
"halo, kalian cari pelaku yang ada di rekaman itu. rekamanya, sudah saya kirimkan," Pak Agung segera menutup ponselnya.
setelahnya, laki laki paruh baya itu, segera kembali berjongkok di samping putrinya.
"kita pulang ya sayang," ucap Pak Agung seraya membelai rambut Anggun.
Anggun menggelengkan kepala dan kembali mengusap batu Nisan itu. " kalian pulang saja dulu, Anggun masih mau di sini," Anggun kembali menaburkan bunga ke makam Kevin.
"sayang, jangan seperti ini. kalau kamu bersedih, Kevin juga akan ikut bersedih sayang," Bu Daisy mencoba membujuk putri kesayanganya itu.
tapi sekuat apapun mereka membujuk, Anggun masih keras kepala. gadis itu malah bercerita di atas makam itu, dengan sesekali menyeka air matanya.
"kamu ingat nggak Vin, kemarin kan kamu buatin aku cincin ini, dengan alasan kata kamu, ini dimulasi untuk melamar aku," ucap Anggun seraya memejamkan matanya.
mengingat ingat moment manis yang baru sebentar mereka jalani. tapi tampaknya, takdir terlalu kejam untuk dirinya.
karena sampai sekarang, Anggun tak menemukan ke bahagiaan yang berarti dalam hidupnya.
Flasback on..
pagi itu, di sebuah ruangan kelas yang sudah kosong, Kevin menarik tangan kekasihnya dan mendudukan gadis itu, di bangku.
"loe duduk sini ya, sebentar gue keluar dulu," Kevin bergegas keluar ruang kelas. entah apa yang laki laki itu lakukan.
tak lama, Kevin kembali dengan membawa, beberapa siswa yang madih berada di sekolah termasuk juga Adrian dan Sheina.
tak lama, laki kaki itu, mengeluarkan sesuatu dari belakang tubuhnya. dan Anggun tersenyum tipis karena Kevin, memberikan sebuket bunga padanya.
mendadak, tawa gadis itu pecah saat menyadari, jika buket itu bukan bunga melainkan snack dan beberapa perman dengan tulisan 'Wil You Merry Me," itu.
"gimana, ? Sweet kan gue,?" tanya Kevin pada kekasihnya itu.
"hehe iya, Sweet banget, makasih ya,Vin" Anggun segera memeluk lengan kekasihnya itu. dan Kevin, membalasnya, dengan menarik pinggang gadis itu.
membuat Sheina dan Adrian hanya bisa berdecak kesal.
"terus aja mesra mesraan," cibir Sheina.
Kevin sama sekali tidak menghiraukan ocehan Sheina. tangannya merogoh saku celananya, dan mengangkat tanganya, seraya menggenggam sesuatu.
"nah ini dia, mana tangan kamu," Kevin swgera menarik tangan kekasihnya dan memasangkan sesuatu.
sontak saja, Anggun dan yang lain, membulatkan mata, dan membuka mulutnya lebar lebar.
"Vin, loe serius masangin cincin rumput di jari tangan Anggun,? ish nggak modal banget sih," cibir Dheina.
sementara Anggun hanya tersenyum manis. gadis itu, bahkan mengangkat berkali kali jemarinyq oada Sheina dan yang lainya.
__ADS_1
"Nggun, loe mau nerima cincin kayak gitu,?" tanya salah satu siswa yang berada di sana.
"iyalah, emang kenapa,? " tanya gadis itu seraya menatap sang kekasih dengan senyum mengembang.
"lagipula, ini hanya simulasi saja kawan, yakali gue nglamar anak orang cuma bermodalkan permen dan coklat, bisa bisa, gue di lempar sama calon mertua," kelekar Kevin.
membuat mereka, ikut tertawa dengan tingkah konyol laki laki itu.
setelah semua orang, meninggalkan ruang kelas tersebut, Kevin mendudukqn sang Kekasih di kursi. sementara dirinya, berjongkok di depan gadis pujaanya itu.
"loe beneran nggak malu kan tadi,?" tanya laki laki itu memastikan.
"malu, malu untuk apa,?" tanya Anggun yang merasa kebingungan.
"ya kali aja, loe malu karena gue jasih cincin rumput," Kevin tampak tersenyum tipis..
bukannya menjawab, gadis cantik dengan rambut sebahu itu, malah menarik tangan kekasihnya, keluar dari ruang kelas, menuju taman bunga di belakang sekolahnya.
Kevin yang melihatnya, hanya terdiam seraya memperhatikan sang kekasih, membuat sesuatu.
