Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 77


__ADS_3

namun, tak ada sahutan dari dalam kamar. membuat semua orang menjadi khawatir.


lama aemua orang mengetuk pintu kamar Anggun, hingga mereka semua menyerah karena terlihat sia sia.


sementara itu, di dalam kamar, Anggun sedang memutar musik sedih yang sangat menggambarkan isi hatinya.


sambil berderai air mata, gadis cantik itu, ikut bernyanyi lagu milik salah satu band papan atas.


Tak pernah terpikir olehku


Tak sedikit pun kubayangkan


Kau akan pergi


Tinggalkan ku sendiri.


saat pada bagian itu, Anggun menangis sesenggukan.


"Vin, kamu kenapa ninggalin aku sih,?" ucapnya, dengan bibir bergetar.


lalu, gadis itu, mulai menyanyikan lagu itu lagi.


Begitu sulit kubayangkan


Begitu sakit kurasakan


Kau akan pergi


Tinggalkan ku sendiri.


"kamu jahat Vin, aku benci sama kamu, hiks hiks," Anggun semakin sesenggukan saja. dadanya terasa perih. saat mengingat itu.


Di bawah batu nisan, kini kau t'lah sandarkan


Kasih sayang kamu begitu dalam


Sungguh, ku tak sanggup ini terjadi


Kar'na ku sangat cinta.


tak lama, setelah menyanyikan lirik yang selanjutnya, Anggun mendengar, seperti ada yang ribut di depan kamarnya.


tapi, dirinya masih tak mebghiraukan karena masih asyik berdiam diri, dan melanjutkan acara bernyanyinya itu.


Inilah saat terakhirku melihat kamu


Jatuh air mataku, menangis pilu


Hanya mampu ucapkan


"S'lamat jalan, kasih"


Satu jam saja, ku telah bisa


Cintai kamu, kamu, kamu di hatiku


Namun bagiku melupakanmu


Butuh waktuku seumur hidup

__ADS_1


Satu jam saja, ku telah bisa


Sayangi kamu di hatiku


Namun bagiku melupakanmu


Butuh waktuku seumur hidup


Di nantiku


Wo-oh, wo-oh


Oh-ho-oh


Oh-uh-oh-oh.


bahkan, saking asyiknya, gadis itu sampai tak menghiraukan ada banyak sekali, panggilan masuk dari sahabatnya Sheina.


gadis itu, menghela nafas, saat membaca pesan dari gadis itu.


"kenapa loe nggak angkat trlpon gue,? dan kenapa loe nggak dateng ke sini jenguk gue,?" tanya Sheina dalam pesan singkatnya itu.


"maaf Sheina, gue masih belum sanggup umtuk bertemu loe," lirih Anggun seraya menggenggam ponselnya, yang berada di tangannya itu.


kemudian, gadis itu kembali ke tempat tidurnya, dan kembali menyanyikan lagu itu, seraya menggenggam bingkai foto yang menampilkan foto mereka berdua, saat memakai mahkota dari daun dan bunga kering itu.


Inilah saat terakhirku melihat kamu


Jatuh air mataku, menangis pilu


Hanya mampu ucapkan


"S'lamat jalan, kasih"


Oh-uh-oh-oh


ia bernyanyi, seperti orang yang hilang kewarasanya. karena bernyanyi, sembari tersenyum dan menangis di waktu yang bersamaan


Baru setelah lagu itu di putar oleh Anggun, gadis itu mematikan ponselnya, dan berdiri di ambang pintu.


Ceklek.


suara pintu di buka dari dalam dan mendapati, semua orang berdiri di depan kamar gadis itu, dengan perasan takut, tapi juga merasa lega.


"Ya Allah nak," Bu Daisy menghampiri dan langsung memeluk putrinya, yang terlihat sangat kacau. karena semua kusut.


mulai dari rambut, pakaian, dan wajahnya oun kusut.


Bu Daisy membawa anaknya, ke ruang keluarga dan mendudukan gadis itu di sana.


"sayang, apa yang terjadi, Mama mohon, kamu jangan seperti ini, Mama tau, itu berat buat kamu, tapi, percayalah. bahwa iniungkin yang terbaik," Bu Daisy tampak mengusap punggung anaknya, yang bergetar karena menahan sesat di dada.


