Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 30


__ADS_3

Dimana Sheina mendapati jika Adrian membeli buku yang berjudul My. Sweety girl.


buku yang biasanya, hanya di beli oleh kaum Hawa saja. dan sekarang, Adrian membelinya.


oh ayolah, apakah ini pertanda, jika Adrian ingin menjadi serang gadis,? haish maaf pemirsa sepertinya,otak otornya sedang konslet hihi.


"emm itu buat adik gue yang baru lulus SMP dan minta di belikan buku seperti itu," ucap Adrian asal.


sontak saja, ucapan Adrian, membuat Sheina semakin kebingungan.


karena jika benar itu untuk sang adik, berarti Adrian membiarkan adiknya mengenal apa itu cinta,? hal yang tidak lazim di lakukan oleh seorqng kakak laki laki kepada adik perempuanya.


"loe serius mau ngasih ini pada adik loe,?" tanya Sheina untuk memastikan.


"iya memang kenapa,?" tanya Adrian yang masih tidak mengerti arah pembicaraan Sheina.


"loe mau ngenalin hal yang menurut gue belum pantas, sama adik loe,?" tanya Sheina sekali lagi.


membuat Adrian langsung membulatkan matanya. karena tersadar dari tindakan bodonya.


"shiit, loe bodoh banget sih Adrian," ucapnya,mengutuk kebodohanya. lalu tersenyum pada Sheina.


sementara itu, Sheina hanya menggelengkan kepala karena tingkah Adrian. lalu kembali mencari buku yang menurutnya pas.


Kevin datang menghampiri seraya menahan senyum karena kelakuan Adrian.


"loe kalau suka sama Sheina mendingan langsung katakan aja, nanti keburu keduluan sama orang," ucap Kevin seraya berlalu pergi menyusul Anggun dan Sheina.


sementara Adrian hanya menondukan kepala karena merasa malu. kemudian, dirinya menyusul Sheina dan teman temanya yang sedang memilih milih buku.


setelah selesai memilih, Sheina dan yang lain segera nembayar semua belanjaan itu.


"biar gue aja yang bayar, itung itung sebagai tanda maaf, karena dulu nggak pernah bantuin Sheina waktu di buly anak anak," ucap Adrian menyerahkan card-nya pada mbak mbak kasir.


"eh,, nggak usah Adrian, kita bisa beli sendiri kok," ucap Sheina mendorong pelan card Adrian.


"iya lagipula, kita masih mampu ya bayar buku ini," ucap Anggun yang memasang ekspresi marah.


membuat Adrian langsung menjauh dari Sheina dan teman temanya.


"hahaha,


sontak saja, Sheina dan teman temanya, tertawa terbahak karena merasa lucu dengan ekspresi yang Adrian tunjukan.


"loe lucu banget sih, kita cuma bercanda, jangan di anggap serius omongan kita," ucap Anggun tersenyum geli.


membuat Adrian, menghembuskan nafas lega. karena dirinya berfikir, jika Sheina dan teman temanya, adalah sosok yang mudah tersinggung. ternyata tidak sama sekali.

__ADS_1


"huh, syukurlah, gue pikir, kalian adalah orang yang mudah baper," ucap Adrian.


"enggaklah loe tenang aja, lagipun kalau kita baperan, udah lama gue bunuh diri karena di buly dulu," ucap Sheina tersenyum manis. membuat Adrian, semakin terpana atas kecantikan gadis di depanya itu.


"awas, jangan terlalu terpana, nanti kalau nggak bisa tidur, gue nggak mau tanggung jawab ya,?" ucap Kevin berlalu pergi.


di ikuti Anggun karena Anggun danKevin, memang satu mobil.


mereka akhirnya, membayar buku itu, dengan uang masing masing.


sementara Sheina dan Adrian, masih berada di depan kasir dengan saling pandang.


"ayo," ucap Sheina seraya menyenggol lengan Adrian. membuat laki laki itu, segera tersadar dan segera mengikuti langkah Sheina.


mereka segera menaiki motor dan Adrian melajukanya, beriringan dengan mobil yang di tumpangi Anggun dan Kevin.


mobil Anggun, segera melaju cepat di depan Adrian dan Adrian mengikuti dari belakang.


tak lama, mereka berhenti di sebuah kedai makan yang cukup ramai.


