika itu juga, Hanum histeris saat melihat Ayah dan Ibunya menggelepar swperti ikan yang kehabisan air.
dengan gemetar. Hanum kecil mendekati sang Ayah yang tampak terbujur kaku itu. sementara sang Ibu, masih bisa bernafas. walau sulit.
"Ayah, Ibu jangan tinggalin Hanum, hubuhu," tangis gadis cilik itu pecah saat menyaksikan kondisi kedua orang tuanya dengan mata kepalanya sendiri.
"HTM corp," hanya itu yang fi ucapkan oleh Ibu Hanum sebelum berpulang.
setelah itu, Hanum menjadi yatim piatu. dan setelah ber usia dua puluh tahun, Hanum mulai mencari tahu, tentang kejadian waktu itu.
__ADS_1
berkat rekaman kamera pengawas yang masih aktiv di rumahnya, Hanum bisa mengetahui, jika orang orang itu, adalah musuh ayahnya.
dan Hanum berjanji, akan membalaskan lewat orang yang bernama Rian.
Flasback off
sayangnya, angan angannya harus terhenti saat Hanum mengetahui, jika Rian menyukai gadis kecil bernama Sheina.
dan di twlambah, Rian pernah mendapati, dirinya berswlingkuh dengan sahabat Hanum waktu SD.
"Ayah sama Ibu, yang tenang di sana ya, Hanum akan berusaha, membalaskan dendam kalian," ucapnya menatap tajam kearah sebuah foto keluarga.
tak berselang lama, ada panggilan masuk dari anak buahnya.
"ada apa,?" tanya Hanum.
"Rian dan gadis itu, sudah menikah Bos," ucapan yang keluar dari anak buahnya, membuat Hanum menjadi ssmakin menaruh dendam.
"coba, kau ceritakan dari awal," pinta Hanum oada anak buahnya itu.
dwn dengan cepat, laki laki yang berada di swberang sana, swgera menceritakan semuanya pada. Hanum.
wajah wanita itu, menjadi merah padam karena menahan amarahnya.
"berengsek!! gue kalah start dari bocah ingusan," umpatnya dengan ber api api.
"tenangkan dirimu kita bisa mrnggunakan hati istri kecil Rian untuk mengabulkan rencanamu itu," Rio berkata dengan senyum miring penuh misteri.
"maksudnya, ?" tanya Hanum yang masih tak mengerti..
" kau tau gadis itu, menikah dengan Rian karena bslas budi," kemudian, laki laki paruh baya itu, segera menceritakan hal yang di laporkan oleh anak buahnya.
"hmm licik memang, keluarga mereka," gumam Hanum dengan senyuman yang tidak bisa di artikan.
BERSAMBUNG.....
nb mampir yuk di karya kece milik Author Momputt
__ADS_1