
Sontak saja, perkataan ibunya itu, membuat Sheina segera menoleh. dan mendapati sang Ibu, yang sudah masuk kedalam rumah mereka.
"Ibu," ucap Sheina merengek dan mengejar sang Ibu sampai ke ruang tamu.
sementara Bu Rianti sudah duduk di sofa seraya menyalakan tv.
Sheina mengerutu kesal seraya menghentak hentakan kakinya di lantai.
namun, gerakan Sheina terhenti, saat matanya menangkap sesuatu di atas meja ruang tamu.
"buka aja pasti kamu suka," ucap Bu Rianti tersenyum manis. dan kembali menatap layar televisi.
dengan ragu, tangan gadis itu, terulur dan menyentuh kotak berwarna pink itu. dan dengan perlahan, membuka bungkus pink itu.
matanya membulat sempurna dengan mulut yang terbuka lebar. seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"akkh Ibu, " ucap Sheina berlari menghampiri Ibunya. membuat wanita paruh baya itu, mendadak tegang. takut apa yang di lihat putrinya, tak swsuai ekspektasinya.
"kenapa sayang, ada apa,?" tanya Bu Rianti juga ikut panik.
"itu,.." ucapanSheina terhenti seraya menunjuk kotak yang baru saja ia buka.
dengan perlahan, Bu Rianti dan Sheina perlahan menghampiri meja dan saat ini, sudah ada di dekat kotak berwarna pink itu.
dengan perlahan, Bu Rianti melongokan kepala seraya menahan nafas. takut jika ada hewan melata di dalam sana.
dan..
Bu Rianti menatap putrinya, bergantian dengan kotak itu.
"sayang," ucap Bu Rianti menahan kekesalan pada anaknya.
"iya, Bu aku tau makanya aku teriak, karena aku gak nyangka kalau Ibu, membelikan ponsel ini padaku, makasih ya Bu," ucap Sheina seraya mengambil benda pipih keluaran terbaru itu, dan memeluk sang Ibu.
sementara Bu Rianti hanya bisa menghela nafas oanjang berkali kali. mencoba, meredakan kekesalan di hatinya.
hampir saja, wanita paruh baya itu ketakutan karena ulang sang anak. dan sekarang, anaknya itu, tersenyum kegirabgan karena di belikan ponsel. tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Sheina, kamu ya," ucap Bu Rianti seraya menarik telinga Sheina. membuat gadis itu, merintih kesakitan"awwh sakit Bu, kenapa Ibu menarik telingaku,?" tanya Sheina seraya mengusap telinganya, yang masih terasa kebas.
"kenapa kamu teriak teriak, buat Ibu khawatir aja," ucapBu Rianti menatap tajam anaknya.
"ya aku kan terkejut Bu, lagian siapa sih yang nggak terkejut, lihat benda mahal itu ada di rumah kita,?" tanya Sheina seraya mengerucutkan bibirnya.
membuat Bu Rianti tersenyum geli mendengar gerutuan putri kesayanganya itu.
__ADS_1
"itu hadiah karena kamu, sekarang udah cantik sayang," ucap Bu Rianti seraya mengusap kepala anaknya dan mendekapnya.
"makasih ya Bu,"ucap Sheina seraya memeluk sang Ibu dengan erat.
setelah itu, Sheina pamit pada Ibunya, untuk ke kanarnya. Bu Rianti hanya menganggukan kepala. seraya tersenyum menatap punggung putrinya yang perlahan lahan, menghilang di balik tangga.
Sheina segera masuk kedalam kamarnya dengan kegirangan.
"alhamdulillah Ya Allah, akhirnya aku bisa punya ponsel impian aku," ucapnya. dengan sesekali, membuka aplikasi kamera dan memotret dirinya.
setelah itu, dirinya menyalin semua kontak yang ada di sana. dan mengapload fotonya, di instastory dan tak lama, ponsel Sheina, berdering berkali kali dan mendapatkan begitu banyak Chat dari teman temanya.
Kevin Rahardian : " widih tumben amat nih tuan putri posting foto selfie.
