Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 64


__ADS_3

Rian yang berada di belakang, hanya bisa tersenyum tipis. membayangkan sesaat lagi, dirinya akan bersanding dengan gadis pujaanya itu.


ia tidak peduli dengan reaksi gadis itu nantinya. yang ia inginkan adalah bersama Sheina.


tak lama, lamunanya buyar saat mendengar ponselnya berdering.dengan segera, Rian merogoh kantung celananya.


terlihat di sana, nama Hanum di sana.? de?n?g?a?n malas, Rian mengangkat panggilan telpon itu. karena jika tidak, wanita itu, akan terus mengganggunya.


"halo ada apa,?" tanya Rian ketus.


Hanum yang berada disana, membulatkan matanya. mendengar bada ketus kekasinya itu. " sayang, apa yang terjadi, kenapa kamu begitu ketus padaku,?" tanya Hanum manja.


jujur saja, suara Hanum yang manja itu, saat ini membuat Rian ingin muntah. bisa bisanya wanita itu bersikap swolah tidak ada yang terjadi.


"sory, aku ada begitu banyak pekerjaan jadi tidak fokus," Rian sebisa mungkin mengendalikan emosinya.


"oh, emm gimana, kalau kita ketemuan di restaurant milikmu,?" tanya Hanum kembali dengan nada manja.


dengan cepat, Rian menyetujui usulan wanita itu, dirinya akan me yelesaikan masalah itu, hari ini juga.


karena memang, antara dirinya dan wanita itu, belum ada kata putus. jadi, agar tidak ada masalah kedepanya, Rian akan menegaskan sekarang.


"baik! aku kesana sekarang," Rian langsung menutup panggilan telponya.


"Edi, ikut saya ke restaurant, .mulai saat ini, aku akan mengangkatmu, menjadi pengawalku," ucap Rian berlalu pergi.


dengan patuh, laki laki yang bernama Edi itu, menganggukan kepala dan berjalan mengikuti langkah Rian.


dirinya begitu senang,mendapat pekerjaan ini. karena dirinya memang sedang nganggur dan hanya bekerja, saat Rian membutuhkan jasanya.


baik sebagai mata mata,maupun sebagai pembicara seperti saat ini. karena meng, mencari pekerjaan itu sangat sulit.


Edi segeta membukakan pintu, saat Rian hendak aampai di dalam mobilnya. "silahkan Bos," tubuhnya membungkuk, memberi hormat.


"hmm," jawab Rian singkat. dirinya begitu sangat angkuh jika bersama para bawahanya.


mobil, swgera melesat jauh meninggalkan area perumahan elite itu.


lima belas menit kemudian, mobil mewah Rian, telah sampai di depan sebuah restaurant kecil tapi designnya sangat elegan.


Rian segera keluar saat Edi sudah membukakan pintu. karena selain pengawal, laki laki itu juga sebagai supir.

__ADS_1


tak lama setelahnya, seorang oelayan restaurant datang menghampirinya dengan sedikit tergopoh. karena tau, yang datang adalah pemilik restaurant 'Na'.


selamat malam, Tuan Rian, anda sudah di tunggu oleh Nona Hanum di ruang VVIP," ucapnya sopan dan tersenyum ramah.


Rian hanya menganggukan kepala dan berjalan melewati beberapa pengunjung restaurant yang memandanginya tanpa berkedip.


Rian segera masuk ke ruang VVIP itu, menggunakan lift. sebelum melangkah masuk ke kotak besi itu, laki laki itu, berhenti sejenak dan menoleh pada Edi.


"kau tunggu di sini saja, aku tidak acaraku di ganggu," titahnya. kemudian masuk kedalam kotak besi itu.


tanpa Rian sadari, jika sedari tadi, ada dua orang yang terus menerus memandanginya dengan ekspresi wajah jengahnya.


"loe liat tuh, gayanya sok banget, gimana Sheina mau luluh, la wong gayanya aja sengak gitu, kasian Sheina kalau berjodoh dengan laki laki seperti itu," ucap Rizal mendegus kesal.


"hmm, tapi gue lebih kasian lagi," ucap Kenzo memelas.


mendengar hal itu, Rizal berubah menjadi serius. " emang loe kenapa,?" tanya Dokter muda itu.


