Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 56


__ADS_3

saat jam kedua, Sheina terlihat sudah lebih baik. bahkan, gadis itu, sudah mengikuti pelajaran jam ketiga.


saat dirinya dan semua siswa sedang fokus menatap papan tulis, terdengar seseorang menhetuk pintu ruang kelas.


membuat, semua orang, menoleh kearah sumber suara.


"permisi Bu," ucap seorang siswa seraya menunduk hormat.


"iya, ada apa Ki,?" tanya Bu Winda pada murid itu.


"itu, Sheina di panggil ke ruang guru sama Pak Rian," ucapnya.


sontak saja, perkataan yang baru saja, di ucapkan oleh Siswa yang yang bernama Kinan itu, membuat Sheina menghentikan aktivitasnyq.


kemudian, dirinya dan Kevin saling berpandangan dwn saling bertanya dalam kode.


Kevin mengedikan bahu tanda tidak tau. "udah temuin sana. siapa tau penting," ucap Kevin berbisik.


Sebenarnya, Sheina sangat malas untuk bertemu dengan laki laki itu. tapi, aa boleh di kata. ini masih di area sekolah."


dengan langkah gontai, gadis itu, keluar dari ruang kelas dan menyusuri koridor sekolah. kemudian, setelah sampai di depan pintu ruang guru, gadis itu segera mengetuk pintu.


tok tok tok


suara Sheina mengetuk pintu. tak lama, terdengar suara dari dalam yang menyuruhnya masuk.


"permisi," ucap Sheina sat membuka pintu. membuat semua orang, yang sedang fokus, pada layar minitor, menoleh kearah sumber suara.


"eh Sheina, silahkan masuk, " ucap Pak kepalavsekolah.


ternyata, di dalam ruang guru, ada kepala sekolah dan juga sekretaris Yayasan.


sepertinya, mereka sangat serius dalam berbicara.


"maaf Pak, ada apa memanggil saya,?" tanya Sheina. saat gadis itu telah cukup lama terdiam.


"ini, apakah kamu mengenal.mereka,?" tanya Pak kepala sekolah pada Sheina.


Sheina tampak terdiam untuk beberapa saat. gadis itu, mencoba mengingat siapa sebenarnya orang yang berada di dalam CCTV itu.


hingga matanya membulat sempurna saat menyadari seseuatu.


"bagaimana Sheina, apa kamu sudah mengingat siapa dia,?" tanya Rian yang memang berada di sana.


"ingat !! mereka adalah orang, yang memberiku sesuatu saat di ruang UKS tadi," ucapnya yakin.


membuat semua orang, mengangguk mengerti. " memang, kenapa ya Pak, apakah saya di panggil untuk ini,?" tanya Sheina.


dan langsung, mendapat tatapan dari para guu dan juga kepala sekolah.

__ADS_1


"mereka sepertinya orang suruhan," ucap Rian.


Sheina yang mendengarnya, mendadak bingung. " loh, bukanya mereka siswa di sini,?" tanyanya.


mendengar pertanyaan Sheina, mereka swrempak menggelengkan kepala.


"bukan, mereka bukan siswa di sini," ucap Pak kepala sekolah.


Sheina seketika, membulatkan matanya. "bu-bukan siswa di sini,? tapi kenapa bisa,?" tanya Sheina.


"kita sedang menyelidikinya Sheina.kita dari pihak Yayasan, tidak ingin mengalami kecolongan kembali ," ucap kepala Sekolah.


setelah selesai pengecekan, semua orang keluar dari ruang guru. yang kebetulan, berada di ruangan Rian.


sementara Sheina yang masih merasa shok karena ternyata dua siswa itu bukan berasal dari sekolah ini.


lama Sheina melamun, dirinya sampai tidak sadar jika Rian sedari tadi menatap Sheina tanpa kedip.


"masih mau di sini atau keluar,?" tanya Rian pada gadis itu.


seketika, Sheima langsung menoleh dan mendapati ruang itu sudwh sepi. hanya ada dirinya dan Rian. membuat Sheina seketika berdiri dari duduknya dan hendak melangkah.


namun, sebuah suara yang berasal dari belakang, membuat gadis itu menghentikan langkahnya.


"beberapa saat nanti, kita akan menikah," ucap Rian. yang seketika membuat Sheina menoleh dan berbalik badan.


"anda bicara apa,? siapa yang mau menikah dengan anda,?" tanya Sheina setengah terkejut.


