Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 102


__ADS_3

Sheina melangkahkan kakinya, menuju ruang guru untuk menemui sang suami. Sheina masuk ke area ruang guru dan TU yang kebetulan, semua guru berada di sana.


Sheina sedikit meringis saat memasuki kawasan guru itu. ingin rasanya berbalik badan dan kembali ke kelas.


namun, suara seseorang, membuat Sheina kembali mengurungkan niatnya.


"Sheina, mau cari siapa,?" tanya seseorang dari belakang. hal itu membuat Sheina swgera menoleh dan mendapati Pak Andy yang tengah menatapnya.


belum sempat gadis itu menjawab, Bu Winda datang menghampiri Sheina dan pak Andy.


"biasa Pak mau ke ruang Pak Su," Bu Winda menahan senyum. hal itu membuat Sheina semakin malu di buatnya.


ingin rasanya, gadis itu menenggelamkan tubuhnya di dasar sungai saat ini juga karena rasa malu yang membumbung tinggi.


"oh, udah baikan ya sama Suaminya,?" tanya Pak Andy seraya tersenyum tipis.


Sheina hanya bisa menundukkan kepala karena merasa malu. "kalau begitu, saya permisi pak," gadis itu segera masuk ke dalam ruangan yang bertuliskan 'Ruang Guru Bahasa Inggris' itu.


"huh, lega," gumamnya setelah menutup pintu. dan tanpa gadis itu sadari, jika Rian telah berdiri di belakang Sheina.


"astaghfirullah!!" pekik Sheina saat gadis itu berbalik arah dan mendapati sang suami telah menatapnya dengan tatapan memujinya.


Rian segera melangkah maju. dan otomatis membuat Sheina mundur secara perlahan. " kamu kenapa ngomel aja,?" tanya Rian seraya menyisir rambut indah istri kecilnya dengan jari.


bukannya langsung menjawab, gadis itu tetlrlebh dulu mengatur nafasnya. " Mas nih kebiasaan deh, ngagetin aja," gerutunya seraya mencebikan bibirnya.


cup


satu kecupan, manendarat mulus di pipi Sheina sebelah kiri. sementara tangan kekarnya, masih menyisir rambut sang istri.


Sheina yang menyadari itu, segera mendelik tajam menatap sang suami. sementara Rian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


ada apa dengan istrinya itu semenjak hamil, Sheina menjadi lebih garang dan kadang kadang juga minta yang aneh aneh.


"sayang, kenapa lihatin Mas kayak gitu,?" tanya Rian.


Sheina yang mendengarnya, dengan reflek mencubit pinggang sang suami. membuat laki laki itu, memekik tertahan.

__ADS_1


"sayang, kamu kenapa cubit aku, sakit tau," Rebgek Rian seperti anak kwcil.


Sheina yang mendengarnya, hanya bisa mengulum senyum. antara kesal dan ingin tertawa karena melihat tingkah suaminya itu.


"Mas kenapa nggak bilang, kalau guru guru pada tau kalau kita udah nikah,?" tanya Sheina cemberut.


Rian langsung memeluk tubuh istri kecilnya itu dan mendaratkan beberapa kecupan di wajah istri kecilnya.


"mas minta maaf ya sayang," Rian langsung menggiring sang istri untuk duduk di Sofa. " oh iya, nanti sore kita ke rumah sakit untuk cek up. kan kita belum pernah melakukan pemeriksaan," Rian memainkan rambut istri kecilnya itu.


Sheina yang awalnya cemberut, langsung berbinar karena mendengar kata cek up.karena Sheina juga penasaran dengan kondisi dan bentuk wajah sang anak.


"iya Mas aku setuju. aku sampai lupa lho kalau kita belum pernah cek sama sekali," Sheina tersenyum simpul.


Rian menghela nafas lega karena berhasil lolos dari keganasan ibu hamil. karena Sheina sering mengalami perubahan suasana hati atau biasa di sebut Mood Swing.


"huh, lega lega " gumamnya seperti baru saja terbebas dari jebakan batman.