"iya sayang, Mamah kqmu benar nak, ssmua itu ada masanya, kqmu harus tetap menjalankan hidupmu, Kevin pasti tidak akan pernah mau, melihat orang yang dirinya sayangi, menangis seperti ini," Pak Agung, ikut membuka suara.


bahkan, laki laki setengah baya itu, berjanji akan mengusut tuntas pelaku kejam itu, hingga ke akar akarnya.


tak lama, salah satu Maid di rumah itu, datang membawa nampan berisi nasi dan lauk pauknya.


"nih, kamu makan dulu nih," Bu Daisy, menyodorkan sendok berisi nasi dan ayam itu.

__ADS_1


"Anggun nggak laper mah," ucapnya, menggelengkan kepala.


"sayang, jangan seperti ini, kamu harus tetap mengisi perutmu," ucap Bu Daisy memaksa


akhirnya, mau tidak msu, Anggun memakan makanan itu.


setelqmah itu, Anggun berniat untuk kembali ke kamarnya. namun, niatan itu urung di lakukan, karena gadis itu, mendengar ada suara deru mobil.


tak lama, seseorang, memencet bel rumahnya." siapa Bi,?"tanya Bu Daisy, saat salah satu Maid di rumah itu, kembali dari membukakan pintu.


"eh itu nyonya, tuan ada tuan Reno dan tuan Kenzo," ucap Maid itu, seraya menunduk hormat.


dengan segera, Pak Agung dan Bu Daisy, melangkah untuk menghampiri twmunya itu.


"Mah, " panggil Anggun dari belakang. membuat Bu Daisy menoleh.


"kenapa nak,?" tanya wanita paruh baya itu.


"Anggun mau ke kamar dulu ya,?" tanya Anggun berniat meminta izin.


Bu Daisy terdiam sesaat. tak lama, wanita paruh baya itu, menggelengkan kepala.


"nggak baik nak, masak ada tamu, kamu malah ke kamar, apalagi, tamu itu adalah sahabat dari keluarga ini," Bu Daisy mencob membujuk sang putri tercinttanya itu.


mendengar hal itu, Anggun menghela nafas, dan mengikuti langkah Mamanya, untuk menemui Reno dan putranya itu.


"bagaimana keadaanmu Anggun,?" tanya laki laki paruh baya itu, pada gadis yang sudah dirinya anggap putri kandungnya itu.


"baik om," ucapnya dan kembali terdiam.


melihat hal itu, Kenzo yang berada di samping papanya, menatap lekat ke dalam mata gadis itu.


gadis yang kini, menempati ruang di hatinya, secara penuh itu. walau kesadaranya koni, sudah biaa di bilang terlamnat, karena gadis pujaanya, dudah memiliki pilihan hati yang lain.


bahkan, gadisnya itu, seperti kurang waras karena terlihat sering melamun. akhirnya, Kenzo memberi kode pada semua yang berada di sana, untuk membiarkan mereka berdua.


Pak Agung yang mengerti kode itu, segera bangkit dari duduknya. di ikuti sang istri dan juga Pak Reno.


"sepertinya, Pqpah hsrus membahas bisnis dengan om Reno,"PakAgung berucap dengan ekspresi wajah datar.


"emm mamah juga mau ke kamar, udah ngantuk mau istirahat," Bu Daisy berajak dari ruang itu.


dan kini, di ruang tamu, hanya ada Kenzo dan Anggun.


suasana dingin, tampak terasa dalam ruangan itu.


mereka, terdiam dalam lamunan masing masing. " apa kabar,?" tanya Kenzo, membuka percakapan.


Anggun mendongak menatap sesaat wajah tampan pria di depannya itu. pria yang dulu, mengisi hari harinya, dan berharap, akan menjadi pendampingnya.


"seperti yang di lihat," ucap Anggun seperti enggan berucap.


hal itu, membuat Kenzo, hanya bisa tersenyum kecut. karena, biasanya gadis di depannya itu, akan berprilqku aktiv dan sedikit pecicilan.


tapi sekarang, gadisnya itu sangat kalem. ah gadisnya, semoga saja iya


BERSAMBUNG....


mampir yuk di karya Author kece Julia Fajar judulnya: Mutira Terbaik Untuk Adam

__ADS_1



__ADS_2