
tak lama berselang, pintu kamat di letuk oleh seseorang. membuat laki laki itu, menoleh kearah sumber suara.
"masuk," setelah mengatakan itu, salah seorang Maid masuk kedalam kamar, dan menundukan kepalanya, saat dirinya berhadapan dengan Rian.
"permisi tuan, kamar pengantinnya sudah siap," Maid itu menundukan kepala.
"hmm, kau ganti baju istriku," titahnya seraya berlalu dari kwmar itu.
Maid itu, hanya menganggukan kepala, dsn segera mengerjakan, apa yang harus dirinya kerjakan.
sebenarnya, dirinya bisa saja, untuk mengerjakan mengganti pakaian Sheina sendiri. karena memang, dirinya sudah sah sebagai suami istri.
tapi, Rian ingin semua menjadi kejutan. di malam pertamanya nanti, ia ingin semuanya benar benar spesial.
efek obat bius itu, berkerja hingga maksimal besok pagi. dan itu artinya, masih banyak waktu untuk menikmatinya berlama lama.
karena saat ini, waktu masih menunjukan pukul sebelas siang.
"tuan, semua sudah siap!," Maid itu berkata, seraya menyerahkan segelas air minum pada sang tuan.
"hmm, kalian boleh kembali ke rumah belakang. dan jangan berani kalian masuk ke rumah utama, jika tak ada yang ku perlukan, mengerti,?" tanya Rian seraya menatap datar orang di depannya itu.
"baik tuan, kalau begitu, kami permisi dulu," ucapnya pada pelayan itu.
"hmmm, infokan ini pada yang lainya. jangan sampai, mereka masuk ke rumah utama. dan satu lagi, matikqn semua cctv yang ada dirumah ini, kecuali kamar pribadiku," sambungnya berlalu pergi.
"baik tuan," ucap Maid itu dengan hormat. dan dengan segera, memberitahukan pada semua Maid yang berada di dapur.
ceklek
Rian segera membuka pintu. dan laki laki itu, terswnyum puas saat melihat pemandangan indah di kasur itu.
pemandangan yang membuat gairahnya bergejolak. dimana di sana, ada seorang gadis yang tengah terbaring di tempat tidur, dengan hanya mengenakan lingere berwarna hijau.
sehingga, tubuh mulusnya, terpampang nyata di depan Rian.
dengan susah payah, lali laki iti, memelan salivanya karena merasa, tubuhnya panas dingin dan dengan perlahan Rian menenggak air yang ada di dalam gelas kaca itu.
__ADS_1
seketika, matanya menjadi berkabut dengan gairah. karena memang, Rian sendiri, yang memerintahkan, para Maid itu, untuk memasukan obat terlarang itu oada minumanya.
memang terdengar seperti penjahat ke***n, tap Rian melakukan ini, agar istrinya itu tidak mudah lepas darinya.
dengan perlahan, laki laki itu, mulai merangkak naik ke atas ranjang dan mulai mendekati sang istri yang masig setia memejamkan matanya.
perlahan tapi pasti, Rian mulai mendekatkan wajahnya ke wajah istri kecilnya itu dan..
cup.
swbuah kecupan singkat mendarat ke kening Sheina. dan berlanjut ke seluruh wajah gadis tu. lalu, berhenti di banda kenyal tak bertulang.
di tempat itu Rian mengecupnya agak lama, dan sedikit mel**tnya. membuat Sheina, yang masih berada di bawah pengaruh obat bius, meleguh seperti menikmati permainannya.
hal itu, membuat Rian terkekeh tanpa suara. " semoga, setelah ini, kamu nggak akan lagi berfikir dan mencoba lari dariku, karena aku benar benar sudah mendapatkan karmanya," ucapnya lembut.
kemudian, Rian kembali menatap wajah damai istri kecilnya itu. " aku memang benar benar bodoh, bisa bisanya aku menyakiti hati seorang gadis sebaik kanu, hanya karena masalah cover," gumamnya lirih.