"makasih ya Mas," Sheina segera memeluk tubuh kekar dari laki laki di depannya.


dan di saat Sheina sedang bermanja dengan sang suami, tiba tiba ada yang masuk tanpa mengetuk pintu.


"permisi Pak," Bu Winda masuk tanpa permisi. wajah wanita berusia dua puluh lima tahun itu, langdung memerah karena melihat pemandangan di depannya.


"eh, maaf Pak, nggak sengaja," Bu Winda segera menutup pintunya.


'eh, nggak usah Bu, ada apa,?" tanya Pak Rian yang masih menahan tubuh Sheina agar tetap pada posisinya.


"ini pak, saya mau menyerahkan nilai ulangan para siswa kelas sepuluh," Bu Winda menyerahkan setumpuk kertas.


"baik Bu, terimakasih," Rian segera mengambil dan mengangguk mengerti.


"kalau begitu, saya permisi dulu," Bu Winda buru buru keluar dari ruangan itu. karena dirinya tidak ingin melihat ke uwuwan di depan matanya.


"huh, nasib jomblo gini amat,?" gumamnya seraya menutup pintu. dan berlalu dari sana.


sementara di dalam ruanga, Sheina tak henti hentinya menggerutu kesal. " ihs nyebelin banget sih," ucapnya seraya menghentak hentakkan kaki ke lantai.

__ADS_1


kemudian, gadis itu melirik sang suami dengan tatapan tajamnya. " ini gara gara Mas," gadis itu mencebikan bibirnya.


Rian yang melihatnya menjadi semakin bingung. " apes nih salah aja terus," gumamnya pelan.


namun, gumamanya sepertinya terdengar oleh gadis itu. dan terbukti, dengan tatapan tajam bak silet yang Sheina layangkan pada Rian.


membuat laki laki meringis dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" ini semua gara gara Mas," Sheina mencebikkan bibirnya.


Rian hanya menghela nafas pasrah. bahkan saat mendapatkan pukulan dari gadis itu. " iya sayang Mas minta maaf ya," Rian menangkap tangan mungil sang istri.


"kalau aja Mas nggak nyuruh Sheina kemari, pasti hal seperti ini nggak akan pernah terjadi," Sheina masih mengomel.


"iya iya sayang, Mas yang salah, sekarang Mas minta Maaf ya," Rian mengelus kepala gadis itu. " sekarang, kamu kembali gih ke kelas. sekarang kan jam pelajaran pertama," Rian mencoba membujuk sang istri.


Sheina mengangguk dan beranjak pergi dari ruangan Rian. untuk mengikuti pelajaran pertamanya. dan di saat dirinya masuk, ternyata sudah ada Bu Winda di sana.


wanita itu, hanya tersenyum tipis dan mempersilahkan Sheina untuk segera duduk. dan gadis itu segera duduk di samping Anggun.


"baru ketemu sama Pak Suami kok malah cemberut,?" tanya Anggun yang melihat sahabatnya, memangku tangannya di dagu.


Sheina hanya menoleh sesaat dan kembali ke depan menatap papan tulis. sementara Anggun, gadis itu juga melihat ke depan.


*****


sepulang sekolah, Anggun mengajak Sheina untuk pulang bersama. " Sheina, kita pulang bareng yuk," gadis itu baru akan menarik tangan Sheina.


namun tiba tiba tangan Sheina di genggam oleh seseorang. yang membuat gadis itu menoleh dan mendapati sang suami dibelakangnya.


" Sheina pulang sama saya," Rian segera menarik tangan sang istri. sementara gadis itu hanya bisa menurut. dan sesekali, gadis itu menoleh kearah sahabatnya.


" hais bucin," Anggun mencibir kedua pasangan pengantin baru ," degusnya kesal.


kemudian, senyumnya tiba tiba merekah nembayangkan sebentar lagi, dirinya juga akan merasakan hal yang sama.


"semoga, nanti aku juga akan merasakan hal yang sama seperti mereka," Anggun berjalan menuju ke tempat parkir dan segera masuk ke mobil.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2