" seoertinya, gue kalah start sama Kevin," ucap Kenzo menundukan kepala.


"Kevin anak Pak Diki,?" tanya pria itu lagi. Kenzo hanya menganggukan kepala.


"heh, makanya, jadi orang itu, jangan jumawa. bilang nggak akan mungkin tertarik, Allah itu maha membolak balikan hati manusia. semakin loe bilang nggak akan mungkin, maka Allah akan mengujinya," ucap Rizal pqnjang lebar.


" ya loe harus berjuanglah jangan mau kalah sama bocah itu," Rizal berusaha menyemangati Kenzo.


Kenzo hanya menganggukan kepala. dan tak lama kemudian seseorang datang menghampiri kedua laki laki tampan itu.


"maaf telat sayang," ucapnya seraya duduk di sebelah Rizal.


Kenzo yang sedari tadi menunduk, segera mengangkat wajahnya dan melihat ada gadis cantik di sebelah sahabatnya itu.


"nih bro, kenalin, Naysila pacar gue," ucap Rizal seraya menepuk bahu sang kekasih.


"kalian udah berapa lama pacaran,?" tanya Kenzo.


"hampir tiga taun," jawab Nay. sontak saja jawaban dari gadis itu, membuat Kenzo menatap tajam kearah Rizal.


sementara laki laki itu, hanya tersenyum kikuk seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Dengan perlahan, akhirnya Rizal menceritakan semuanya pada laki laki itu. bahkan Naysila sebagai kekasih Rizalpun, juga ikut mendukung.

__ADS_1


akhirnya Kenzo tau jika Rizal hanya berniat menggodanya saja. ada raut krlegaan di wajah Kenzo. karena mereka tidak jadi bersitegang dengan sahabatnya sendiri.


...****************...


sementara itu,di dalam ruangan VVIP, tampak Rian sedang berdiri di dekat pintu. pandanganya menuju di tengah tengah ruang.


disana, terlihat Hanum sedang menatapnya dengan senyum bahagia.


"sayang, aku rindu," ucapnya seraya merentangkan tanganya untuk memeluk lria di hadapannya itu.


namun dengan cepat, Rian menepis tangan wanita itu. " nggak usah sentuh gue," ucap Rian sedikit membentak.


membuat Hanum yang tadinya tersenyum lebar, langsung memasng wajah kesal mendapat penolakan dari sang kekasih.


"kamu kenapa,?" tanya Hanum.


bukannya menjawab, Rian justru langsung duduk di kursi dan memasang wajah datar. " kita putus!" ucap Rian penuh penekanan.


sontak saja, ucapan Rian itu membuat Hanum membulatkan matanya. " kamu kenapa mutusin aku,?" tanya Hanum seraya terisak.


"sudahlah Hanum, kamu nggak usah ber akting di depan aku, aku sudah tau semuanya," ucap Rian seraya membanting map coklat diatas meja.


melihat kilatan amarah yang terpancar dari mata laki laki di depanya itu, membuat Hanum sedikit gemetar.


dengan perlahan, wanita cantik itu, meraih map coklat itu dan membukanya.


matanya membulat sempurna melihat di balik map itu.


"sayang, ini tidak seperti yang kamu pikirkan," ucap Hanum yang hendak meraih tangan Rian.


tapi dengan cepat, Rian menepis tangan wanita itu dan mendrongnya. membuat wanita itu, terjatuh di kursi.


"sayang, aku cinta sama kamu," ucap Hanum terisak. membuat Rian, memasang wajah datar. laki laki itu, sama sekali tak merasa kasihan sama sekali.


"apa ini karena gadis itu,?" tanya Hanum dengan nada marah.


Rian yang mendengarnya, menatap wanita itu dengan tajam. seakan tau apa yang akan wanita itu lakukan.


"jangan pernah berani menyentuh gadisku, atau kau akan tau akibatnya," ucap Rian memperingatkan.


kemudian pergi meninggalkan ruangan VVIP itu. meninggalkan Hanum yang menatap penuh kebencian.

__ADS_1


"kita lihat aaja," gumamnya menatap dengan tatapan datar tapi mematikan.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2