Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 54


__ADS_3

"kamu kenapa sepertinya pucat sekali Na,?"tanya Adrian pada sang kekasih.


saat ini, mereka sudah berada di mobil Adrian. mendengar pertanyaan itu, membuat gadis itu tersenyum lembut oada kekasihnya itu.


"aku nggak papa Ian, terimakasih terimakasih karena kamu sudah begitu peduli dengan keadaanku," ucapnya tersenyum bahagia.


"kamu itu bicara apa sih sayang, jelaslah aku peduli, karena kamu, adalah pacar aku," ucap Adrian tersenyum tipis.


setelah selesai berbincang bincang. keduanya memutuskan untuk swgera berangkat ke sekolah. karena memang, sekarang, adalah hari senin, yang artinya, hari ya g sibuk bagi semua siswa.


tak lama, mereka berdua segera sampai di area sekolah. dan kedatangan mereka, sedikit banyak mencuri perhatian sebagian siswa, yang memang mengagumi Adrian.


"waah, mereka memang cocok ya sangat serasi." ucapsalah satu siswa.


"iya mereka serasi sekali," timpal yang lain.


Adrian dan Sheina, berjalan menyusuri koridor sekolah, dengan saling bergandengan tangan.


bahkan, tak sedikit, yang mengatakan, jika mereka berdua adalah pasangan yang cocok dan romantis.


sesampainya di depan kelas X-A, Sheina dan Adrian berhenti di depan pintu kelas.


mereka saling pandang, dengan senyum yang sama sama merekah.


"kamu masuk kekelas sana, hari ini, kamu nggak usah ikut upacara," ucap Adrian seraya mengelus kepala sang kekasih.


"lah, emang kenapa,?" tanya Sheina yang masih bingung.


"jangan berpura pura lagi, kamu kan sedang sakit," ucapnya seraya menyentil hidung Sheina pelan.


"enggak! siapa yang sakit,? lagian kamu tau dari mana,?" tanya Sheina masih bisa mengelak.


mendengar jawaban kekasihnya, membuat Adrian semakin gemas di buatnya.


masih saja tidak mau mengakui jika sedang tidak baik baik saja. padahal, sudah jelas jelas, wajahnya pucat seperti itu.


"sudahlah sayang, jangan berpura pura lagi, aku tau kamu sedang tidak baik baik saja," ucap Adrian menarik hidung Sheina pelan.


tanpa mereka sadari, ada selasang mata, yang menatap interaksi sepasang kekasih itu, dengan tatapan tajamnya.


tak lama, terlihat Kevin berjalan dengan tergesa gesa. membuat Sheina, mengerutkan kening ksrena merasa heran


"loe kenapa Vin,?" tanya Sheina pada laki laki di depanya itu.


terlihat, wajahnya sangat panik dan terdengar nafasnya tersengal seperti orang yang habis di kejar oleh hantu.


"awas, gue mau masuk," ucap Kevin seraya mendorong bahu gadis itu pelan.


"ish Kevin, kasar banget sih jadi orang," gerutu Sheina pada laki laki itu.

__ADS_1


Kevin berbalik arqh, mentap kedua orang, yang menatapnya dengan tatapan kesal.


"sore Sheina, gue buru buru, karena Anggun sepertinya sedang sakit," ucapnya seraya menaruh tas di bangkunya.


mendengar hal itu, mata Sheina membulat sempurna. " apa, Anggun sakit,?" tanya Sheina seakan tak percaya.


"hmm," jawab Kevin seraya berjalan tergesa gesa.


"eh, tunggu Vin, sekarang, Anggun ada di mana,?" tanya Sheina khawatir.


"ada di UKS," ucap berlalu pergi. dengan segera, Sheina mengikuti langkah Kevin, dengan menggandeng Adrian di sebelahnya.


"jalannya pelan pelan sayang," ucap Adrian di sela sela jalannya.


"iya Ian, maaf soalnya aku khawatir banget sama Anggun," ucap Sheina masih menarik tangan kekasihnya.


tanpa mereka duga, ada seseorang, yang menabaraknya karena terburu buru.


"eh,maaf saya tidak sengaja," ucapnya seraya memperbaiki buku yang hampir jatuh.


"eh, nggak papa Bu, " ucap mereka berdua.


mereka sempat tertegun melihat siapa yang baru saja, menabrak.