"heh, jangan mimpi," ucap Sheina menatap tajam.


"ya saya tidak sedang bercanda, saya serius ingin menikahimu," ucapnya.


membuat Sheina semakin membulatkan matanya mendengar ucapan laki laki di deoanya itu.


"huh, mimpi anda terlalu jauh Pak, lebih baik anda sadar diri. karena sampai kapanpun, saya tidak akan pernah menerima anda, jika sampai itu terjadi, lebih baik saya mengakhiri diri saya sendiri," ucap Sheina menekan setiap ucapannya.


lalu, gadis itu, memilih pergi dengan perasaan berkecamuk.


meninggalkan Rian, yang masih terpaku dengan ucapan gadis itu.


"sampai kapanpun, kamu akan menjadi miliku, " gumamnya seraya menatap punggung gadis itu, yang perlahan menghilang.


lalu, dirinya merogoh saku celananya, dan mengambil benda pintar di dalamnya.


" assalamu'alaikum Mah, Mamah bisa bantu Rian,?" tanya laki laki itu pada sang Mama dari seberang sana.


"wa'alaikum salam, bantuan apa,?" tanya Bu Selvy dari seberang sana.


"Butik Mama sebentar lagi, kan akan mengadakan pameran kebaya kan,?" tanya Rian pada sang Mama.

__ADS_1


"iya sayang, kenapa,?" tanya Bu Selvy masih tak mengerti.


"Rian mau jadi model prianya," ucap Rian drngan senyum mengembang. entah apa yang laki laki itu fikirkan.


"maksudmu,?" tanya Bu Selvy pada putra semata wayangnya itu.


"jadi Rian minta untuk di jadikan model gaun dan jas pengantin untuk pameran Butik Mama,"ucap Rian tersenyum manis.


membuat Bu Selvy membulatkan matanya saat menyadari maksud dari sang putra tercinta itu.


"sayang, kamu tidak sedang merencanakan sesuatu kan,?" tanya Bu Selvy merasa khawatir.


"mama benar, aku harus mendapatkan dia, apapun yang trrjadi," ucapny bertekad kuat.


membuatBu Selvy, menghela nafas. jika sudah begini, maka Bu Selvy tidak bisa berbuat apa apa.


"sayang, kamu jangan terobsesi sama gadis itu sayang, gak baik nanti kamu juga yang akqn meeugi kalau kamu tetap kekeuh," ucap Bu Selvy memperingatkan.


"Rian nggak perduli Mah, yang Rian inginkan, bisa mendapatkan gadis itu. sudah cukup lama, Rian menahan rasa ini swmua," ucapnya seraya menahan sakit di dada. saat dirinya mengingat kesalahanya.


"makanya, jangan kamu tambahi kesalahanmu, dengan mengikat gadis itu," ucap Bu Selvy lembut.


"Ma, plis Ma, aku mohon," ucap Rian seraya menitihkan air mata.


memanh, mungkin dirinya terlalu lebay dan memaksa. tapi apa mau di kata, itu semua kembali ke kata " Cinta"


bagaimana biaa, seseorang, mempunyai sifat semenyebalkan itu. dan dengan tidak tau malunua, laki laki itu tetap melamarnya.


walaupun laki laki itu, telah menorehkan luka yang cukup besar dan dalam pada hatinya.


sesaat, sebelum masuk ke dalam kelas, Sheina menghapus air matanya. kemudian, gadis itu masuk kedalam kelas dan mengikuti *** dengan lancar.


walaupun fikiranya melanglang jauh kedepan memikirkan ucapan laki laki itu.


sebagai seorang gadis, dirinya tau tak memiliki kekuasaan apapun. jika sang laki laki, sudah bertindak.


"gue hwrus bagaimana ini,?" gumam Sheina pada dirinya eendiri


"loe kenapa,?" tanya Kevin, yang melihat sahabatnya itu melamun.


"eh, enggak papa kok," ucapnya kembali fokus kepapan tulis.


bel pulang sekolah berbunyi. menandakan jam sekolah telah usai.


terlihat semua siswa berhambur keluar dari kelas. termasuk Sheina dan Kevin. yang memang, berada dalam satu kelas.


setelah membereskan bukunya, gadis cantik itu, memutuskan untuk segera pulang ke rumah.


di parkiran, Sheina melihat Adrian sudah menunggu di depan mobilnya.

__ADS_1


BERWAMBUNG.....


__ADS_2