Anggun Pradista Lesmana :" tumben nih ada angin apa apload foto kayaknya lagi seneng banget ya,?ππ
Patricia Sheina Atmanegara : kalian nyebelin tauππ
Kevin & Anggun : wkwkwkππ€£
"emang dasar sahabat lucknut " gumam Sheina seraya melempar ponselnya ke atas kasur.
tak lama, ponselnya berdering terus dan dengan malas Sheina meraih benda pipih itu.
dengan segera, dia mengangkat panggilan Video Call itu.
"halo assalamu'alaikum," sapa Sheina saat telah terhubung.
"halo, Na lagi apa,?" tanya seseorang dari seberang sana.
"eh Ian loe ternyata yang telpon, lie dapat nomor gue dari mana,?" tanya Sheina penasaran.
"dari Kevin kaerena, kalau nungguin loe kelamaan, pasti sekarang nama gue belum loe save kan,?" tanya Adrian pada akhirnya.
seketila, ucapan Adrian itu, membuat Sheina menepuk keningnya karena benar tebakan laki laki itu, bahwa ditinya memang lupa.
"hehehe maaf lupa Ian," ucap Sheina nyengir kuda. membuat Adrian hanya tersenyum tipis.
"besok bareng gue lagi ya," ucap Adrian.
Sheina sebenarnya merasa tidak enak karena telah menolak laki laki itu.
"nggak ada penolakan," ucap Adrian tegas membuat Sheina urung untuk menolak.
dan akhirnya, Sheina hanya menganggikan kepala dan tersenyum tipis.
__ADS_1
akhirnya, mereka mengobrol banyak hal hingga membuat mereka lupa waktu. dan mereka berdua, baru menyelesaikan panggilan mereka, saat jam menunjukan pukul satu siang.
setelah selesai berbincang dengan Adrian, Sheina memutuskan untuk mandi. karena sudah waktunya Sholat Dzuhur.
dan setelah selesai Sholat Dxuhur, Sheina merebahkan dirinya diatas ranjang dan sesekali, memainksn ponsel baru nya itu.
ia melihat poto dirinya berpose diatas kasur. dan sesekali, Sheina terkikik geli karena posenya itu. karena seumur hidupnya, dirinya tak pernah berpose seperti itu.
membuat ia sangat merasa geli sendiri. Sheina membuka satu persatu Chat di aplikasi hijaunya. hingga matanya terbelalak karena mendapati nama seseorang di sana.
"Ya Allah, Sheina loe oon banget sih, kenapa loe malah nyimpen nomer dia, mana dia liat foto selfie loe lagi," gerutu Sheina seraya sesekali menepuk keningnya.
ia inginemblokir nomor itu, tapi Sheina urungkan karena ada satu pesan dari orang itu.
Pak Rian :" sekali saja, kamu blokir nomor saya, saya akan langsung melamar kamu,
Sheina : , saya nggak takut bye.
Sheina segera melempar ponselnya keatas kasur. dengan sebelumnya, memblokir nomor Rian.
"huh rasain, emang gue anak kecil apa sampai di ancem anvem segala," gerutu Sheina weraya memukul mukul bantalnya.
tak lama, di luar sana, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Sheina. membuat gadis langsung terduduk.
"siapa ,?" tanya Sheina yang masih terduduk di atas kasur.
"Non, ada tamu di luar,"ucap Pembantu rumah Sheina.
membuat jantung Sheina tiba tiba menjadi berdegup kencang. " duh kenapa jantung gue,?" gumamnya dalam hati.
setelah itu, Sheina kelusr dari kamar, dan menuruni anak tangga dengan hanya memakai kaos oblong dan celana pendek.
sesampainya di lantai bawah,di ujung tangga. Sheina membulatkan matanya karena melihat apa yang ada di hadapanya itu.
bahkan, saking terkejutnya, Sheina sampai mundur beberapa langkah.
dirinya hampir membalikan badan untuk swgera berlari dari ruangan itu.
tapi sayangnya, Rian melihat penampakan tubuh Sheina. dengan cepat, laki laki itu beranjak dari duduknya, dan segera menghampiri Sheina yang hendak kabur.
'jangan pernah menghindar dari saya," ucapnya seraya mencekal pergelangan tangan Sheina.
"lepas," dengan cepat, Sheina menepis tangan laki laki itu kasar.
.BERSAMBUNG.....
__ADS_1