"sepertinya, aku kenal deh sama guru batu itu," gumam Sheina dalam hati.


dengan pandangan mata, masih saja mengikuti langkah wanita itu.


tak lama, mereka sampai di depan ruang UKS dandengan tergesa, Sheina segera masuk kedalam.


"Anggun, loe nggak papa,?" tanya Sheina cemas.


"gue nggak Papa kok, " ucapnya seraya menggelengkan kepala. " loe ngapain di sini, sebentar lagi, kan upacara bendera," lanjut Anggun.


"iya, rencananya, Sheina biar di sini nemenin loe ya," ucap Adrian.


sontak saja, ucapan yang keluar dari mulut Adrian, membuat Sheina membulatkan matanya.


"Ian, aku nggak sakit, " ucapnya. seraya mendegus kesal. udah di bilang juga kalau dirinya tidak sakit, masih saja di suruh istrihat.


Adrian yang mendengar dan melihat sang kekasih yang sedang kesal, memilih untuk mengalah.


karena percuma juga dirinya melawan, karena pasti akan kalah.


"udahlah Adrian, loe nggak akan bisa ngelawan makluk yang bernama wanita," ucap Kevin.


membuat pria itu, menganggukan kepala. merasa ucapan Kevin memang sangatlah benar.


tak lama, bel masuk berbunyi membuat Sheina dan yang lain bergegas menuju lapangan.

__ADS_1


setelah sampai di lapangan, dan baru saja, Sheina masuk kedalam barisan, tiba tiba ia merintih kesakitan.


terlihat wajah gadis itu, sangat pucat. terlihat, tanganya meremas perutnya dengan pelan dan terlihat, keringat dingin mengucur bebas dari tubuh gadis itu.


"awh sakit banget sih Ya Allah, tolong Sheina," gumamnya dalam hati seraya sedikit gemetar


membuat Adrian yang memang berada di belakang gadis itu, menjadi sangat khawatir. dan dengan perlahan, laki laki itu, mendekati sang kekasih.


"sayang, are you okey,?" tanya Adrian yang sudah menyentuh tqngan gadis itu.


Adrian sangat terkejut karena merasakan tangan kekasihnya itu, sangat dingin dan juga wajahnya terlihat pucat.


"sakit Ian," ucapnya meringis seraya meremas seragam kekasihnya itu.


"kalau sakit, mendingan loe ke UKS bareng Anggun," ucap Kevin yang memang sedari twdi, ada di sampingnya.


Sheina hanya menganggukan kepala. dan hendak melangkah pergi. namun, baru beberapa langkah tubuh Sheina ambruk.


bruk


sontak saja, kejadian iti, membuat semua orang yang berada di lapangan, sangat terkejut.


dan tanpa basa basi, Adrian yang memang berada di sampingnya, langsung menggendong tubuh lemah kekasihnya itu.


membuat semua siswa, terkagum dengan langkah sigap Adrian.


Rian tang memang berada di brlakang para siswa, hendak membantu. namun, sudah ada Adrian yang dengan sigap menggendong Sheima.


apakah Rian cemburu,? oh jangan di tanya dadanya terasa nyeri melihat pemandangan itu.


tapi, dirinya tidak bisa berbuat apa apa. selain karena lingkungan sekitar yang sangat ramai, dirinya dan Sheinapun, tak memiliki hubungan apapun.


jadi, tidak ada alasa, untuk dirinya menolong Sheina.


Adrian dengan cepat, menggendong dan berjalan melewati kerumunan siswa. yang menatapnya kagum.


"bener bener calon suami idaman," bisik salah satu siswa.


sementara itu, Kevin yang melihatnya, hanya tersenyum simpul melihatnya.


"semoga Adrian memang jodoh loe Sheina, karena gue berharap loe selalu bahagia," ucap Kevin.


setelah insiden itu, para siswa kembali kelapangan dan mengikuti upacara dengan hikmat.


sementara itu, di UKS, Adrianembaringkan tubuh sang kekasih di ranjang. samping ranhang Anggun.


"Sheina kenapa Adrian,?' tanya Anggun saat melihat sahabatnya tak sadarkan diri.


"dia pingsan. gue boleh minta tolong nggak,?" tanya Adrian.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2