PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Mata ini


__ADS_3

" Fix!! Aku panggilnya Mbak nggak mau nama aja, nggak boleh protes", Mutia menegaskan ucapannya, " Mbak Jihan". Titik!.


" Serah lah nyerah gua, bolehlah Mbak daripada Bu", Jihan akhirnya menyerah menerima dipanggil dengan sebutan tambahan di awal kalimat menjadi Mbak Jihan.


" aku pamit dulu ya mbak, takut terlambat gak enak ini pertemuan pertama kami", setelah pamit kemudian Mutia kembali lagi ke ruangannya untuk bersiap-siap bertemu dengan klien barunya bersama dengan Pak Jodi.


" Pak Jodi sudah siap?", Mutia menghampiri Pak Jodi yang sudah menunggunya di lobby.


" Ya sudah saya siap dah menit yang lalu menunggu Anda di sini Bu Mutia", Pak Jodi menatapnya penuh selidik pada rekan kerja barunya yang diutus dari bagian keuangan.


" Hee... Maaf Pak kita kenalan dulu yuk, saya Mutia Pak yang mendapat mandat dari bos untuk ikut dalam proyek ini bersama Bapak", Mutia mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri dengan Pak Jodi yang akan menjadi rekan kerjanya untuk menghadapi klien barunya.


" Seperti yang Anda sebut saya Joni dari bagian perencanaan, semoga kelak kita dalam menjalani kerja ini agar setiap kali sama minta dana bisa langsung di acc oleh anda", Pak Jodi pun terkekeh lebar.


" Haaa .... ya pak bisa diatur", Mutia pun membalas senyuman Pak Jodi dengan ramah.


" Mari Mbak sopir sudah menunggu", Pak Jodi dan Mutia pun menuju mobil yang akan mengantarkan mereka di tempat pertemuan dengan klien barunya.


Di sepanjang perjalanan itu mereka banyak membicarakan tentang pekerjaan serta hal-hal yang kemungkinan akan mereka hadapi dan sepertinya Pak Jodi yang sudah sangat senior dan sudah banyak pengalaman itu sangat nyambung sekali mengobrol dengan Mutia.


hanya butuh waktu kurang dari 30 menit mereka sudah sampai tempat yang dituju, dan mereka menuju ruang yang sudah dipesan untuk meeting siang hari ini bersama kliennya, namun mereka menunggu hingga 5 menit klien belum juga datang, waktu menunggu mereka manfaatkan untuk melanjutkan obrolan mereka.

__ADS_1


" Selamat siang Maaf terlambat", sebuah suara menyapa mereka berdua yang membuat pembicaraan mereka terhenti seketika dan langsung merespon pada arah suara tersebut.


" Selamat siang oh... silakan Pak", Pak Jodi dengan sigap langsung mempersilahkan kedatangan dua orang yang merupakan kliennya tersebut.


" dari PT AMM? ", tanya klien yang baru datang tersebut.


" Iya betul Pak", jawab Pak Jodi dan Mutia pun ikut mengangguk dengan sopan.


" Perkenalkan saya Jodi dan ini rekan kerja saya ibu Mutia yang mungkin nanti kami berdua yang akan terjun ke lapangan untuk mewakili dari perusahaan kami", jawab Pak Jodi.


" Pak Jodi, sepertinya kita pernah bertemu dan untuk bekerjasama beberapa tahun silam, semoga bapak masih mengingat saya, saya fajar Pak asisten dari bos kami terdahulu yakni Pak Abdul, namun sekarang perusahaan telah dipimpin oleh putranya Pak Yani Bapak Juna, dikarenakan beliau tidak bisa datang karena sesuatu hal sehingga mewakilkan saya dan sekretarisnya pak Tristan, untuk menemui bapak untuk membicarakan kerjasama kita selanjutnya", Pak fajar memperkenalkan sekretaris dari bos baru mereka.