"ngapain kita kesini,?" tanya Sheina saat dirinya turun dari motor Adrian.


"ya makan lah Seheina masa iya mau cuci baju," ucap Kevin.membuat Sheina mendegus kesal.


"kita makan dulu yuk, ini udah jam makan siang," ucap Adrian begitu lembut pada Sheina. hingfa membuat gadis itu, merasa ada aliran listrik yang mengalir di tubuhnya.


lalu, mereka berempat, masuk kedalam kedai dan duduk di tempat yang kosong.


"kali ini, gue yang traktir ngak ada yang boleh menolak,"" ucap Adrian seraya beranjak dari tempat duduknya dan memesan makanan paling femes di sini.


setelah lima belas menit, Adrian datang dengan membawa nampan berisi empat nasi rames dengan empat gelas es teh.


"nih, kalian cobain," ucap Adrian seraya menyodorkan piring piting tersebut, pada teman temanya.


"makasih ya, Adrian," ucap Sheina tersenyum tipis.


"sama sama Na," ucapnya seraya mulai memakan makanannya.


setelah semuanya habis, Sheina dan teman. temanya, memutuskan untuk pulang kerumah masing masing.


"rumah loe dimana,?" tanya Adrian seraya memasangkan helm di kepala Sheina.


"di perumahan xx" ucap Sheina.


Adrian menganggukan kepala dan sesaat kemudian, dirinya menoleh. membuay Sheina menjadi bingung.


"itu bukanya perumahan pak Rian ya,?" tanya Adrian. Sheina hanya menganggukan kepala dan mulai menaiki motor Adrian.

__ADS_1


tiga puluh menit kemudian, Adrian dan Sheina, sudah sampai di depan rumah gadis itu. dan dengan segera, Sheina turun dan mengucapkan terimakasih.


"makasih ya, Adrian," ucap Sheina seraya tersenyum tipis.


"sama sama, emm gue boleh meminta sesuatu nggak sama loe,?" tanya Adrian gugup. jantungnya, terasa berdetak lebih kencang saat ini.


"apa," ucap Sheina. gadis itu tak kalah gugupnya dari Adrian.


"panggil gue Ian," ucap Adrian brrbisik di depan Sheina.


gluk


Sheina dengan susah payqh, mrnelan salivanya. karena baru pertama kalinya, berdekatan dengan pria selain Ayahnya.


dengan segera, Sheina menganggukan kepala dan kemudian berpamitan pada Adrian untuk masuk kedalam rumahnya.


seakan dirinya tak sanggup jika harus berlama lama, dengan Adrian.


setelah memastikan Sheina benar benar masuk kedalam rumah, barulah Adrian, melajukan motornya, menunggalkan rumah Sheina.


dan kegiatan itu, tak luput, dari pandangan tajan seseorang, siapa lagi jika bukan Rian. bahkan, dirinya merasa ingin menghalalkan segala cara, untuk mendspatkan Sheina.


dan swsekali terlintas cara kotor untuk mendapatkanya.


"aarrgggh, gue bisa gila kalau begini terus," ucap Rian.


sementara itu, di rumah, Sheina di sambut oleh seorang Art. yang membuat Sheina kebingungan.


"ibu siapa,?" tanya Sheina.


"saya Art baru di rumah ini non," ucap wanita itu, seraya menundukan kepala hormat.


Sheina hanya menganggukan kepala seraya mengayunkan kakinya, menaiki anak tangga untuk menuju ksmarnya.


karena memang, sudah waktunya sholat Dzuhur. dengan cepat, Sheina masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.


setelah itu, melaksanakan kewajibanya, sebagai umat beragama.


Sheina keluar dari kamar, dan menemui kedua orang tuanya, yang berada di taman belakang.


"Bapak Ibu," sapa Sheina seraya memeluk dan mengecup pipi sang ibu.


"eh, sayang, di antar siapa,?" tanya Bu Rianti. saat Sheina duduk di sebelahnya.


"di antar temen bu" ucap Sheina tersenyum tipis.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2