laki laki itu, sangat lama memandangi wajah istri kecilnya itu. hingga tubuh kekrnya, menindih tubuh mungi Sheina.
perlahan tapi pasti, Rian mulai menyalurkan aliran aliran yang memabukan untuk dirinya dan juga untuk Sheina.
setelah semua terlepas, Rian mulai menyentuh tubuh Sheina yang masih tertutup kain tipis. lalu, dengan gerakan cepat, laki laki itu, mulai merobek lingere berwarna terang itu.
glek.
dengan susah payah, laki laki itu menelan salivanya. karena melihat tubuh polos itu.
tanpa basa basi lagi, Rian segera melakukan ritual suami istri itu. dan laki laki itu, tersenyum senang, saat menyadari, jika istrinya masih tersegel.
berarti selama ini, Sheina berpacaran dengan Adrian, tak pernah melakukan sesuatu yang melangggar norma.
dan saat kesucianya terenggut, tampak Sheina menitihkan air mata. hal itu, membuat Rian merasa terkejut.
apakah, istrinya itu, tidak rela dirinya sentuh, hingga menangis di dalam alam bawah sadarnya. namun, segera Rian tepis. karena memang, hawa nafsunya sudah membumbung tinggi.
Rian segera melakukan apa yang harus di lakukan. dengan penuh semangat. karena selain ini adalah hal pertama baginya, ada hal lain yang memoengaruhinya. yaitu, efek obat per****ng yang baru saja dirinya minum.
__ADS_1
"maaf," lagi lagi, kata kata itu, meluncur dalam mulut Rian. seiring dengan pelepasan yang di lakukan.
tak lama, laki laki itu, mulai abruk di samping istrinya yang masih setia dengan menutup mata. hanya deru nafas Sheina yang masih tersengal akibat permainan laki laki itu.
Rian segera meraih ponselnya untuk meminta izin jika hari ini dan besok, Rian tidak bisa mengajar karena ada urusan penting.
setelah selesai meminta Izin, Rian segera menghubungi manager restaurant, untuk mengabarkan dirinya tidak bisa memantau dengan secara langsung.
"halo, Erni hari ini, saya tidak bisa masuk untuk mengecek restaurant ya, kamu yang harus kirim laporan pada Bani," ucap Rian seraya menutup ponselnya.
"halo Ban, nanti kalau ada laporan dari Erni, kamu terima ya, besok saya yang akan mengeceknya," Rian berkata, dengan nada datarnya.
tak lama, setelah selesai menghubungi semua orang, Rian kembali menatap sang istri dan memeluk pinggangnya.
laki laki itu, memutuskan untuk beristirahat sebentar, sebelum melanjutkan aksinya.
...****************...
sementara itu, di tempat lain tampak Adrian sedang terduduk lemas di kursi taman sekolah.
"kenapa loe,?" tanya seorang gadis sedang duduk di samping Adrian.
laki laki itu, menoleh dan mendapati Anggun berada di sampingnya dengan menatap lurus ke depan.
"loe ngapain di sini,?" tanya Adrian balik. bukannya menjawab, gadis itu malah tertawa tanpa suara.
"di tinggal orang yang kita sayang, itu sangat sakit ya, lebih sakit dari apapun." Anggun berucap dengan menghela nafas.
Adrian tersenyum kecut dan kembali memandangi sebagian teman temanya yang tampak begitu bahagia.
"jika patah hati terasa sesakit ini, gue memilih untuk tidak mengenal cinta," laki laki itu, berkata dengan menundukan kepala. karena sebentar lagi, air matanya akan segera tumpah.
jika kalian berfikir, laki laki itu, tidak boleh menangis, kalian salah besar. karena kenyataanya, laki laki adalah manusia biasa. yang punya hati dsn juga terkadang sangat lembut.
BERSAMBUNG......
Nb: mampir sini yuk di karya author kece El Putri judulnya, Antara Dua Bilionaire
__ADS_1