" Oke mari kita mulai pembicaraan agar semuanya jelas, tidak terjadi kesalahpahaman, sehingga kita bisa bekerja dengan maksimal dan hasil yang terbaik", Pak Jodi memang orang yang tegas simple tidak bertele-tele meskipun demikian orangnya sangat teliti dan segala sesuatunya dikerjakannya dengan serius tidak suka membuang-buang waktu.


" buah berapa tahun kita tidak bekerjasama lagi dan kita bertemu lagi pak Jodi ternyata anda masih orang yang sama dan yang jelas Anda semakin jago dalam mengatur strategi untuk menangani sebuah proyek, angkat topi untuk Anda semakin tua semakin berisi dan semakin menguasai situasi... Saya senang bertemu dengan Anda kembali apalagi kita masih bisa bekerja sama dalam kondisi yang sehat pak Jodi", Pak fajar benar-benar mengagumi ketegasan dan kecermatan Pak Jodi dalam perencanaan proyek.


" Wah .... rekan saya yang satu ini juga sangat pandai sesungguhnya hanya saja dia pembawaannya memang dia Mbak jangan remehkan karena dia perempuan", Pak jadi pun melirik Mutia yang sedari tadi hanya fokus menyimak dan mencatat dari hasil pembicaraan mereka seperti halnya Tristan yang hanya menyimak dan mencatat.


" Mbak Mutia ini masih sangat muda pak Jodi, Anda harus menurunkan ilmu-ilmu Anda sebelum pensiun agar Mbak Mutia juga bisa mahir seperti anda", ujar Pak fajar membuat semua orang tergelap renyah.


" Pastinya pastinya Pak fajar... sudah semestinya saya memberikan ilmu ini kepada siapa pun jika menurut wajar memang saya ini memiliki bahkan namun saya sendiri sebenarnya tidak merasa seperti itu yang jelas setiap orang itu harus belajar dari setiap pengalamannya Pak supaya lebih mengerti dan paham jika sudah paham kita bisa bicara lancar Pak", kini giliran Pak Jodi yang terkekeh lebar.

__ADS_1


Pak fajar pun memang sangat mengakui jika Pak Jodi ini memiliki banyak kelebihan meskipun fisiknya yang terlihat pendek dan gempal namun untuk urusan proyek-proyek seperti ini Pak Jodi adalah orang yang sangat paham semua detailnya dan hak pacar menyukai itu.


Begitupun dimata Pak Jodi, Pak fajar adalah seseorang yang bisa bekerja dengan tenang penuh pemikiran yang matang langkah yang tepat serta orang yang sangat bijak dalam mengambil keputusan tidak rusak rusuh serta seseorang yang sangat setia dalam pekerjaannya.


setelah acara selesai kemudian mereka memesan minuman dan camilan karena waktu makan siang sudah lewat sehingga mereka hanya kemasan camilan ringan saja tak lupa Tristan melakukan foto untuk mereka berempat untuk di laporkan kepada bosnya.


" Maaf Pak jadi dan ibu Mutia serta Pak fajar seperti biasa saya harus melakukan foto untuk saya kirimkan aku ada bos kita", Kristen berkata dengan lembut dan sopan untuk meminta foto berempat.


" Baiklah tak masalah, anda bersedia Bu Mutia?", tanya Pak Jodi yang harus memastikan ketersediaan rekan kerjanya ini untuk difoto.


" Baiklah", Mutia akhirnya pasrah difoto oleh Tristan dan mereka berempat bersama-sama.


" selamat sore sekiranya pembicaraan kita Sudah selesai kami permisi untuk pulang sampai ketemu minggu depan di proyek", ujar Pak Jodi berpamitan kepada kedua kliennya ini.


" Mari Pak terima kasih", dan merekapun kemudian meninggalkan tempat itu dan menuju pada mobil mereka masing-masing untuk kembali ke tempat kerjanya, tak lupa Tristan mengirimkan foto tadi kepada bosnya langsung.


" Wow mata ini.... mata ini", seseorang membuka pesan yang sudah dikirim oleh sekretarisnya dan terkesimah melihat foto seorang wanita dengan mata yang mirip seseorang yang selalu menghantui malam panjangnya.


-


-

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2