"yeah, selesai,"serunya, seraya mengangkat sebuah mahkota dari daun kering dan bunga.
dengan swgera, Anggun memasangkan mahkota itu, di kepala Kevin. dan setelahnya, di pasangkan di kepalanya sendiri.
"nah, gimana, kita udah kayak raja dan ratu belum,?" tanya Anggun dengan senyum sumringah.
dan Anggun, hanya menganggukan kepala. tak lama, Adrian dan Sheina datang menghampiri mereka, dengan senyuman manis.
"masih berlanjut nih acara mantenannya,?" tanya Sheina menggoda sahabat sahabatnya.
"belum, kalian berdua, fotoin kita ya,?" Kevin menyerahkan ponselnya dan ponsel kekasihnya oada Adrian dan Sheina.
dan dengan senang hati, mereka berdua mengikuti kemauan pasangan gesrek itu.
"seru juga ya, kalau kita mantenan gini," Adrian juga ikut membuat mahkota itu, dan mereka juga ikut ber foto.
dan foto mereka, di cetak di foto. " semoga, suatu saat nanti, kita bisa menjadi pengantin sama sama," Kevin berucap dengan menggenggam tangan kekasihnya.
"Aamiin, " mereka bersama sama, meng-Aaminkan ucapan Kevin barusan.
sesampainya di parkiran, Kevin berhenti dan menatap kekasihnya dengan intens.
"kenapa lihatin gue kayak gitu,?" tanya Anggun yang merasa malu.
"nggak papa, hanya ingin melihatmu saja, nanti setelah kita lulus sekolah, kita nikah yuk," ajak Kevin.
plak
__ADS_1
satu geplakan keras mendarat di lengan laki laki itu.
"belum aja lulus sekolah, udah mikirin nikah aja," Anggun menggerutu.
Kevin hanya memasang senyuman di wajah tampanya itu
Flasback off
setelah dirasa cukup tenang dan cukup lama, Anggun akhirnya mau di ajak pulang.
gadis itu, hanya terdiam di sepanjang jalan menuju kerumahnya.
"Mah, nanti malam, kita juga buat acara pengajian ya," Bu Daisy hanya menganggukan kepala. sembari mengelus kepala gadis itu.
sesampainya di rumah, Anggun segera keluar dari mobil, matanya masih sembab akibat menangis dari swmalam.
bergegas gadis itu, masuk ke dalam kamar, dan merebahkan tubuhnya di atas kasur kesayanganya.
tubuhnya merasa lelah, karena Anggun, memang tidak ada istirahat dari semalam. lalu, gadis itu menoleh kearah samping. dan mendapati, sebuah foto yang tertata rapi dengan pose seperti pengantin itu.
"nggak nyangka ya, ternyata, kenyataanya sesakit ini, semua yang kita harapkan, tak ada yang menjadi terwujut." Anggun berucap, dengan nada bergetar.
hatinya masihetasa sakit akibat kepergian kekasihnya itu.
"hiks padahal, kamu kematin, baru saja berjanji, mau melamar aku, saat kita lulus sekolah nanti, tapi kenapa kamu sekarang pergi," Anggun menangis sesenggukan. dan karena menangis terlalu lama, akhirnya gadis itu, terlelap dengan masih memeluk foto itu.
...****************...
sementara itu, di rumah sakit, Sheina mulai membuka matanya secara perlahan. gadis itu, mencoba mengerjapkqn matanya, untuk menyrsuaikan matanya"
"ini dimana,?" tanya gadis itu lirih. dan sesaat kemudian, dirinya menoleh ke arah samping dan mendapati seseorang sedang tertidur dengan posisi duduk.
"dia siapa, kenapa ada di sini, dan kemana bapak sama ibuk,?" pertanyaan demi pertanyaan muncul di otaknya.
BERSAMBUNG.....
Nb : mampir di karya temen aku juga ya kaka karya kak Bhebz. judulnya, Exs Mafia Hot Dady
EX MAFIA HOT DADDY
(Bhebz)
Aku adalah Alexander Smith, seorang bos mafia terbesar di Rusia. Dunia mengenalku sebagai pria kejam, dingin, dan tak punya perasaan. Hingga suatu peristiwa besar yang menghilangkan nyawa seseorang yang aku cintai membuatku memutuskan untuk meninggalkan dunia hitam. Dunia yang banyak memberiku kemewahan dan kenikmatan dunia.
Aku memutuskan untuk menjadi hot Daddy bagi putriku seorang.
__ADS_1
Ternyata bayangan hitam masa laluku kembali membayangiku. Akankah aku bertahan untuk tidak terjun kembali ke Dunia gelap itu???